Ujian Sekolah dan Ujian Kehidupan

Di antara sekian banyak ujian yang saya alami selama sekolah (dari SD hingga kuliah), ujian kelulusan SMP adalah yang paling membekas. dulu, kalo ga salah namanya masih UNAS.
.
Sebelum UNAS tiba, pasti diadakan banyak try-out (ujian ujicoba), dan saya SELALU TIDAK LULUS ketika itu. waktu itu juga masih jaman ada kelas unggulan dan non-unggulan, saya selalu berada di kelas unggulan bersama kurang lebih 30-40 teman lain dan berada di TOP peringkat.
.
setiap kali try-out dimana saya tidak lulus itu saya menjadi sangat kesal. apalagi yang lulus (sekitar 4-5 orang per kelas) adalah teman yang peringkatnya jauh di bawah saya. kebayang kan gmn kesalnya ketika kita udah belajar siang malam tapi ternyata kalah dari orang yang mungkin kalo bertanding one on one pasti kalah. hehe #peace
.
ketika hari-H UNAS tiba, saya takut tidak lulus juga, kebayang gimana ga enaknya di tahun depan mempelajari pelajaran yang sama dengan adik-adik kelas yang menghormati kita. hiii..
.
Tapi guru favorit saya mengatakan, "Sudah masuk aja dulu (ke ruang ujian), ga akan seperti yang kamu bayangkan."
dan benar saja, soal UNAS yang saya hadapi pada waktu itu tidak seseram ketika try-out. memang ada soal yang tidak bisa saya kerjakan. tapi ujian itu berakhir dengan nilai saya yang memuaskan dan lulus dengan baik.
.
Begitu banyak waktu berlalu, kita pun akan menyadari bahwa ujian dalam hidup kita bukan hanya ujian sekolah. Kita akan diuji dengan teman yang baik di depan namun menusuk di belakang, dengan dicintai kekasih kemudian dikhianati, dengan ilmu tinggi kemudian dilupakan tanpa diamalkan, dengan harta banyak kemudian tak terpetakan dan masih banyak lagi.
.
Saat luka dan duka tiba menghampiri, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda. Ibaratnya kita menaiki sebuah pesawat terbang, dalam perjalanan pesawat itu jatuh dan hampir semua orang tewas, kita adalah sedikit orang yang selamat meskipun dengan luka parah.
Setelah itu kita mungkin akan berpikir tidak mau naik pesawat terbang lagi, toh masih ada banyak opsi lain yang bisa di pilih : bus, kereta, mobil dll. Meskipun nanti membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke tujuan.
.
Tapi sebenarnya, kecelakaan pesawat TIDAK SELALU terjadi. Apalagi jika sebelum perjalanan dilakukan, pihak penyedia transportasi pesawat terbang berusaha maksimal melakukan perawatan, pemeriksaan dsb. Jika sudah begini maka kecelakaan seharusnya bisa diminimalisir, apalagi ditambah dengan memohon perlindungan Yang Maha Kuasa.
.
Pesawat terbang ini tak ubahnya fase-fase dalam kehidupan kita, entah kita sedang sendiri atau menikah, berbisnis, mendidik anak, menjadi partner dll.
Beberapa orang gagal menikah atau berbisnis atau lainnya, seperti pesawat yang jatuh tadi, bisa jadi orang itu akan mengalami trauma dan memilih opsi lain yang bertentangan sama sekali dengan biasanya.
Namun sebenarnya, di dunia ini banyak juga yang sukses berumah tangga dan berbisnis.
.
Contoh buruk memang lebih memberikan dampaknya, seperti saya ketika akan menghadapi UNAS SMP, karena saat try-out tak pernah lulus, saya ketakutan apakah bisa menghadapi UNAS sebenarnya, saya melupakan bahwa sebenarnya setiap tahun lebih banyak siswa yang lulus daripada tidak lulus, bahkan siswa yang lulus bisa sampai 100%.
.
Seringkali kita berpikir “Jika dia saja tidak bisa, apalagi kita?” padahal sebenarnya jika kita mau melihat di sisi lain yang memiliki hasil yang berbeda, pikiran seperti itu harusnya berubah menjadi “Jika dia bisa, maka kita pun pasti bisa.”

Dan seperti itulah, terkadang kesempatan sedang mengintip di balik pintu yang tertutup. Menunggumu untuk berdiri. Bukan sekedar menghadapi ujian sekolah, namun juga ujian kehidupan.
.
Jember, 06 September 17
YHH
.


0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)