Corona Bikin Sumpek; Mandi Dengan Vitalis Bikin Rileks


Corona dimana-mana. Di dunia nyata maupun dibahas di dunia maya. Banyak orang di berbagai kota di karantina. #DirumahAja nyambi ngurus keluarga jadi agenda.


Etapi, tak terasa hati menjadi resah melihat berita, ketika penderita makin lama jumlahnya makin menggurita. Akhirnya emak hanya bisa mengelus dada, korban positif bikin tak tega.

Bagaimana kabar kisanak dan nyisanak di sana? Semoga Allah hindarkan dari wabah corona. Yang di sini hanya bisa berdoa. Dalam malam-malam sepertiga. Semoga badai berlalu segera.

Panik dan cemas jadi merata. Termasuk pada saya, seorang ibu rumah tangga dengan satu ananda. Pusing pun melanda. Emak butuh perubahan suasana, romansa, cinta dan wangi bunga. Agar hati kembali lega.

Eh iya, ada Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang mempesona. Cocok membuat nestapa berubah jadi bahagia. Karena mandi kini penuh aroma, selain tentunya bikin segar lebih tahan lama. Dijamin tak akan bikin kecewa. Membuat kita melupakan sejenak tentang corona 😁

Jangan khawatir, jangan merana. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash punya 3 (tiga) varian aroma. Favorit semua kawula, baik yang tua maupun muda. Mau tau apa saja??

Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


1. White Glow -Skin Brightening-

Kulit halus, lembut, tampak bersinar adalah impian banyak wanita. Maka varian white glow ini bisa jadi pilihan utama. Dengan licorice dan susu sebagai bahan utama. Kulit impian serasa di depan mata.

Wangi semerbak dari sabun ini mudah melanda. Saya pun terpana dan jatuh cinta. Rasanya ingin mandi lebih lama. Ternyata parfum fruity (cherry, rasberry, marshmallow, gardenia) yang membuat aroma kuatnya tercipta. Sekali lagi, kamupun tak akan kecewa!


2. Fresh Dazzle -Skin Refreshing-

Saya bisa mendapatkan kulit segar yang didamba. Kamu juga. Dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle dalam botol tosca. 

Extrak Yuzu Orange, Green Tea kaya anti oksidan secara menakjubkan adalah bahan utamanya. Jangan lupa wangi parfum segar Bergamot, Floral Bouquet hingga musk amber turut ambil andil dalam varian yang bikin lembut, halus dan segar senantiasa.


3. Soft Beauty -Skin Nourishing-

Siapa yang tak tahu bahwa avocado memiliki kandungan vitamin E yang kaya. Kulit menjadi kenyal dan halus adalah salah satu manfaatnya. Wangi parfum fruity aldehydic, rose, violet, tonka bean dan sandalwood merupakan perpaduan sempurna, melahirkan wangi parfum dengan khas mewah tiada tara.

Kamu mesti coba varian satu ini, seperti rasa yang tak pernah bohong, aroma pun tidak akan berdusta.

Pemakaian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Menurut Saya



Saat sebuah benda gepeng menyajikan banyak berita dunia. Melahirkan berbagai rasa dari suka hingga duka. Termasuk corona yang bikin geleng-geleng kepala. Mandi jadi ritual menumbuhkan rileksasi jiwa. Sejenak melupakan pening di kepala. Berganti semangat menyambut banyak agenda bersama ananda.

Rasa suka dan cinta seperti tak ada beda. Menggelegak menjadi sukacita. Mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash laksana mandi parfum ala putri raja. Aku suka.. aku suka..

Kualitas produk yang begitu unggulan ini tentu tercipta bukan dari sembarang produsen ya. PT UNZA VITALIS (bagian dari Wipro Consumer Care Lighting Group) selaku produsen Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash adalah produsen dan pemasar produk perawatan tubuh terkemuka.

Secara empiris telah terbukti kejayaannya, lebih dari 24 merek unggulan telah diproduksi dan dipasarkan di berbagai belahan negara di Asia. Termasuk Asia Tenggara, China, India dan sekitarnya.

Tak sulit bukan mandi parfum setiap hari di istana kita (rumah sendiri, red)?? Karena Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini bisa didapatkan di supermarket dan minimarket terdekat di kota tercinta, atau belanja daring di dunia maya. Untuk info lebih lanjut jangan lupa kepoin media sosialnya @pesonavitalis 

Selamat menikmati aroma 😊😁

Ketika Harus Lockdown Karena Corona

Memakai masker salah satu upaya membentengi diri dari Corona.

Maksud lockdown sebenarnya mengunci setiap akses keluar dan masuk. Kalo di Jember mungkin lebih tepatnya disebut social distancing karena yang libur adalah anak sekolah tingkatan SD s/d SMA. Itupun yang sedang ujian ada yang tetap masuk. Anak-anak kuliah dan kantor-kantor usaha tetap masuk, pelayanan publik tetap ada yang buka. Bedanya sekarang di kantor-kantor itu ada botol hand sanitizer besar sebagai fasilitas untuk karyawan 😁 

.
Heboh corona bagi saya berefek waspada (atau panik? πŸ˜‚). Awalnya di rumah merasa cukup cuci tangan pake air keran, atau wudhu tiap kali sholat. Kemarin untuk pertama kali saya beli hand wash 🀣 tapi akhirnya kebanyakan cuci tangan malah membuat tangan jadi panas.
.
Awalnya saya suka beli pisang karena anak bujang suka pisang goreng, kemarin saya membeli pisang dengan tujuan mencegah diri dari corona, setelah lihat sebuah video yg menjelaskan bahwa ilmuwan Australia menemukan kandungan pisang bagus untuk imunitas terhadap covid-19 ini. Sekali menyelam, 2-3 pulau terlampaui kan? πŸ˜…
.
Tapi, ada juga yang santuy menghadapi heboh corona. Salah satunya tukang sayur langganan. Dia bilang, "Kalo saya libur, anak saya terus makan apa bu?" Katanya ketika saya tanya kenapa kok malah 'berkeliaran' padahal harusnya lockdown di rumah selama 2 (dua) minggu. Ya, meskipun kalo dia beneran ikutan lockdown, saya belanja kebutuhan sehari-hari kemana dong?? πŸ€”πŸ˜Œ
.
Iya, susah memang menerapkan lockdown sekalipun ada wabah mematikan yang menyerang. Terutama di negeri ini. Kenapa? Karena rakyat terbiasa mengurus dirinya sendiri, alias auto pilot. Maka hidup dan mati kita tergantung kerja kita. Sekalipun kita harusnya di lockdown alias bertapa di rumah.
.
Saya bayangkan, mungkin pandemi semacam zombie dalam drama the Walking Dead saja yang akan membuat rakyat mau lockdown dengan sendirinya. Itupun kalo tidak sibuk mempertahankan diri. Ooppss..
.
Nyatanya, bahkan ada yang memanfaatkan lockdown 2 (dua) minggu ke depan sebagai liburan dan tempat-tempat wisata tetap gencar promosi namun dengan jaminan penyediaan hand sanitizer. Serius, ini saya pernah dapet WA begini dari sebuah resto dan homestay cukup terkenal di Jember. Katanya, "Hotel bebas corona." Hihi 😁

Sumber : DI's Way

Idealnya bagaimana kalo suatu kawasan atau negeri harus benar-benar lockdown karena ada pandemi? Ya, seharusnya negara dalam hal ini bisa dijadikan sandaran. Karena negara adalah garda terdepan dalam melindungi rakyatnya. Bukankah Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)
.
Negara juga harus sangat amat tegas dalam mengawal "penutupan" kantor-kantor usaha yang tidak bergerak di bidang pokok kebutuhan ummat. Misal rumah sakit dan distributor farmasi tetap buka, karena dibutuhkan dalam menunjang kesehatan masyarakat. Namun tak perlulah pabrik dan distributor es krim ikut buka. Kalau perlu negara menanggung kerugian yang terjadi akibat ditutupnya perusahaan sementara. Hehe 😎
.
Begitu juga dengan pusat pelayanan publik, misalnya ada kompensasi keterlambatan mengurus SIM, KTP dll selama proses lockdown.
.
Tak lupa, yang paling penting adalah melarang yang berada di dalam negeri untuk keluar dan orang asing untuk masuk ke dalam negeri. Karena walaupun lockdown berlaku dengan baik, kalo orang asing masih bisa seliweran keluar-masuk, sia-sia lockdown ini.
.
Lalu, timbul pertanyaan besar, berarti butuh biaya besar ya untuk lockdown? Dan berapa kerugian yang akan timbul akibat lockdown?
.
Pastinya pertanyaan ini muncul, terutama pada orang atau penguasa yang otaknya udah dijejali dengan kapitalis. Perhitungan untung-rugi jadi kalah dengan hidup-mati rakyat. Miris!! Padahal sejatinya tugas negara lah untuk mengurus rakyatnya, jangan sampai karena Corona jadi tepar apalagi terkapar. “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)
.
Sistem kapitalis melahirkan pemimpin yang berkarakter dealer (pedagang), bukan berkarakter leader (pemimpin). Karena itu penerapan lockdown hanya sebagai himbauan bukan sebagai peraturan (kewajiban). Tentu saja bagi banyak kalangan hal ini dengan mudah tidak diindahkan dengan alasan dan kepentingan masing-masing. Dalam hal ini negara harus menjembatani kepetingan-kepentingan itu, misal penyediaan pangan bagi yang tidak mampu.
.
Itulah kenapa kita butuh menerapkan sistem Islam. Karena standar perbuatan di dalam Islam bukan perhitungan untung-rugi tapi halal-haram yang berupa hukum-hukum syariat. Amr bin Ash adalah contoh pemimpin yang sukses memberikan contoh dalam penanganan wabah ketika ia memimpin Syam. Sejarah kesuksesannya tidak lepas dari fakta bahwa, pada masa itu dunia dipimpin oleh Khilafah, sistem pemerintahan Islam yang mengayomi dan terniat mengatasi wabah.
.
Semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin. Dan semoga corona segera berlalu..
.
.
Jember, 19 Mar 2020

Pelakor Merajalela?? Begini Cara Mengatasinya!

Mau ngomongin yang sensitif dikit boleh kali yaa.. apa itu? P.E.L.A.K.O.R alias perebut laki orang. Ga usah dijelasin ya definisinya apaan, emak udah paham sampe ke palung-palungnya ini mah..

.
Masih inget viral #layanganputus ? Cerita yg awalnya tanpa nama (nama fiktif), tiba2 serasa menemukan "jodoh"nya, bisaan aja emak netizen nemunya. Radar sensitip emak langsung bekerja kalo ada indikasi pelakor. Andai kasus Harun Masiku itu terkait pelakor, pasti hari ini udah ketangkep. Digeruduk emak-emak netijah 😁🀣
.
Back to laptop, lakon pelakor pernah juga mampir di telinga. Beberapa kali malah. Anehnya dari beberapa cerita dengan tema yang sama terdapat kesamaan dalam "jobdisk" pelakor.
.
Pelakor tentu mengincar pria yang telah memiliki pasangan sah. Umumnya bukan pria biasa, pria mapan yang bikin nyaman. Mungkin bagi mereka itu tantangan, padahal kalo laki mereka direnggut juga bakal mewek ya. Egois banget.. 😀
.
Pelakor biasanya malah ga mau dinikahi, tapi dijadikan simpanan mau. Alasannya tidak mau jadi yang kedua, maunya jadi satu-satunya. Padahal sejatinya, dengan dijadikan simpanan. Harkat, martabat dan kehormatannya sedang diinjak habis-habisan oleh si pria.
.
Kalo udah tahap begini, biasanya pasangan sah suka diteror agar minggat. Padahal yang memilih pria beristri kan dia sendiri. Jangan alasan pria menggoda dulu, karena kalo ga ada persetujuan  ya ga akan ada perselingkuhan kan?? (Tapi cowok begini perlu diulek ye makk..)
.
Belum lagi, pelakor sebenarnya tidak merasa salah atas perbuatannya mengusik rumah tangga orang. Karena ada satu mantra sakti yang akan mereka keluarkan : SUKA SAMA SUKA. Bahkan hukum pun tidak berkutik terhadap "pelanggaran seksual" atas dasar suka sama suka. Makin menyuburkan spesies manusia satu ini.
.
Gmn mak udah kesel? Siapa yang salah jadinya? Ya semua! Apapun alasannya merusak rumah tangga orang itu maksiat. Apapun alasannya selingkuh itu ya maksiat.
.
Namun perlu kita tau juga bahwa inti kenapa bisa ada "salah" itu karena adanya jebakan batman. Yakni sistem pergaulan liberal yang bikin kacau moral. Laki-laki dan perempuan tidak punya batas jelas berinteraksi. Hak asasi sering jadi dalangnya.


Ga heran sekarang tuh banyak istilah aneh2. Salah satu yang saya tau "friend with benefit", statusnya temen, tapi benefitnya udah kaya suami istri. Pelayanan totalitas dari segala lini mulai dari kasur, sumur dan dapur (you know what i mean lah yaa).
.
Dan di negara-negara barat kumpul kebo alias tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan itu udah biasa. Jomblo udah bukan lagi soal ga punya pacar, tapi kalo tidak punya teman tinggal bersama. Sekali lagi hak asasi katanya..
.
Ada lagi "one night stand", istilah untuk kencan semalam. Kencan yg intercouse ya, bukan kencan yang ngobrol semaleman di teras rumah. Ketika pagi telah datang, pasangan ONS akan berpisah seperti ga pernah bertemu. Padahal mereka baru ML guys!! Luka tapi tak berdarah rasanya 😱😱
.
Ga hanya tumbuh suburnya pelakor, dampak sistem sosial dan sistem pergaulan liberal berdampak pula pada maraknya pelecehan seksual, LGBT, hingga kekerasan dalam rumah tangga dan dunia kerja, yang kebanyakan korbannya adalah PEREMPUAN!
.
Sampe sini setuju ya kalo perempuan perlu dilindungi dan dimuliakan??
.
Sayangnya #timfeminis salah menganalisa sumber masalah. Kejadian buruk yang diterima oleh perempuan dari zaman dulu hingga sekarang, menurut mereka disebabkan oleh ketidaksetaraan gender. Padahal sudah disebutkan tadi bahwa ini semua terjadi karena salah sistem.
.
Katakanlah, suatu ketika perempuan dan laki-laki itu udah setara. Lagipula zaman sekarang udah banyak kok yg begini, udah banyak perempuan bekerja dan berpenghasilan tinggi, yang jabatannya mentereng di swasta dan pemerintahan juga banyak. Tapi nyatanya, masalah kekerasan terhadap perempuan, perzinahan, pelecehan seksual, lgbt dsb masih marak bahkan trendnya makin meningkat dari tahun ke tahun.


Sistem yang salah harus diganti sistem yang benar. Islam sebagai agama satu-satunya yang memiliki sistem sosial dan sistem pergaulan unik sangat mampu menumpas berkembangnya pelakor, perzinahan, pelecehan seksual, LGBT hingga kekerasan pada perempuan.
.
Misal dalam rangka menumpas perzinahan, Islam bahkan melarang untuk mendekatinya. Maka, dilaranglah aktivitas khalwat, ikhtilat, pornografi, pornoaksi hingga kewajiban menutup aurat secara sempurna di depan publik. Mendekati aja ga boleh, peraturannya ketat, apalagi nyemplung di dalamnya.
.
Kalopun terjadi pelanggaran, ada hukuman yang pasti membuat jera. Hukum zina bagi yg sudah menikah adalah rajam dan cambuk bagi yg blm menikah. Hukuman ini wajib pula disiarkan. Dalam hal ini matra "suka sama suka" itu jelas ga akan berlaku ya. Selain bikin kapok juga bikin ngilu dan malu!
.
Tentu saja sistem ini tidak bisa diterapkan oleh individu atau masyarakat seorang diri, tapi penegakannya butuh institusi negara. Khilafah namanya!
.
.
#KhilafahSolusiPerempuan
#TolakFeminisme
#UninstallFeminisme

Sistem Ekonomi Islam; Menyejahterakan Tanpa Memiliki Kelam


Ada yang pernah baca blogpost saya tentang review film Guillotines? Kalo blm, baca dong yah.. 😁

.
Kesan film ini muncul dari dialog Leng yang saya beri warna merah. Intinya makar terjadi karena pemimpin tidak bisa adil dan merata (ekonomi). Jadi, meski satu pemberontak ditumpas akan muncul pemberontakan lain karena masalah sebenarnya masih ada.
.
Bahkan, dalam drama pun tau ya bahwa masalah besar suatu negara itu ya ketimpangan ekonomi bukan radikalisme yang seenaknya saja ditafsirkan sepihak. Kesejahteraan hanya ada pada janji-janji kampanye. But in real life, impossible 😏😢
.
Gara-gara masalah ekonomi pun, bukan hanya makar yg bisa muncul. Tapi perceraian keluarga yg meroket lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi. Yap, dampaknya amat buruk bagi pertahanan dan ketahanan keluarga. Ga heran, kalo penguasa pontang-panting berusaha bikin program ini-itu untuk menyelamatkan keutuhan keluarga mulai dr sertifikasi pra-nikah, KB hingga RUU-KK.
.
Tidak ketinggalan grup feminis ikut menyumbangkan suara dan memberi solusi ala mereka. (Menurut mereka) Ketimpangan terjadi karena perempuan dianggap strata kelas kedua, sehingga kesetaraan gender menjadi solusi yang selalu dikampanyekan oleh tim satu ini.
.
Padahal pokok masalah sebenarnya ada dua : pertama, kesalahan mengartikan pemerataan dan keadilan ekonomi. Sosialis-komuniss mengartikannya sama rata-sama rasa. Padahal tidak mungkin setiap orang itu sama, kebutuhan maupun perasaannya. Saya yakin anda pun tidak mau disama-samakan dengan orang lain. Ye kan??
.
Kapitalis mengartikan ala hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang menang, siapa yang berkuasa dia yang mengendalikan. Dengan materi/harta sebagai ukuran. Istilah kerennya, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. 
.
Kedua, salah pengelolaan sumber daya. Ketahanan ekonomi suatu bangsa runtuh karena sebuah kesalahan simple but trouble : salah urus. Malangnya salah urus bisa menyebabkan segenap umat manusia berada dalam jurang kesengsaraan. Tak hanya cita yang terhempas, cinta pun bisa kandas. Aduh, malang nian hidup di dunia yang beringas!
.
Faktanya, pengelolaan ekonomi yang digunakan oleh dunia sekarang pake cara kapitalis, yang digembar-gemborkan manis, padahal sejatinya bikin nangis.

Sumber : Federasi Mahasiswa Kerakyatan

Itulah mengapa negeri yang SDA nya kaya, namun penduduknya malah lebih banyak yang miskin. Sadar gak sadar, negeri ini sedang dalam jajahan Kapitalis global. Semua kekayaan dalam negeri diangkut ke luar negeri (penjajah) atas nama investasi. Sedangkan rakyatnya sendiri, mau tak mau harus hidup mandiri (auto pilot). 
.
Negara dalam hal ini bukan lagi sebagai pelayan rakyat, tapi sekedar regulator agar kondisi rakyat sesuai narasi investor.
.
Ibaratnya, jika kita petani, kita yang memiliki tanah, bibit dan tenaga. Tapi hasil panen disetor ke negeri asing. Untuk mendapatkan hasil panen kita harus beli. Untuk bisa beli kita harus kerja keras sampe-sampe rumah tangga kandas. "Bukankah itu menyedihkan Ferguso??" πŸ˜ͺπŸ˜ͺ
.
Islam menawarkan solusi yang selain bikin negara lepas dari permasalahan ekonomi, urusan cinta rakyat juga bisa berjalan secara harmoni. Tentunya tanpa menabrak syariat Illahi. Sehingga, saya yakin kalo mbak-mbak feminis mau memahami ini, senyumnya pasti akan tersungging rapi.
.
Sistem ekonomi Islam sudah siap mengayomi permasalahan ruwet akibat ekonomi kapitalis. Salah satunya, merancang agar pengelolaan sumber daya alam tidak jatuh ke tangan asing, tapi wajib dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat. Bila negeri asing memakmurkan diri dari sumber daya alam kita, bukankah kita akan jauh lebih makmur bila mengelolanya sendiri?? Tapi selama kita pake sistem ekonomi kapitalis, ya kita akan tetap jalan di tempat. Menunggu lelah lalu mati. Hoh!
.
Jadi, ketidaksetaraan dan ketidakadilan (ekonomi) memang bikin hidup sengsara. Sebab Islam tak diterapkan. 
.
Wallahu a'lam bis showab..
.
Jember, 12 mar 20

#KhilafahSolusiPerempuan
#TolakFeminisme
#UninstallFeminism

Saat Puteri Indonesia Mengartikan Makna Bahagia

Mudah-mudahan bukan bacaannya aja yang Kaffah. Tapi taat pada-Nya secara Kaffah. Aamiin


Jawa Timur semalam baru menoreh prestasi. Apa itu?? Yup, perwakilannya memenangkan ajang beauty pageant terbesar di Indonesia. Apa lagi kalo bukan Puteri Indonesia. 
Kemenangan ini membuat sang Putri akan bertanding di kontes Miss Universe 2021 nanti.

Hmm.. gimanaa yaaa?? 😁

+
Ketika buka google dan instagram, berita ini ada banyak. Terutama di ig yah, potongan2 videonya bertebaran.

Dari dulu kontes putri2-an macam begini biasanya yang saya perhatikan adalah pertanyaan untuk para finalis kalo mereka masuk top 3. Alias babak yang menentukan mahkota mereka. Apakah mereka akan menjadi pemenang, 1st runner up atau 2nd runner up.

+

"Apa Arti Bahagia Bagimu?"

Itu adalah pertanyaan bagi top 3. Dan saya mengerti kenapa Jawa Timur akhirnya menang. Meskipun menurut saya jawaban mereka tidak ada yang pas.

Saya tertarik bahas ini, karena pertanyaan ini juga sering jadi pertanyaan ketika kita akan mengisi kajian akidah Islam. Jadi, ga perlu jadi finalis Puteri Indonesia untuk ditanya begini. Ngaji Islam Kaffah aja. Ntar diajarin jawaban yang dijamin shohih. Tapi kalo udah tau jawabannya bukan buat ikutan beauty pageant yaa 🀣

+
Bali menjawab bahwa bahagia itu adalah cinta yang kita dapatkan dari ortu, orang lain dsb (kira2 begini jawabannya soalnya jawab pake Inggris, mudah2an tafsir ala saya ga kacau2 amat) 😁

Jawa Tengah menjawab bahwa bahagia itu sederhana, yakni ketika membuat ortunya bahagia. Definisi bahagia mereka berdua selfish banget yaa.. masih berputar di dunia mereka sendiri.

Jawa Timur menjawab bahwa bahagia adalah ketika kita bisa bersyukur atas kelebihan dan kekurangan kita.

+
Pertanyaan tentang arti bahagia ini emang simple. Tapi jawabannya akan menentukan bagaimana kita memaknai hidup. Dan bagaimana kita memaknai hidup akan menentukan bagaimana kita akan menjalani kehidupan ini.

Manusia bisa menjawab apa saja, jawaban seseorang bisa dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, pengalaman hidup, pengamatan, penelitian atau apalah-apalah.

Karena itu jawaban bisa beragam, tapi tidak semua jawaban itu shohih. Jawaban yang shohih tentu saja yang dituntun oleh wahyu.

+
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

+
Ditekankan dalam hadits ini bahwa hidup mukmin lah yang menakjubkan. Bukan orang kafir, munafik, fasik dsb. Dalam keadaan apapun, susah atau senang, mukmin itu bersabar dan bersyukur, maka baginya kebaikan. Siapa sih yang ga bahagia kalo dalam keadaan apapun kita selalu beroleh kebaikan??

Mungkin, karena ada bersyukur-nya, maka Jatim jadi menang yaa.. tuh kan fitrah manusia itu sebenarnya taat kok, juri pun terpana. Haha
Mudah2an fitrah itu menuntun mereka semua menuju hijrah yaa.. πŸ˜‡πŸ˜‡


+
Mukmin memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orang lain yakni iman dan Islam. Tapi memiliki keimanan hakiki tidak hanya sekedar mampu menghafal rukun iman.

Tapi, dia mampu menjawab 3 pertanyaan mendasar (uqdatul kubro) secara shohih. Berpikir mendalam dan cemerlang. Pertanyaan itu adalah: (1) dari mana kita berasal?; (2) untuk apa kita hidup?; (3) kemana kita setelah mati?

Bila shohih menjawabnya, maka makna bahagia kita pun akan shohih. Itulah makna kebahagiaan sejati.

+
(1) Adanya keberadaan kita adalah karena kehendak Sang Maha Pencipta. Tidak mungkin tiba2 ada dengan sendirinya atau diciptakan mahluk lain.

(2) Dan tujuan keberadaan kita diatur pula oleh-Nya yang memberi kehidupan. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat:56)

(3) Hidup yang milik-Nya ini pun akan kembali kepada-Nya kelak bila telah mati. Untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang kita perbuat selama masih hidup di dunia.

+
Surga atau neraka adalah hak prerogatif Allah. Bila inginkan surga, maka aturan mainnya adalah taat, tunduk dan patuh kepada segala syariat-Nya.

Segala syariat (Kaffah), bukan sebagian atau setengah. Ingat ini Islam bukan prasmanan dalam kondangan 😎

Islam itu sendiri mengatur hubungan manusia dengan-Nya, dengan dirinya sendiri dan dengan sesama. That's why disebut sempurnaaa.. (sambil nyanyi ala Gita Gutawa) 😁

+
Masalahnya, terkadang manusia itu mudah merasa puas. Dengan tegak rukun Islam (syahadat, sholat, zakat, puasa, haji) serasa udah cukup bekal ke surga. Sementara syariat lain yang mengatur kehidupannya ia campakkan entah kemana. Diganti liberalisasi dan sekulerisasi. Padahal, tentulah bukan itu yang Dia kehendaki.. 😬

Jadi, bahagia itu adalah ketika kita bisa menjadi mukmin dengan keimanan yang hakiki. Bukan yang lain. Karena yang lain bisa saja ambyar. Orang terkasih bisa pergi, harta bisa habis, umur dan jabatan memiliki masa, kecantikan bisa memudar, masa muda akan cepat berlalu.

+
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah seraya dengan berjama’ah dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali ‘Imran [3]: 103).

#End

RSP Berbanding Lurus dengan SMR


Fisika, sebenarnya pelajaran favorit saya ketika SMP, selain Bahasa Indonesia. Eits, bahkan pernah sampe ikut olimpiadenya sih, meskipun kagak pernah menang 😁🀣. Bahkan, saya masih inget guru Fisika saya pas SMP, karena cara ngajarnya yang enak itulah bikin saya suka ama pelajaran satu ini. Beliau juga adalah orang pertama yang saya curhati, jadi curhatnya ama guru fisika guys, bukan ama guru BP. Ama guru cowok, bukan guru perempuan. Mungkin karena waktu itu sedang persiapan olimpiade, karena itu beliaulah yang "melihat" kegalauan saya. Hihi


Curhatnya bukan soal gebetan, tapi curhat ala anak introvert yang stress menghadapi sulitnya membangun hubungan personal dan takut terhadap tekanan sosial terutama beban dari keluarga. Berasa ga berguna segala kecerdasan pada kala itu, berasa ingin mati aja. Beliaulah yang memberi semangat dan mengatakan bahwa saya berharga. Semoga beliau selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.

Balik lagi ke Fisika, salah satu ciri-ciri fisika tuh rumus yaahh.. Mungkin masih sodaraan ama sepupunya kakak ipar matematika, jadi rumus mulu isinya. Misal, dalam teori tekanan benda padat ada rumus "P = F" alias tekanan (N/m2) berbanding lurus dengan gaya (N).

Sumber Foto : Dapur Modern

Ada yang masih inget apa pengaruh rumus ini dalam kehidupan kita? Yup, salah duanya adalah pada desain paku dan pisau dimana ada bagian runcing atau tajam, ada pula bagian yang tumpul. Penggunaan kedua benda itu adalah dengan memberi gaya (N) pada bagian yang tumpul, sehingga bagian yang runcing atau tajam akan menghasilkan tekanan (N/m2) lebih besar. Tekanan ini yang mampu membuat paku bisa masuk ke tembok atau pisau yang bisa untuk membelah daging.

Lebih jauh lagi, rumus ini juga bisa untuk menghadapi tekanan hidup loh 🀭 
Karena manusia itu kalo kebanyakan gaya, juga akan kebanyakan tekanan hidup. Ye kan?? Jadi, kalo mau tekanan hidup berkurang, jadi orang jangan kebanyakan gaya! 😁

Contohnya, udah dikasi aturan kehidupan yang sempurna oleh sang Pencipta, tapi sok gaya bikin aturan baru. Ngeyel banget dan ga percaya kalo Allah menghadirkan Islam itu ya justru untuk mempermudah hidup manusia. Allah berfirman, "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. 2 : 185)

Etapi, Kamis malam (23/01) kemarin, seorang cikgu mata pelajaran bukan Fisika justru mengajarkan rumus Fisika kehidupan. Rumusnya adalah "RSP = SMR" alias Besarnya Ridha, Syukur, Positif (RSP) berbanding lurus dengan tingkat keberhasilan keluarga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Rahmah (SMR).

Pelajaran yang berlangsung di kelas preview KISS (Komunitas Istri Smart and Strong) ini memang dibuat khusus untuk para istri yang ingin tegar menghadapi tekanan hidup perumahtanggaan.

Cikgu Kholda Najiyah sebagai mentor menerangkan bahwa RSP adalah faktor yang harus selalu ada kala pasutri berada dalam fase-fase mengarungi samudera pernikahan, agar SMR mampu tercapai dan membawa ke Surga.


Fase itu antara lain fase madu, fase repot, fase kritis dan fase mapan.

(1) Fase madu; masa penganten baru, masa kasmaran. Masa dimana hormon adrenalin, norepinefrin dan dopamin diproduksi secara massal dan extra.  Wajar kalo dalam masa ini dunia serasa milik berdua, yang lain pada ngontrak. Kalopun ada pertengkaran atau salah paham, tetap optimis membayangkan masa depan yang indah.

(2) Fase repot; ketika mulai hadir masalah-masalah yang umumnya dari faktor x semisal masalah pendidikan anak, konflik dengan mertua, problem sosial dan finansial dll meskipun bisa jadi juga problem suami istri karena perbedaan karakter, egois, ketidakmampuan adaptasi dll. Pada fase ini muncul kekecewaan pada masing-masing pasangan.

(3) Fase kritis; setelah memendam kecewa dalam diam. Pasutri mulai tak sabar. Apalagi bila masalah tak selesai dengan melegakan. Pada fase inilah bisa terjadi perceraian 😭

Penyebab fase kritis bisa karena : (a) Belum paham cara berumah tangga, terutama cara mengenali dan menghadapi pasangan; (b) Paham tapi tidak diaplikasikan. Misal, konsep taat pada suami, meskipun istri paham, sulit sekali istri menundukkan ego untuk khidmat dan taat pada suami.

Jadi, istri stress dan kritis jangan juga dijudge karena kurang iman. Bukan. Kadang itu karena faktor karakter.

(4) Fase Mapan/Stabil; pada tahap ini mental, sosial dan spiritual pasutri lebih matang. Hal ini karena besarnya RSP yang mereka miliki. Besaran RSP tidak harus sama besar antara suami atau istri. Bisa jadi suami atau istri yang lebih besar, lebih besar ridhonya, lebih banyak syukurnya dan lebih banyak positive thingkingnya daripada pasangan lainnya. Namun, tentu saja hal ini akan bernilai berbeda di sisi Allah SWT. 

Dan ini (RSP) jika disadari sejak dini, rumah tangga tak perlu berlama-lama berada dalam fase kritis.

Lamanya tiap fase bagi pasutri bisa beda-beda, ada yang lamaaa banget fase madunya, tapi ga bertahan di fase kritis. Ada juga pernikahan yang berada di fase kritis mulu, tapi tetap bertahan.

Kita berada di fase mana? Dimanapun itu semoga keluarga-keluarga muslim mampu menjalani semua fase dalam pernikahan dengan mulus, menjadikan rumah tangga sebagai batu loncatan menuju surga.

Semoga Allah mengampuni dosaku, dosamu dan dosa kaum muslimin. Aamiin..

**

Nb. Mau tahu bagaimana cara melewati fase kritis dengan mulus? Ikut kelas "Bengkel Istri" KISS. Hubungi di sini.

Berkaca dari Lisa : Pelecehan Seksual Bisa Juga Secara Verbal



Berkaca dari Lisa : Pelecehan Seksual Bisa Juga Secara Verbal
Oleh. @helmiyatulhidayati

Saking besarnya nama Blackpink, bahkan yang bukan K-Pop mania pun pasti pernah dengar sedikit-sedikit. Salah satu membernya ada yg berasal dari Thailand : Lisa Manoban. Otomatis dia jadi "kebanggaan" negeri seribu pagoda tersebut. Popularitasnya bahkan mungkin bisa melebihi petinggi negerinya.

Beberapa saat lalu Blink (sebutan untuk fandom Blackpink) sempat heboh. Pasalnya sang pujaan dikabarkan menjadi korban pelecehan seksual.

Awal membaca judul tsb, saya pikir yang namanya pelecehan seksual yang mungkin bisa terjadi pada Lisa, semisal ada sasaeng yang menguntit dia di ruang ganti, mencoba menggerayangi badannya yang tertutup sedikit kain dsb. Artinya ada aktivitas fisik secara seksual yang mengganggu kenyamanan idol ini.

Tapi ternyata bukan guys!
Pelecehan seksual yang terjadi pada Lisa adalah pelecehan seksual secara verbal. Lisa disebut menjalani pemotretan di sebuah cafe di Bangkok, dan pemilik cafe berusaha menjual apapun "bekas" Lisa dengan harga yang mahal. Misalnya menjual bekas makanan Lisa, garpu, sendok, serbet yang dipakai Lisa, dudukan toilet yg dipakai Lisa, sofa tempat duduk Lisa dsb.

Weww..
Mungkin dari kita akan banyak berpikir, "apa bakal ada yang beli?"

Eh, namanya zaman kapitalisme, dimana duniawi merupakan puncak kesenangan. Barang2 bekas Lisa ditawar dengan harga super duper fantastis. Untuk sofa yang diduduki Lisa saja mendapat penawaran 46juta Rp!!

Masalah terjadi karena komentar dr para calon pembeli dan pemilik kafe yang tidak pantas. Salah satunya tentang bercinta dengan sudut meja yang dipakai Lisa, penawaran tutup toilet yang ditukar dengan mobil, sampai memberikan sepetak tanah di Silom Line jika ada rambut kemaluan Lisa di toilet. 

Fans lain yang tidak terima pun meradang, hingga membuat pemilik kafe mengakui kesalahannya dan minta maaf.

Geleng-geleng kepala kan mak?? Ribet amat hidup menggantungkan kebahagiaan dengan mengejar barang-barang bekas idola. Yang sama-sama manusia, yang kelak pun akan berkalang tanah. Bahkan, yang tidak bisa menjamin keselamatan dirinya di akhirat. Nah, kalo si idol meninggal bukannya ga hebring tuh? 😁

Sangat bertentangan dengan hidup ala Islam yang zuhud. Lebih mengutamakan cinta akhirat daripada kepentingan duniawi atau harta kekayaan. “Katakanlah, kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun” (QS. AN-Nisa : 77)

Dimana sebaik-baik idola adalah seorang manusia yang sudah pasti syafaatnya akan dicari di hari akhir nanti. Siapa lagi kalo bukan Rasulullah SAW 😊

Jember, 9 Jan 20

#SelamatMalam
#Revowriter
#OnePostingEveryDay
#Day02
#BloggerJember
#BloggerPerempuan
#BloggerIdeologis

Rezim Zaman Now, Firaun dan Voldemort


Bagi pecinta harry potter pasti tau dong ketakutan terbesar Voldemort. Tak lain dan tak bukan adalah ramalan seorang peramal tidak berbakat yang menyatakan bahwa ia akan jatuh karena seorang anak yang lahir di akhir bulan ketujuh.

Demi mendengar ramalan itu, ia berburu siapa saja di kubu sebelah yang berseberangan dengannya yang memiliki anak yang lahir pada akhir bulan Juli. Dapatlah 2 (dua) kandidat : Keluarga Potter dan keluarga Longbottom.

Orang tua Longbottom berakhir gila seumur hidupnya karena kutukan cruciatus Voldemort. Si kecil Longbottom pun diasuh oleh neneknya yang konvensional.

Orang tua Potter berakhir dengan kematian mereka, karena kutukan Aveda Kedavra Voldemort. Si kecil Potter diasuh oleh bibinya yang muggle bak anak tiri yang tak dianggap.

Ending Voldemort berakhir di tangan keduanya, Longbottom membunuh horcrux kedua terakhirnya yaitu ular Nagini. Dan Potter membunuh horcrux terakhirnya yaitu dirinya sendiri (Potter membunuh dirinya sebagai horcrux -semacam nyawa cadangan Voldemort-, tapi dia sebagai "real" Harry Potter ya masih idup).

Namun, sebelum Harry Potter mendunia di abad ini. Di dunia nyata, di milenium yang lain ada sunbae -senior- Voldemort yang juga takut pada ramalan yang menyatakan anak yang laki-laki yang lahir dari Bani Israel akan menggulingkan kekuasaannya. Yap, dialah Firaun.

Firaun menggila mendengar ramalan itu, setiap bayi laki-laki yang lahir di bani Israel ia bunuh bak menepuk lalat. Malang untuk Firaun, Musa malah tumbuh dewasa tepat di bawah hidungnya sendiri, di dalam istananya sendiri.

Akhir Firaun pun sama dengan Voldemort. Tewas di tengah lautan karena mengejar Musa.

Kembali ke zaman kini, tak cukup Voldemort dan Firaun. Ketakutan rezim yang haus kekuasaan dunia tetap sama : anak kecil. Narasi yang disampaikan : terpapar radikalisme sejak dini (tingkat PAUD). Dimana sebutan radikalisme mereka sematkan pada Islam.

Ada apa dengan anak kecil??

Benar. Memang tidak semua anak kecil. Tapi anak kecil yang akan mengemban visi dan misi kebangkitan, menghantarkan pada perubahan hakiki.

Meskipun fiksi, dalam cerita Harry Potter, digambarkan bahwa orang tuanya adalah orang radikal yang kesana-kemari memburu Voldemort, penyihir jahat yang kekuasaannya mulai merambah kementerian sihir, dan berusaha membersihkan dunia sihir dr muggle.

Orang tua potter jelas menentang penjajahan ala Voldemort. Idealisme mereka bertentangan dengan itu. Perdamaian dan kehidupan seimbang antara dunia sihir dan manusia menjadi visi misi mereka, yang mereka turunkan ke anak mereka.

Cukup tentang dunia fiksi,
Musa bukan sembarang anak kecil, ia memiliki visi dan misi sempurna sebagai hamba Allah, mengemban risalah-Nya dan berdakwah pada ummatnya. Capaian tertinggi adalah ridha-Nya. Firaun tidak mau beriman, bahkan mengaku tuhan, maka dengan kuasa Allah, hancurlah Firaun dengan bala tentaranya. 

Anak PAUD zaman sekarang yang dikhawatirkan rezim adalah anak-anak yang mereka takutkan akan mengemban visi-misi kebangkitan Islam. Karena ketika Islam tegak, berakhirlah segala kebatilan di bumi.

Bila kita perhatikan sebenarnya antara Voldemort dan Firaun mengalami 4 (empat) tahap menuju kehancuran : (1) ketakutan, kekuasaannya akan berakhir; (2) memburu siapa saja yang mungkin akan membuatnya kehilangan kekuasaan; (3) pengemban visi-misi justru tambah tumbuh; (4) kehancuran rezim.

Di antara tahap2 itu, tentu kita bisa tahu bahwa rezim zaman now sedang berada di tahap 2 (dua). Sejarah pasti berulang, maka pengemban visi-misi Islam tak akan pernah habis, justru akan bertambah. Hingga tinggal tunggu waktu saja hingga Allah menangkan kita (kaum muslimin) kembali.

"Perjuangan adalah milik kita. Kemenangan dari Allah." -Ertugrul Ghazi.

Jember, 26 des 19

Katanya Cinta, Tapi Kok Kamu Gitu Sih??


Normalnya, ibu pasti mencintai anaknya. Kalo ada yang tidak, fix ga usah dibahas.


Pernah ketemu kan ama temen, tetiba kalo cerita tentang anaknya ngalir gitu aja. "Anakku kemarin ujian, tapi dia ketiduran, jadi ga belajar. Alhamdulillah dia ga remidi." Bla bla bla.

Jangan salah, kadang saya pun begitu. Bangga terhadap anak saya. Meskipun "behind the scene" di rumah membuat saya sering mengerutkan dahi atau tetiba pengin ngelumpar jumroh 😁🀭

Yah namanya juga cinta, pasti yang baik2 yg kita ceritain. Kecuali ketika kita ingin mencari solusi. Misalnya, "Anakku rembes, gmn ya caranya biar dia ga rembes lg?" Nah, ini tanya ama temen, kali aja dia punya resep jitu tentang mengatasi 'pe-rembes-an' pada anak.

Masa iya ada ibu cinta anaknya terus bangga dia rembes? Jangan2 ntar begini, "Anak saya rembes. Kenapa ya? Apa jangan2 salah milih bapak?" Nah loh!!

Jangan-jangan malah si bapak yang marah2 sama istri karena ngebiarin anaknya rembes.

Cinta seorang ibu pastilah akan memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Termasuk penjagaan yang terbaik pula. Penjagaan terhadap kemanan, makanan, pendidikan, pakaian, badan dsb. Ye kan??


Normalnya (lagi), sebagai umat muslim, sejahil-jahilnya manusia terhadap agama. Seharusnya memiliki cinta pada Allah dan Rasull lebih dari cinta ibu kepada anaknya. Sekalipun sekedar lisan, tidak sampai ke hati atau setuju penerapan syariat Islam Kaffah. Minimal akan berhati-hati sekali lidahnya ketika bicara tentang Rasulullah.

Jadi, sekalipun seorang muslim tidak melaksanakan rukun Islam selain syahadat, harusnya dia ga pernah berpikiran untuk membanding-bandingkan bahkan mengolok2 bentuk fisik Rasulullah. Apalagi kalo ngomongnya pake ilmu kira-kira bukan ilmu muthawatir. Saya curiga, orang2 begitu terlalu lama hidup dalam tempurung kura-kura 😐

Makanya seorang muslim sekalipun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah atau membaca hadits tentang segala keindahan pada diri Rasulullah normalnya tidak akan menganggap bahwa Rasulullah itu sama dengan kebanyakan manusia, apalagi dengan mengatakan Rasulullah masa kecilnya rembes. Seperti anak-anak zaman sekarang.

Bukankah Muhammad bin Abdullah lah pria yang ia sebut dalam syahadatnya?? Yang kemudian menjadikan ia sebagai muslim, predikat paling mulia sejagat raya. Terlepas setelah itu ia melaksanakan syariat yang dibawa oleh beliau atau tidak.

Tau lah ya maksud saya? Anak-anak zaman sekarang berada dalam perlindungan ibunya, yang bisa jadi ada keluputan dalam penjagaannya. Tapi Rasulullah memiliki penjagaan terbaik sepanjang masa : Allah SWT.

Udah deh mak.. ngaku aja pasti ketika ada orang mu(?)afiq yg mengolok2 Rasulullah yg mulia pada geleng2 kepala kan? Kok bisa ada manusia spesies begitu? Dilihat dari sudut pandang manapun bertentangan dengan teori bahwa cinta haruslah memberikan yang terbaik.

Katanya cinta, tapi kok kamu gitu sih??

Jember, 7 des 19

Nb. Sebagian dari kesempurnaan iman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah mengimani bahwa Allah ta'ala menjadikan penciptaan tubuhnya yang mulia dengan bentuk yang tak pernah dilihat sebelumnya atau sesudahnya pada penciptaan manusia.

Dalil lengkapnya bisa dibaca di Pak Muwafiq, Sampeyan Ngaji Nang Endi?

MONSTRUM : Ketika Penguasa Memburu Tahta Membabi Buta


Kali ini merambah ke layar lebar negeri Ginseng ya. Nemu nih film ga sengaja, biasa nongol gitu aja di beranda youtube. Ceilehh.. kayak jelangkung, datang tak diundang, pulang pun tak di antar.


Ini salah satu drama ngeri, karena bagi wanita lemah lelembut seperti saya, film ini sarat dengan adegan kekerasan dan pembantaian. Lebih dari sekedar penusukan juga, dan ga pake kunai. #Eh

Sebenarnya ceritanya sederhana, bahkan setelah menonton selama 20 menit, saya bisa menebak jalan cerita. Macam nonton drama di Indonesia. Hehehe..

No romance, paling banter sih ada adegan lirik-lirikan. Karena fokus dengan jalan cerita, saya tidak ingat sama sekali nama pemerannya. Jadi kemungkinan di sinopsis nanti, nama pemeran saya karang. Huhuhu..

Setting cerita adalah di era Joseon/Goryeo, entah yang mana, bisa jadi fiksi juga. Secara keseluruhan adalah bagaimana ‘gilanya’ seseorang kalo udah dibutakan tahta. Bahkan nyawa rakyat pun tak ada harganya. Mengingatkan saya pada sebuah negeri.. #Ops


SINOPSIS

Film ini diawali dengan pembantaian sekelompok rakyat yang ‘dianggap’ memiliki penyakit menular, atas titah kerajaan tentunya. Padahal sebenarnya tidak semua rakyat yang dibantai itu memiliki penyakit. Seorang jenderal pasukan merasa iba, dan menyelamatkan seorang anak perempuan dari pembantaian tersebut. Sejak saat itu sang Jenderal menghilang dari istana dan hiruk pikuk di dalamnya.

Ternyata sang Jenderal bersama seorang teman seperjuangannya membesarkan anak perempuan itu di tengah hutan sebagai anaknya. Hingga suatu ketika Sang Raja memanggil kembali sang Jenderal karena ia butuh bantuan untuk menumpas monster yang sering memakan rakyat.

Sang Jenderal memulai penyelidikan tentang monster yang mengancam kehidupan dan keamanan rakyat, hingga ia sampai pada kenyataan bahwa selama ini rakyat ‘dibantai’ bukan oleh monster tapi oleh pasukan khusus perdana menteri yang ingin merebut tahta sang raja alias melakukan kudeta. Ia menggunakan isu monster yang ia ciptakan untuk menjatuhkan pamor raja.

Namun, siapa sangka, di samping ’monster buatan’ sang perdana menteri, monster sungguhan berupa hewan jadi-jadian yang menjadikan manusia sebagai makanannya benar-benar nyata. Ia merupakan hewan “eksperimen” yang tercipta dari hobi raja terdahulu. Dan kandang hewan itu ternyata berada di bawah tanah istana.

Film ini berakhir happy ending, monster sungguhan menelan banyak korban termasuk perdana menteri dan pasukannya, juga menghancurkan istana yang merupakan simbol pemerintahan. Sementara monster itu meninggal di tangan sang Jenderal.

Sang Jenderal kembali menjadi pria biasa di gunung, sementara anak perempuannya menjadi ‘tenaga kesehatan’ di istana.

SISI LAIN

Adegan ngeri dalam cerita ini adalah tentu ketika terjadi pembantaian terhadap rakyat. Pertama, dengan dalih ‘membinasakan’ penyakit menular. Kedua, pembantaian sekelompok shaman (semacam peramal) hanya untuk pencitraan, menanam ketakutan pada masyarakat. Ketiga, pembantaian untuk menghilangkan bukti oleh oposisi dan semakin memberi citra buruk pada petahana.

Mungkin karena setting jaman dalam cerita itu adalah Joseon/Goryeo maka pembantaian terhadap rakyat adalah dengan jalan berdarah-darah, licik, licin dan beringas. Tapi jangan salah, zaman sekarang pun penguasa bisa melakukan pembantaian terhadap rakyatnya. Endingnya sama : penderitaan bagi rakyat. Penguasa menjadi monster bagi rakyatnya sendiri.

Hanya saja di jaman modern, penjajahan tak lagi berupa fisik namun berupa penjajahan pemikiran. Akibat segelintir manusia yang menyalahgunakan amanah kepemimpinannya. Keikhlasan yang seharusnya menjadi landasan seseorang dalam hidupnya telah jauh dari mereka. Benarlah bila Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, Sungguh, seandainya anak Adam memiliki satu lembah dari emas, niscaya ia sangat ingin mempunyai dua lembah (emas). Dan tidak akan ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah.’ Kemudian AllΓ’h mengampuni orang yang bertaubat.

Perzinahan meraja-lela, pembunuhan jadi berita sehari-hari, disintegrasi bangsa menjadi ancaman negeri. Bencana alam silih berganti, penistaan agama meningkat, ketidakadilan semakin nampak di depan mata, kemiskinan yang menyakitkan, kesulitan hidup yang tak tertangani. Hilangnya ketakwaan, persekusi terhadap ulama dan ajaran Islam. Hingga rasanya sudah biasa sesuatu yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Belum lagi penjajahan dan genosida atas negeri-negeri muslim di belahan negara lain.. Oohh..

Dalam sistem kehidupan kapitalis-sekuler sekarang ini, memang berkembang subur penguasa-penguasa dholim yang tidak memenuhi hak rakyatnya. Juga hak Rabb-Nya agar pengaturan Bumi berdasarkan hukum-Nya. Sehingga dicabutlah segala keberkahan baik di langit maupun di bumi. Tak ayal penderitaan rakyat seakan tak ketemu ujungnya. Padahal di dalam Islam, seharusnya “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari).

Mudah-mudahan sistem yang menyuburkan penguasa-penguasa monster segera tumbang, digantikan sistem Islam yang telah terbukti secara dalil, akal dan empiris mampu menyejahterakan. Wallhu a’alam bisshowab.