BAHAGIA BUKAN TUJUAN MENIKAH


Siapa wanita yang tidak ingin memiliki pernikahan bahagia? Memiliki pasangan hebat yang mencintai, dan anak-anak yang baik serta keluarga besar yang menerima kita. Jangan tanya saya, itu bukan lagi keinginan, tapi impian dan cita-cita.
.
Tapi, pasti semua juga sepakat, bahwa pernikahan bukanlah hal mudah, karenanya bisa ada luka atau jalan buntu. Sebelum menikah kita mengalami perasaan yang menggebu-gebu, membayangkan bahwa setelah menikah nanti kita akan bertemu setiap hari, bersentuhan setiap hari, makan bersama dan tersenyum setiap hari.
.
Nyatanya, pertengkaran bisa saja jadi jadwal rutin. Tak ada lagi impian bahagia. Dimana salahnya?
Ternyata, pernikahan tidak bahagia karena memang mencari kebahagiaan, dan semua orang sepertinya sepakat bahwa cinta adalah modal untuk bahagia. Padahal itu adalah berita hoax.
.
Rumah yang bahagia, tidak cukup karena cinta, apalagi HANYA saling mencintai antara suami dan istri. Tujuan menikah bukan mencari kebahagiaan, tapi mencari berkah Allah SWT. Bila hanya bahagia yang dicari dalam sebuah pernikahan, maka sesungguhnya manusia tidak punya standar jelas dalam mendefinisikan kebahagiaan itu. Ada wanita yang mendeskripsikan bahagia dengan cukup hidup sederhana, asal suami setia. Ada juga wanita yang menginginkan hidup bagai ratu, terserah apa yang dilakukan suaminya. Dan sebutlah definisi bahagia lain menurutmu, kau akan berbicara dengan sudut pandangmu.
.
Lain bila yang kita cari adalah keberkahan Allah, maka pernikahan hanyalah jalan. Definisi bahagia pun menjadi jelas dan hanya satu : Mendapat Ridho Allah SWT, lalu berkumpul bersama dalam Jannah. Titik.
.
Bahagia belum tentu berkah, tapi bila berkah pasti bahagia. Bila dalam keluarga mencari berkah, maka dia akan taat, bila dia taat maka dia akan mendapatkan segalanya : dicintai oleh pasangan, mencintainya kembali, dan kebahagiaan lain. Maka rumah tangga seperti ini pasti akan baik-baik saja bukan?
.
Tentu tak ada jalan dalam kehidupan ini yang selalu mulus, akan ada masalah dalam rumah tangga, namun bila standar kebaikan keluarga adalah ketaatan kepada Allah, maka penyelesaian masalahnya pun juga berdasarkan ketaatan pada Allah.
.
Lalu, Nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan?
.
Jember, 07 September 17

YHH

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)