Jang Young Sil : Pengaruh Dunia Islam Pada Joseon

Hallo Bulan Tanggal 01/06/20

Beberapa orang di kontak saya rame posting gambar ini (foto atas). Yang ternyata adalah hallo bulan. Katanya lagi trending, bahkan ada yang bertanya ini pertanda apa. Entah kenapa saya curiga ada yg mengaitkan hal ini dengan hal mistis.

 

Dan tetiba ingat dengan drama Korea "Jang Young Sil" 🀣

Sebelum Jang Young Sil mampu memperkirakan waktu gerhana matahari dan bulan, Joseon percaya bahwa adanya gerhana itu berkah dari langit kepada kaisar. Sehingga setiap gerhana ada ritual-ritualnya gituu..

 

Tapi Jang Young Sil kemudian muncul dan menyatakan bahwa gerhana itu adalah fenomena alam semata, tak ada hubungannya dengan berkah dari langit.

 

Well, memang adanya gerhana atau hallo bulan adalah bagian dari fenomena alam. Tapi penggerak dan pemilik seluruh alam adalah Dia yang Maha Kuasa. Karena baik bulan ataupun matahari juga adalah mahluk-Nya, dimana segala perjalanannya adalah kehendak-Nya pula.

 

Coba bayangkan, untuk menggerakkan tubuh, kita memerlukan otak untuk memberi perintah. Selain itu perlu juga punya keinginan dan kekuatan untuk melakukan perintah tersebut.

 

Misal, ketika jari tangan tak sengaja menyentuh panci panas. Jaringan saraf kita akan bekerja, mengirim informasi ke otak, seakan-akan ngasih tau kalo panas tuh ga enak. Ketika otak menerima pesan, ia segera memberikan perintah untuk melakukan penarikan jari. Biar ga kena panas.

 

Kecuali kalo sarafnya rusak, yang seharusnya panas jadi ga dirasa panas. Atau kebangetan putus asa atau kehilangan akal alias ga waras, sehingga ingin menyakiti diri sendiri misalnya, mungkin panci panas malah akan dipeluk. Ga ada keinginan dan kekuatan untuk menghindar dari panas itu tadi.

 

Tapi, kamu ga gitu kan?? 😁

 

Intinya apa?? Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa bergerak sendiri. Kalo mahluk hidup aja butuh serangkaian proses hanya untuk bergerak. Yang bukan mahluk hidup lebih butuh lagi kekuatan untuk melakun siklus alamnya. Karena mereka bahkan tidak mampu memberi perintah pada diri sendiri, memiliki keinginan dan kekuatan untuk melakukan sesuatu. 


Kalo tadi, ketika akan menyentuh panci panas, otak kita sendirilah yang memproses segala perintah, hingga kemudian menghasilkan serangkaian output dalam rangka memenuhi kebutuhan kita (melindungi diri dari panas). Tanggung jawab proses ini ada pada diri kita, bukan pada orang lain. Karena kita berposisi memiliki tangan. Ga mungkin kan, kita nunggu orang lain memberi perintah baru bisa narik tangan, keburu panas dan melepuh dong. 

 

Namun, kita memiliki kemampuan ini juga bukan karena kita menciptakannya sendiri. Program serumit ini (tentang sistem syaraf) tak mungkin bisa diciptakan oleh manusia, karena manusia adalah user aja. Owner-nya ya tidak lain dan tidak bukan adalah yang menciptakan, Allah Al-Khaliq dan Al-Mudabbir. 

 

Tapi, bagaimana dengan benda-benda mati?? Siapakah yang mungkin bisa memberi perintah??


Tentu yang menciptakan dong. Dan manusia jelas tidak mungkin sebagai pencipta, karena dia juga adalah produk ciptaan. Ingat ya menciptakan itu artinya membuat sesuatu dari yang benar-benar tidak ada kemudian ada. Teknologi manusia secanggih apapun di masa kini sebenarnya adalah kegiatan modifikasi atau rekayasa dari sesuatu yang sudah ada di dunia ini. Sebagai impact dari keinginan-keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari masa ke masa.

 

Itulah kenapa para "orang-orang besar" yang memiliki jasa dalam mengenalkan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya disebut penemu bukan pencipta. Frase penemu tentu merajuk pada orang yang menemukan sesuatu yang sebenarnya udah ada, cuma ga keliatan hingga akhirnya ditemukan oleh orang tersebut. Beda kan dengan frase pencipta?? 😊



Alexander Graham Bell adalah penemu telepon. Johannes Guttenberg adalah penemu mesin cetak. Louis Braille adalah penemu huruf Braille. Maryam al-Astrulabi adalah penemu Astrolube. Abbas Ibn Firnas adalah penemu pesawat terbang. Al Khawarizmi adalah penemu bilangan algoritma. Penemu. Sekali lagi penemu!!

 

Maka, terjadinya fenomena alam pun itu adalah kehendak yang menciptakan. Entah itu gerhana, hallo hingga bencana alam. Dan Sang Maha Pencipta sudah memperjalankan semesta sesuai dengan pengaturannya seperti yang saat ini kita tahu. Yah, sebenarnya yang kita tahu itu cuma dikit banget. Yang kelihatan mata doang dan yang bisa diamati. Maklum manusia itu punya banyak batas. Karena itu sombong banget kalo ada manusia yang merasa bisa mengatur dunia sesuai aturan suka-suka dia.

 

Jadi, kalo saya ditanya ini -hallo bulan kali ini- pertanda apa? Pertanda bahwa seharusnya manusia itu sadar bahwa dirinya adalah mahluk-Nya, hamba-Nya yang memiliki misi melaksanakan tujuan penciptaan. Nah tuh lihat, alam aja sebenarnya mengajarkan kita untuk taat, tunduk dan patuh pada Sang Maha Pencipta. Semesta ini, kalo Allah berkehendak untuk hancur tinggal bilang, "Kun Fayakun" kelar kita.

 

Dan itu pasti terjadi, ntar kala kiamat tiba. Tapi, kita tak usah cemaskan kapan itu. Cemaskanlah seberapa siap amal kita menghadapi hari itu 😭

 

HALLO BULAN

 

Fyi, dikutip dari kompasiana.com begini loh penjelasan ilmiah kenapa bisa terjadi hallo bulan :

 

Hallo Bulan adalah fenomena cincin di sekitar bulan tampak pada malam hari dan berwarna putih. Halo bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan yang merupakan cermin sinar matahari, dari kristal es di bagian atas atmosfer. Kristal es ini berasal dari pembekuan super tetesan air dingin dan ada di awan cirrus yang terletak di ketinggian 20.000 kaki atau lebih. Kristal ini berperilaku seperti permata pembiasan, dan mencerminkan ke arah yang berbeda.

 

Cincin yang muncul di sekitar bulan berasal dari sinar yang melewati sisi enam kristal es di atmosfer tinggi. Kristal es ini membiaskan atau menekuk cahaya dengan cara yang sama seperti belokan lensa kamera cahaya. Cincin ini memiliki diameter 22 derajat.

 

Kadang-kadang, jika beruntung, bisa dilihat cincin kedua, yang berdiameter 44 derajat. Bentuk kristal es menghasilkan fokus cahaya ke dalam sebuah cincin. Karena kristal es biasanya memiliki bentuk yang sama, yaitu bentuk heksagonal, maka cincin bulan hampir selalu berukuran sama.

 

Lingkaran cahaya bisa dihasilkan oleh sudut pandang yang berbeda dalam kristal, dan lingkaran cahaya dapat dibentuk dengan sudut 46 derajat.

 

Adegan Jang Young Sil terpana dengan Astrolube

SINOPSIS JANG YOUNG SIL 

 

"Jang Young Sil : The Greatest Scientist of Joseon" hidup di masa  Raja Sejong. Sepertinya di masa ini Joseon mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Karena Raja Sejong sendiri merupakan penemu huruf Hangeul, abjad Korea yang dipakai hingga sekarang.

 

Dalam drama ini Jang Young Sil sebenarnya adalah budak, namun karena bakatnya, King Sejong mengajaknya masuk ke Istana. Globe Korea, Jam Air, Jam Surya dan Alat Percetakan Besi merupakan prestasi-prestasi yang berhasil dicetak oleh Jang Young Sil.

 

Hidup Jang Young Sil tak mudah meski menjadi kepercayaan raja. Joseon pada masa itu sangat memegang teguh Konfusianisme yang memandang rendah kepada para ilmuwan. Ada masanya Jang Young Sil hampir dibunuh dan diusir.

 

Tapi dari drama ini, bila kita jeli, kita bakal sadar bahwa ilmu pengetahuan yang sudah berkembang pesat di dunia Islam sangat mempengaruhi Jang Young Sil. Jam air yang dia bikin mirip dengan jam gajah yang ditemukan oleh Al Jazari. Bahkan dalam drama itu, Astrolube, kompas yang ditemukan oleh Maryam al-Astrulabi merupakan benda hebat yang sudah ada. Bahkan mungkin saking hebatnya, hanya scientist, kalo tidak dengan pangkat tinggi, yang memilikinya atau yang genius macam Jang Young Sil yang bisa tau informasi tentang astrolube 😊🀭 

 

Kalo baca dari berbagai sumber, memang yang menjadi rujukan Jang Young Sil adalah literasi-literasi Arab dan China.


Bisa dibayangkan seberapa hebat peradaban Islam pada masa itu?? Jang Young Sil hidup pada tahun 1400-an, sementara pada tahun 1200-an, Al-Jazari sudah "menerbitkan" buku berisi sekitar 80 hasil temuannya : KitΓ‘b fΓ­ ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik). Dimana salah satunya adalah jam gajah.

 

Kalo boleh saya klaim nih, melalui drama Jang Young Sil (2016) peradaban Islam telah diakui oleh dunia, termasuk dinasti Ming dan Era awal Joseon. Masa keemasan Islam itu adalah ketika Islam menjadi qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) dan diemban dalam Daulah Islam πŸ™‚πŸ˜Š

 

Jember, 01 Juni 20

 


Penulis Pengukir Kemenangan


Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak bisa berkumpul di daratan, ruang meeting zoom pun jadi.


Yup, segerombolan squad kunang-kunang angkatan revowriter batch 5 ini kemarin akhirnya kopdar. Bermodalkan kuota internet dan seperangkat gadget, ijab qobul pun sah, #eh kopdar pun terlaksana sudah 😊


Buat yang belum tau, revowriter itu paan. Ini tuh semacam kelas penulis yang digagas oleh jurnalis kawakan cik gu Asri Supatmiati. Dan akhirnya bertumbuh menjadi komunitas, yang memanen banyak penulis berkualitas. Salah satunya macem saye nih lahh.. meskipun aslinya cuma seonggok jelaga di pojokan sana, sendiri dan sepi macam diri ini.. (diiringi backsound lagu "entah apa yang merasukimu..") #AbaikanYangTerakhir


Sebenarnya di dunia kunang-kunang (sebutan untuk alumni kelas revowriter batch 5), saya mah tim hore ajah. Rakyat jelata begitulah, yang kadang masih goreng krupuk pake minyak jelantah 🀣 intinya saya penulis lemah yang tak bisa disanding dengan para mastah. Tapi untunglah, kopdar kemarin masih bisa setor wajah 😁


Selain asyik bersapa dengan sejawat. Ada petuah dari cik gu yang bikin diri ini terhenyak. Bahwa sebagai penulis tak elok berhenti menelurkan karya. Entah di mana, bisa jadi ada yang sedang menanti kita, eh bukan.. menanti karya kita. Sekalipun itu adalah ruang-ruang kosong di beranda media sosial kita #eyaaa


Selain itu ada fakta yang menunggu kita kupas, ada keindahan Islam yang harus kita tebarkan. Ada umat yang harus disadarkan dari cengkeraman sekulerisme dan keturunannya. Ada ridho Allah yang harus kita gapai.



Tak punya waktu bukanlah alasan. Bisa jadi, tak punya tekad kuat adalah landasan. Seringkali setan menggoda untuk melemahkan iman. Akhirnya dakwah tak tersampaikan, padahal kita sebenarnya memiliki potensi menebar cinta lewat banyak hal. Termasuk lewat tulisan. Bukankah begitu, wahai nyisanak??


Sekali lagi, tak punya waktu bukanlah alasan. Karena waktu itu hanyalah habis bagi orang-orang yang memikirkan masalah dirinya sendiri. Dunianya hanyalah tentang dirinya sendiri. Tanpa memikirkan umat, tanpa memikirkan orang lain. Hayuk cung siapa yang sering begini, #ah jangan-jangan malah menunjuk diri-sendiri.. πŸ˜•


Dan emang bener sih, bukankah Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad dan at-Thabrani).


Sebagai penulis, tulisan adalah yang bisa kita produksi dengan harapan tulisan itu akan memberi manfaat bagi orang lain. Kalo kita guru, kita memberi manfaat pada orang lain dengan mengajarkan ilmu. Kalo kita istri, kita memberi manfaat dengan memberikan pelayanan terbaik bagi suami. Kita sebagai bagian dari masyarakat berusaha menebar manfaat dengan melaksanakan kewajiban dakwah. Dst. Ya tak??


Pas banget, Imam Al-Ghazali juga pernah mengatakan, "Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah!" Apalagi saya, bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa. Hanya mimpi yang tak biasa. Teguh sampai akhir di jalan-Nya, agar tak ada sesal kelak ketika di hadapan-Nya.


Jadi, suka menulis, mau belajar menulis apalagi bisa menulis adalah hal luar biasa. Bahkan, sebuah film luar biasa juga berangkat dari skenario bagus yang ditulis oleh seorang writer hebat bukan??


Jangan pula tak punya bakat (menulis) menjadi alasan, karena bakat pun akan sia-sia tanpa usaha . Iya, "kerja keras akan mengalahkan orang berbakat, ketika orang berbakat tidak bekerja keras." Nah kaann..



Terlebih, masih kata cik gu Asri kemarin, jadi penulis bak jadi pemenang. Karena ia punya hari-hari kemenangan. Tak tanggung-tanggung ada 5 (lima) loh, hari kemenangan bagi penulis :


Pertama, punya ide aja, itu berarti adalah hari kemenangan pertama bagi penulis. Itu juga merupakan rizki dari Allah. Bahkan penulis kawakan pun kadang kehabisan ide, jadi memilikinya seperti memiliki hal berharga, harusnya semangat menulis pun terjaga, rasa malas enyah saja.


Kedua, kita akan berasa lega di dada, ketika ide yang tadinya di kepala, tertuang menawan sampai selesai dengan menarikan pena (saya lebih pilih pake keyboard laptop atau hape yaa haha). Inilah hari kemenangan kedua.


Ketiga, tulisan yang sudah selesai itu berhasil keluar dari peti terkunci a.k.a folder penyimpanan kita. Kemana? Dipublikasikan ke khalayak dong. Supaya orang lain bisa beroleh manfaat juga. Dengan begitu kitapun menjadi bermanfaat bagi orang lain. Simbiosis mutualisme dalam kebaikan, asyik kan?


Keempat, ketika tulisan kita memiliki dampak bagi orang lain, yang artinya tulisan kita dibaca, dihayati, dipahami dan diterima oleh pembaca, hingga ide-ide kita dalam tulisan itu diadopsi oleh yang membacanya. Tanpa penolakan. Ibaratnya, cinta kita tuh ga bertepuk sebelah tangan. Merasa menang kan? 😊


Kelima, alias yang terakhir. Kemenangan ini adalah kemenangan besar bagi penulis, yakni ketika karyanya berperan dalam membangun perubahan dan peradaban. Perubahan yang lebih baik dan tentunya diridhoi oleh Allah SWT 😊


Nah, kalo udah begini sebenarnya ada banyak pilihan amal shalih yang bisa kita laksanakan. Tinggal kitanya nih kapan mau "action", halangan dan rintangan tak ayal pasti menghadang. Karena itu penting banget untuk berkumpul dalam kawanan yang memiliki visi dan misi yang sama.


Kalo kata Osman Bey dalam drama Kurulus Osman, "Srigala akan berkumpul dengan srigala  sementara anjing akan berkumpul dengan sesama anjing" huhuhu


Pena ibarat pedang, ia bisa membunuh bahkan tanpa menyentuh. Ia bisa melukai tanpa menusukkan belati. Maka perhatikanlah, ke arah mana penamu menari..

 

Jember, 30 Mei 20


Way Back Home : Jalan Pulang yang Gelap

Sumber : TribunNews


Mayat ABK Indonesia dibuang di laut, Indonesia pun menjadi mendung. Bagaimana tidak? Pristiwa ini memunculkan dugaan indikasi kuat terjadi perbudakan modern pada ABK Indonesia yang bekerja di kapal-kapal korporat milik China. Karena itu kematian para ABK RI menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Lebih mengejutkan lagi, dari viral cuplikan video yang beredar, ada informasi bahwa hal ini terjadi sejak September 2019.


Trenyuh hati ini! Bukankah ini namanya air susu sedang di balas dengan air tuba? Di depan mata, secara terang2an. Betapa mudahnya orang China keluar masuk Indonesia, betapa mudahnya mereka bekerja. Sementara orang Indonesia yang bekerja di sana, tak jelas apakah nanti masih bisa menemukan jalan pulang atau tidak. Ya, Ari dan Sapri adalah contoh nyata yang terjadi! (detik.com).

Dan itu membawa saya nostalgia pada sebuah film Korea berjudul "Way Back Home" tahun 2013. Meskipun bukan tentang anak buah kapal. Drama yang diangkat dari kisah nyata ini memiliki benang merah yang sama dengan pristiwa ABK yang dilarung yakni betapa negara abai kepada rakyatnya.


Mau tau review drama korea lain?? Baca di blog kece kaka Monica Anggen yaa.. J


Iyah, Korea Selatan, negeri dengan lampu-lampu berkelap-kelipnya para bintang K-Pop itu pernah juga "menelantarkan" warganya. Layaknya negara kapitalis lain, kesenjangan sosial di Korsel pun jauh. Banyak pula sebenarnya yang hidup miskin. Hanya saja Hallyu membuat kita hallu akan hal itu.



SINOPSIS


Tak terkecuali Song Jeong Yeon, seorang ibu yang hidup bersama suami dan anaknya ini sangat pas-pasan. Terlebih saat teman sang suami meninggal dan ternyata "mewariskan" banyak sekali utang kepada mereka sehingga terpaksa rumah dan kios mereka disita. Merekapun hidup tanpa uang. Song Jeong Yeon berusaha membantu perekonomian keluarga dengan menerima tawaran seorang teman suaminya, katanya mengantar perhiasan ke Perancis. Nyatanya itu adalah kokain.

Bisa ditebak arahnya kemana, Jeong Yeon tertangkap. Karena hal ini, ia terpaksa mendekam selama tiga bulan di penjara Paris. Kemudian ia dipindahkan ke Ducon Prison, Martinique Island, Kepulauan Karibia. Ia menghabiskan waktu selama 756 hari tanpa adanya persidangan.

Jong Bae, sang suami tentu sedih dan bingung akan nasib istrinya, ia kesana-kemari berusaha meminta bantuan. Ke polisi, pejabat setempat, kementerian luar negeri, kantor kedutaan dll sampai ia mengajukan protes seorang diri (seperti melakukan demo, tapi sendirian sambil memasangi tubuhnya dengan poster tuntutan, yang rajin nonton drama korea, biasanya hal ini lazim terjadi). Hasilnya? Nothing!

Dalam fiilm ini bisa kita lihat bagaimana adegan para pejabat di kedutaan, bahkan niat untuk membantu saja tidak ada. Permintaan Jeong Yeon untuk memberinya seorang penerjemah tidak pernah digubris, bahkan pemerintah berkilah bahwa di Karibia tidak ada orang Korea sama sekali, padahal di sana ada beberapa orang Korea yang belajar (mahasiswi) dan sudah tinggal selama 3 (tiga) tahun.

Lebih greget lagi, ketika berkas yang bisa membebaskan Jeong Yeon masuk “tempat sampah” karena dianggap berkas lama yang tidak akan dipakai lagi. Ya, Jeong Yeon terlupakan begitu saja. Duh, adegan ini bikin geleng-geleng kepala. Padahal teman suami Jeong Yeon yang menjebak Jeong Yeon agar pergi ke Prancis sudah tertangkap dan mengakui bahwa koper berisi kokain itu bukan milik Jeong Yeon. Tapi pernyataan ini tidak pernah sampai ke pengadilan Karibia karena berkasnya udah masuk tong sampah itu tadi.

Di Korea, Jong Bae yang tidak menyerah akhirnya menarik perhatian media. Rakyat mengecam! Kisah istrinya pun menjadi viral, membuat pemerintah akhirnya bertindak serius.  Endingnya Song Jeong Yeon akhirnya pulang kembali ke Korea, pegawai kedutaan di demosi semua.

Sumber : Majelis Tausiyah Cinta


SUDUT PANDANG LAIN


Memang benarlah kata pepatah, “lebih baik hujan batu di negeri sendiri, daripada hujan emas di negeri lain.” Meskipun saya lebih memilih hujan emas di negeri sendiri hihihi. Benar, bagi banyak orang, tanah air atau kampung halaman tak bisa tergantikan, walaupun banyak emas di dulang di negeri orang. Coba aja dengerin lagu “Tanah Airku” oleh Sundari Soekotjo, berlinang-linang kan? -Tapi jangan lupa ya, kalo "the real kampung halaman" kita adalah akhirat-

Terlepas dari Jeong Yeon dalam film dan fakta terdekat yang sedang kita hadapi sekarang, yakni ABK Muslim yang mati merana di tengah laut. Abainya peran negara adalah salah satu yang tidak bisa kita elakkan. Ini bukan hanya tentang Korea atau Indonesia saja, di luar sana pasti ada negara-negara yang tidak berdaya menolong rakyatnya dan memberi mereka keamanan dan kesejahteraan sebagaimana seharusnya. Beginilah, produk kehidupan karena kapitalisme, yang landasannya sekulerisme. Bukan benar dan salah yang menjadi panduan, apalagi halal dan haram. Tapi asas untung dan rugi.

Berbeda kala Islam memimpin dunia, panduannya adalah hukum syara. Lihatlah bagaimana khalifah Mu’tasim Billah menaklukkan kota Amuriah hanya karena seorang muslimah dilecehkan oleh salah seorang tentara Romawi. Perlindungan total yang dipersembahkan kepada rakyatnya. Kenapa? Karena itu adalah perintah Allah.

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Kepemimpinan Islam, tidak akan membiarkan rakyatnya diperbudak oleh bangsa lain, jangankan diperbudak, dilecehkan saja, negara akan ambil peran sebagai tameng!

Kepemimpinan Islam, tidak akan membiarkan rakyatnya tidak mendapatkan haknya sebagai seorang muslim, termasuk hak dimandikan, dikafani, disalati ketika meninggal, bahkan jika ia meninggal di atas laut. “Jika seseorang mati di atas kapal atau perahu, dan tepian lautan jauh atau ada kendala lainnya, maka wajib memandikannya, mengafaninya, menyalatinya, kemudian diletakkan di antara dua papan, lalu ditenggelamkan ke dalam lautan. Dan boleh diberi pemberat agar bisa sampai ke dasar lautan.” (Al-Minhajul Qawim)

Pengurusan jenazah termasuk hukum syara’ yang fardu khifayah, artinya bila tidak ada yang melaksanakan sesuai hukum syara', maka seluruh umat Islam akan dibebankan dosa. Termasuk kita-kita yang bahkan tidak kenal dengan saudara-saudara ABK itu. Entah ada berapa orang yang seperti Ari dan Sapri. Entah ada berapa banyak “warisan dosa” yang menjadi beban kita karena tidak tegaknya Islam. Entah..

000

Note : Perbudakan modern yang dimaksud di sini berupa eksploitasi tidak manusiawi hingga berujung pada kekerasan hingga kematian; ketidaklayakan makanan dan minuman (minum air laut); jam kerja yang panjang dan upah yang tidak semestinya (1,7 juta setahun) (Sumber : Tirto.co.id).

Umar Ep 8 : Marah yang Membawa Pada Islam

Film (yang diklaim) Islami dan (menurut saya) paling mendekati sejarah ya Umar Series besutan MBC Grup ini. Menceritakan masa 4 tahun sebelum kenabian hingga akhir hidup Umar Bin Khattab RA.

.
Drama ini terdiri dari 30 episode dengan durasi kurleb 45 menit per episode. Dengan durasi segitu, drama ini ga bakal bikin "eneg". Yah, bila dibandingkan dengan Dirilis Ertugrul atau Kurulus Osman yang punya durasi lebih dari 2 jam per episode. Meskipun (masih menurut saya) kedua drama populer produksi Mehmet Bozdag  ini pun paling dekat dengan sejarah, apalagi kalo adegan romansanya dikurangi banyak kaya drama Umar, makin top deh..

Alhasil, kamu akan memilih menonton ulang Umar daripada Ertugrul atau Usman sebagai salah satu pilihan kala suntuk selama masa karantina. Work From Home terkadang bikin penat juga bukan?? :D

Baca juga : 4 Tips Agar Work From Home Tetap Produktif Selama Ramadan


Ketika menonton drama Umar, karena menurut saya bagus, rasanya ga pengin skip-skip. Jadi, semua adegan dan dialog saya pantengin. Biasanya kalo nonton drama saya suka skip, kalo bukan adegan pemeran utama drama biasanya saya ga nonton. Hehe

Episode 8 dengan tajuk 'Masuk Islamnya Umar bin Khattab' termasuk episode yang sukses bikin mata berkaca-kaca.


Adegan ketika Abu Hakam bin Hisyam menghina Rasulullah SAW jadi berasa pengin ninju itu muka si Abu Hakam. Untunglah adegan berlanjut terus seperti kisah yang sering kita dengar. Seorang wanita melaporkan perlakuan buruk Abu Hakam pada sang paman, Hamzah bin Abdul Muthollib.

Marah dong Hamzah, mewakili kemarahan ummat aka saya yang menonton. Dan mewakili umat juga untuk nonjok si Abu Hakam. Haha

"Apakah kau akan menganiayanya (Muhammad) jika aku masuk agamanya?" Kata Hamzah. Para pembesar Quraisyi seketika kaget dan khawatir ucapan Hamzah yang diucapkan saat marah ia wujudkan. Waktu itu pembesar Quraisyi menganggap bahwa Hamzah mengatakan itu karena tidak terima keponakan kesayangannya diganggu.

Tapi ya, Hamzah lalu memacu kudanya menuju rumah Nabi yang mulia untuk memberi perlindungan dan menyatakan keislamannya. Sweet banget deh uncle satu ini 😍


Adegan selanjutnya milik Umar. Diapun terbakar emosinya menyaksikan para pembesar Quraisyi saling tonjok. Dia sampai pada satu kesimpulan bahwa biang keladi masalah ini adalah : Muhammad. Tak tanggung-tanggung, Umar langsung bertekad untuk membunuhnya. Di siang bolong lagi. Tanpa plan cadangan, bunuh Muhammad lalu menyerahkan diri untuk dibunuh. Selesai perkara, begitu pikirnya.

Nyatanya di tengah jalan ia masih dibuat marah lagi, ketika ada yang mengadukan adiknya Fathimah binti Khattab, telah menjadi pengikut Rasulullah. 

Bayangkan, kamu akan membunuh seseorang, tp mendapati kenyataan bahwa adik kesayangan telah menjadi orang yang rela mati untuk orang yang akan kamu bunuh. Double patah hatinya, double marahnya 😲

Tapi apa yang terjadi? Umar ra keluar dari rumah hari itu dalam keadaan ingin membunuh seseorang, namun ia kembali pulang dalam keadaan ingin melindungi orang yang tadinya ingin dia bunuh, bahkan dengan segenap jiwa dan raganya. Iya, Umar ra telah masuk Islam!


Abu Jandal pun begitu, putra Suhail bin Ash ini tahu bahwa saudaranya, Abdullah telah masuk Islam dan berusaha membujuknya agar masuk Islam juga. Ia bukannya tak percaya pada apa yang diserukan adiknya, ia hanya merasa kurang yakin. Bahkan, dengan segenap daya dan upaya ia berusaha melindungi Abdullah dari "hukuman" ayahnya yang tidak terima Abdullah menjadi pengikut Rasulullah SAW.

Hingga suatu ketika, menggunakan Abu Jandal, Suhail menjebak Abdullah. Dikatakan Suhail dan kerabatnya yang lain ingin Abdullah menjelaskan tentang Islam, namun ternyata itu hanya trik untuk mengurung Abdullah. Abu Jandal tidak terima, ia merasa dijebak dan diremehkan. Saat itu pula ia menyatakan keislamannya di depan sang ayah, membuatnya dikurung pula bersama saudaranya.

Maha Besar Allah dengan Segala Kuasanya. Ia memberi petunjuk kepada sesiapa saja yang Ia kehendaki. Pada akhirnya Hamzah, Umar, Suhail, Abdullah dan Abu Jandal menjadi mukmin yang namanya tercatat dalam sejarah. Sisa hidup dan akhir hidup mereka hanyalah untuk Islam. MasyaAllah..

Film ini keren, buat kamu yang ingin tahu betapa amazing-nya Islam dan betapa umat butuh akan khilafah -sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia-

Sayangnya, drama ini tak berlanjut (sepanjang yang saya tau). Bagus sekali bila ada seri drama sahabat-sahabat lainnya. Bila ada, ingin sekali saya menonton drama tentang Salman Al-Farisi, kisah hidupnya lengkap. Pernah menjadi perantau, budak, ahli strategi perang, pedagang dan pernah pula menadi gubernur Persia. Jangan lupakan kisah cintanya yang "tak biasa" Hmm..

Nah, kalo kamu.. Drama tentang sahabat (Rasulullah) yang mana yang ingin kamu tonton??



Senjata Menghadapi Corona : IMUN


Tidak terasa hampir sebulan (atau mungkin lebih), kita, rakyat Indonesah hidup di bawah bayang corona. Anak-anak pada home learning di rumah, sebagian aktivitas ekonomi tutup, anjuran maksimal untuk ‘work from home’. Social distancing dan jaga jarak diberlakukan. Tapi yang benar-benar #dirumahaja sebenarnya ga banyak, nyatanya masih banyak masyarakat yang keluar rumah, bukan karena gak paham bahaya corona, tapi karena perut lapar tak bisa ditunda. Sementara segenggam nasi tidak jatuh sendiri seperti hujan. Mengharapkan penguasa, bagai api jauh dari panggang.


Corona membawa pengaruh besar dalam aktivitas ekonomi. Salah satunya adalah terjadinya perubahan jenis permintaan barang. Produk seperti masker, hand sanitizer, cairan desinfektan, face shield, hazmat,  vitamin, produk-produk kesehatan yang menunjang terbentuk dan terjaganya sistem imunitas tubuh melonjak drastis. Tak jarang, barang-barang tersebut kemudian menjadi langka di pasaran. Tak jarang pula, harganya melonjak seram, lebih seram dari kuntilanak jadi-jadian.

Sebagai contoh ya mak.. Hand sanitizer mini yang dijual kurang dari Rp. 5.000,- di masa sebelum ada pandemi corona, saya pernah temui dijual dengan harga Rp. 36.000,- Itu artinya barang yang mungil ini harganya naik 7x lipat. Pernah juga lihat sebuah postingan di marketplace facebook harga 1 box masker isi 50 bisa mencapai harga Rp. 650.000,- padahal di masa biasa, sebelum ada pandemi corona, harga 1 box itu tidak sampai Rp. 100.000,- Alamak duit segitu buat saya udah bisa ngisi kulkas sebulan. Akhirnya urusan masker saya siasati dengan masker kain atau memanfaatkan banyak cadar/niqab yang ada di rumah. Sangat menghemat!

Menghadapi corona kita butuh 2 (dua) hal yakni : imun dan iman. Di tulisan ini saya bahas imun dulu yaa,, mudah2an versi imannya bisa juga ketulis hehe. Imunitas tubuh bisa didapat dengan olahraga, makan-makanan yang cukup, halal dan thoyyib; istirahat yang cukup dan memberi asupan vitamin atau suplemen pada tubuh. Alhasil, produk-produk seperti vitamin, madu, empon-empon dll menadi produk yang diburu masyarakat.

Dan di Jember, di kota saya berada, vitamin C mulai sulit ditemukan. Kalopun ada apotek/toko yang masih ada stok, pembelian hanya dibatasi 1 produk untuk 1 orang. Beli pake KTP mak..  itupun harga tentu harga khusus corona. Hoohh.. Sesak dadakuh. Ga pake harga khusus corona aja, banyak yang ga bisa beli, apalagi ketika harganya naik. Ga bisa juga salahin yang jual, karena ia juga terkungkung kapitalisme!

Di rumah saya pun ada perubahan yang terjadi. Sebelum ini, saya tidak terlalu peduli dengan produk-produk imunitas begituan. Minum vitamin C aja kalo tiba-tiba kena sariawan. Makan buah jarang-jarang. Kalo pusing minum panadol lalu tidur. Akutuh yang penting kenyang dengan makanan berat halal dan thoyyib udah cukup. Sesimple itu.. hehe

Tapi gara-gara corona, di kulkas ada produk-produk baru, khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sebagai ikhtiar karena hidup di bawah bayang-bayang corona. Saya siapkan lebih dari 1 (satu), dari yang harganya mahal sampai yang harganya murah. Tidak semuanya saya minum setiap hari secara bersamaan. Tapi konsumsi 1 (satu) produk sampe habis baru nanti ganti produk lain. Tujuannya? Ngirit! Haha..

Ketika aku nulis blog inih, di rumah ada 4 produk yang menunjang imunitas tubuh :


1.       Prima Propolis Plus

Produk ini kece banget. Ketika isu corona di Indonesia mulai ramai, ada penelitian yang menyebutkan bahwa propolis bisa jadi penangkal virus. Gak heran sih, tiap tetes PPP mengandung ragam senyawa bioaktif dari jutaan vegetasi di dunia yang bebas polusi. Produk ini penting banget untuk menjaga kesehatan tubuh maupun mengatasi berbagai penyakit. Produksinya melalui proses penelitian yang cermat, formulasi yang tepat dan seimbang, teknologi mutakhir, ditangani oleh tenaga profesional, serta pengawasan mutu yang ketat.

Pernah suatu sore saya pusing kepala sebelah, udah dibawa makan kenyang dan istirahat, malah pusingnya tambah parah. Mungkin karena darah rendah. Kalo udah begini biasanya saya butuh 2 (dua) hari untuk sembuh, disambi minum panadol 2-3 butir. Waktu itu karena stok panadol kosong, akhirnya sebelum tidur saya minum 5 tetes PPP ini dan air hangat. Esok pagi kepala pusing pun ambyar, badan segarr.. hehe

Harga : Rp. 189.000,-
Berat : 10 ml (kira-kira bisa +/- 200 tetes)
Kemasan : Botol pipet
Dipasarkan oleh : B-Erl

Nb. Karena saya salah seorang reseller resmi B-Erl, segala produk B-Erl termasuk Prima Propolis Plus ini bisa yang di order di sini. Hehehe


2.       Madu Hutan Jember

Dari zaman dahulu kala, madu sudah dipercaya dan dibuktikan secara empiris memiliki banyak khasiat dan kegunaan. Termasuk untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus membantu penyembuhan berbagai macam penyakit fisik dan non medis, sihir dll

Nah, madu kali ini yang saya konsumsi adalah madu lokal yang dihasilkan dari lebah atau tawon liar dan tanpa diternak yang berasal dari hutan di wilayah Jember. Madu ini dijamin asli ya ga kaleng-kaleng. Bonusnya lagi, beli madu ini dapet plus doa-doa ruqyah. Rasanya manis dan nikmat. Anak kecil pasti suka. Setiap hari saya dan ananda mengkonsumsi 1 (satu) sendok madu di pagi hari.

Harga : Rp. 150.000,-
Berat : 625 gr
Kemasan : Jerigen mini dari plastik yang kokoh
Dipasarkan oleh : SAHABAT RUQYAH


3.       Sarlem Jus

Kalo bukan karena corona, saya ga akan pernah minum buah satu ini, entah mau disajikan dalam bentuk apapun. Karena rasa kecut bukan favorit saya, lidah saya lebih bersahabat dengan es teh manis. Untunglah sarlem jus bisa dicampur dengan madu atau gula. Hehe

Awalnya saya pikir sarlem jus ini 1 (satu) botol untuk sekali minum. Dengan harga segitu, awalnya saya berpikir ini mahal. Tapi ternyata cara minumnya adalah mencampur 2 sendok sarlem jus dengan air hangat. Sebotol begini bisa untuk pemakaian 1-2 minggu.

Sarlem jus ini selain untuk kecantikan dengan mencerahkan kulit dan dijadikan masker, bisa juga untuk membuang racun dan meningkatkan imunitas tubuh. Eh, bisa juga untuk diet loohh..

Harga : Rp. 50.000,-
Berat : 250ml
Kemasan : Botol
Dipasarkan oleh : Agen dan reseller Sarlem Jus


4.       Stimuno Empon-empon

Empon-empon seperti temulawak, kunyit, jahe, temu kunci, sereh sempat menjadi viral karena kandungan aktif dari empon-empon itu juga bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal virus. Sempat loh harga empon-empon itu melesat tajam alias mehong.

Tapi, kalo soal jamu, rakyat Indonesia mah ahlinya ya. Penjualan jamu ga kalah dengan penjualan permen, mulai dari penjual gendongan, pake sepeda motor, kios jamu hingga perusahaan jamu nasional ada di Indonesia.

Saya sendiri termasuk orang yang gemar ama jamu. Kalo ada tukang jamu lewat saya pasti beli. Sayang pedagang jamu keliling mulai jarang, mungkin penghasilan dari sana sudah tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian menjulang.

Harga : Rp. 30.000,-
Berat : 200 gr
Kemasan : Bungkus Plastik
Dipasarkan oleh : Home made


5.       Orange Flavor; Vitamin B+C

Vitamin 1 (satu) ini impor dears, dibeli di drugstore Australia. Bisa ada di kulkas saya gegara dibawakan suami ketika pulang ke Indonesia. Sebenarnya vitamin ini udah menginap lama di rumah, jauh sebelum pandemi covid-19 nyampe di Indonesia. Tapi sampe sekarang masih ada stok karena saya jarang banget minum vitamin. Hehe

Vitamin C merupakan salah-satu vitamin yang sangat bagus untuk menunjang daya tahan tubuh. Tapi dosis untuk kita max 1000gram per hari yaa

Harga : -
Berat : isi 15 tablets
Kemasan : Tube
Dipasarkan oleh : Drugstore di Australia

Nah, itu dia teman “wajib” saya yang ada di rumah. Sebisa mungkin sih, tetap ngirit yaa.. karena corona berdampak krisis dimana-mana. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Semoga Allah segera mengangkat ujian ini. Aamiin.. Bagaimana denganmu??


Corona Bikin Sumpek; Mandi Dengan Vitalis Bikin Rileks


Corona dimana-mana. Di dunia nyata maupun dibahas di dunia maya. Banyak orang di berbagai kota di karantina. #DirumahAja nyambi ngurus keluarga jadi agenda.


Etapi, tak terasa hati menjadi resah melihat berita, ketika penderita makin lama jumlahnya makin menggurita. Akhirnya emak hanya bisa mengelus dada, korban positif bikin tak tega.

Bagaimana kabar kisanak dan nyisanak di sana? Semoga Allah hindarkan dari wabah corona. Yang di sini hanya bisa berdoa. Dalam malam-malam sepertiga. Semoga badai berlalu segera.

Panik dan cemas jadi merata. Termasuk pada saya, seorang ibu rumah tangga dengan satu ananda. Pusing pun melanda. Emak butuh perubahan suasana, romansa, cinta dan wangi bunga. Agar hati kembali lega.

Eh iya, ada Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang mempesona. Cocok membuat nestapa berubah jadi bahagia. Karena mandi kini penuh aroma, selain tentunya bikin segar lebih tahan lama. Dijamin tak akan bikin kecewa. Membuat kita melupakan sejenak tentang corona 😁

Jangan khawatir, jangan merana. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash punya 3 (tiga) varian aroma. Favorit semua kawula, baik yang tua maupun muda. Mau tau apa saja??

Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


1. White Glow -Skin Brightening-

Kulit halus, lembut, tampak bersinar adalah impian banyak wanita. Maka varian white glow ini bisa jadi pilihan utama. Dengan licorice dan susu sebagai bahan utama. Kulit impian serasa di depan mata.

Wangi semerbak dari sabun ini mudah melanda. Saya pun terpana dan jatuh cinta. Rasanya ingin mandi lebih lama. Ternyata parfum fruity (cherry, rasberry, marshmallow, gardenia) yang membuat aroma kuatnya tercipta. Sekali lagi, kamupun tak akan kecewa!


2. Fresh Dazzle -Skin Refreshing-

Saya bisa mendapatkan kulit segar yang didamba. Kamu juga. Dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle dalam botol tosca. 

Extrak Yuzu Orange, Green Tea kaya anti oksidan secara menakjubkan adalah bahan utamanya. Jangan lupa wangi parfum segar Bergamot, Floral Bouquet hingga musk amber turut ambil andil dalam varian yang bikin lembut, halus dan segar senantiasa.


3. Soft Beauty -Skin Nourishing-

Siapa yang tak tahu bahwa avocado memiliki kandungan vitamin E yang kaya. Kulit menjadi kenyal dan halus adalah salah satu manfaatnya. Wangi parfum fruity aldehydic, rose, violet, tonka bean dan sandalwood merupakan perpaduan sempurna, melahirkan wangi parfum dengan khas mewah tiada tara.

Kamu mesti coba varian satu ini, seperti rasa yang tak pernah bohong, aroma pun tidak akan berdusta.

Pemakaian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Menurut Saya



Saat sebuah benda gepeng menyajikan banyak berita dunia. Melahirkan berbagai rasa dari suka hingga duka. Termasuk corona yang bikin geleng-geleng kepala. Mandi jadi ritual menumbuhkan rileksasi jiwa. Sejenak melupakan pening di kepala. Berganti semangat menyambut banyak agenda bersama ananda.

Rasa suka dan cinta seperti tak ada beda. Menggelegak menjadi sukacita. Mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash laksana mandi parfum ala putri raja. Aku suka.. aku suka..

Kualitas produk yang begitu unggulan ini tentu tercipta bukan dari sembarang produsen ya. PT UNZA VITALIS (bagian dari Wipro Consumer Care Lighting Group) selaku produsen Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash adalah produsen dan pemasar produk perawatan tubuh terkemuka.

Secara empiris telah terbukti kejayaannya, lebih dari 24 merek unggulan telah diproduksi dan dipasarkan di berbagai belahan negara di Asia. Termasuk Asia Tenggara, China, India dan sekitarnya.

Tak sulit bukan mandi parfum setiap hari di istana kita (rumah sendiri, red)?? Karena Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini bisa didapatkan di supermarket dan minimarket terdekat di kota tercinta, atau belanja daring di dunia maya. Untuk info lebih lanjut jangan lupa kepoin media sosialnya @pesonavitalis 

Selamat menikmati aroma 😊😁