Belajar Public Speaking Bersama TJI Untuk Berbagi Lebih Berani




Menulis dan berbicara bagi saya adalah dua hal yang berbeda. Persamaan keduanya, mereka adalah aktivitas yang sama-sama sulit. Menulis adalah hal yang sulit, berbicara lebih sulit lagi. Buktinya, orang bisa saja ‘salah tangkap’ maksud kita ketika kita berbicara. Hal lebih sulit lagi akan terjadi bila yang salah tangkap adalah orang terkasih. Bawaannya pasti bakal baper. #Eh


Lily Walters, seorang public speaker dari US sono pernah mengatakan, “Kesuksesan sebuah presentasi tidak dinilai berdasarkan pengetahuan yang disampaikan oleh pembicara, tetapi pada apa yang diterima atau ditangkap oleh audience.”

Presentasi bukan hanya cerita soal berbicara di depan umum, di dalam forum khusus ala-ala seminar. Ketika kita berbicara dengan orang lain, bahkan secara personal, itu adalah bentuk mini dari presentasi.

Menilai bahwa PENTING belajar berkomunikasi apalagi di depan umum, atau yang biasa kita kenal dengan public speaking. Maka, saya memberanikan diri untuk mengikuti Two Days Workshop Public Speaking For Moms bersama Kak Prita HW dan Mbak Faiqotul Himmah. Mereka adalah dua kolaborasi super yang sering malang melintang dalam dunia per-public speaking-an. Beda sama saya yang apa atuh.


Pada hari pertama (19/05), ketika acara perkenalan dengan menggambar jari, saya menyampaikan pengalaman public speaking zaman dahulu kala. Iya sih, pernah siaran radio, pernah jadi MC pas pensi kelulusan, pernah jadi humas yang kerjaannya cari sponsor, pernah jadi penyuluh kecamatan, pernah pidato di hadapan seluruh isi sekolah. Eh ternyata, masa remaja saya produktif yess.. hehe

Tapi nih tapi, semua serasa menghilang bagai debu yang tertiup angin. Entah kemana angin membawanya pergi. Jejaknya tak pernah terlihat lagi. Kalo sekarang di suruh beraktivitas seperti itu lagi, mending saya tutup mata. Jangankan mengulang semua itu, berbicara dengan orang lain saja rasanya butuh perjuangan panjang tiada tara, sambil komat-kamit baca doa. Huft..

Tapi, terkadang kita rindu untuk berbagi, bahkan bila itu sekedar rasa di hati atau pikiran di kepala. Karena memang sifat dasar manusia adalah lemah, terbatas dan membutuhkan orang lain.

Pernah merasa seperti ada batu raksasa menghantam hati setiap hari? Begitu sesak dan tersiksa. Sakit tapi tak ada luka. Begitulah rasanya jika ingin berbagi tapi tak bisa karena berbagai alasan seperti merasa ketakutan atau tak percaya diri. Berbagi dengan orang lain itu perlu, selain mengadu kepada Allah tentunya.


Etapi, judul workshopnya adalah public speaking NOT personal speaking, abaikan pembahasan yang nyeleneh. Haha
Di sesi pertama dengan Kak Prita, untuk menjadi seorang public speaker yang powerfull, harus memiliki karisma saat berbicara. Tips supaya berkarisma ini antara lain penampilan yang nyaman dan natural, sesuai dengan tema acara; percaya diri; jangan setengah-setengah bila mengeluarkan suara; santai; menguasai materi 200%; mengenali audience; berinteraksi dengan audience; dan memberikan gambaran kata-kata dengan perumpaan atau storry telling.

Selain itu ada metode yang bisa dipakai supaya seorang public speaker bisa menarik perhatian misalnya, mengeluarkan emosi dengan ekspresi; sesekali menyelipkan humor, games, yel-yel; mengisi jeda dengan kata penghubung; menggunakan body langguage dengan sesuai; bila perlu membawa alat bantu; melakukan improvisasi; dan memberikan gambaran kata-kata dengan perumpaan atau storry telling.

Pada sesi kedua, Mbak Faiq, seorang Daiyah dan Mompreneur memberikan tips kece untuk lebih percaya diri. Menurutnya, percaya diri bisa dibentuk bila menguasai konten dan suasana; mengenali audience; penampilan yang nyaman dan natural; sarana yang mendukung. Dan jangan lupakan hal yang paling penting yakni berdoa.

Kecemasan bisa saja terjadi pada masa sebelum, sesudah atau pada masa kita berkomunikasi. Untuk mengatasinya maka perlu dikenali dulu penyebabnya; merilekskan diri; memupuk rasa optimis; niatkan ikhlas Lillah; dan jangan lupakan untuk berlatih.


Pada hari kedua (20/5), masing-masing peserta workshop diberi kesempatan untuk tampil sebagai motivational speaker. Ada banyak cerita hebat yang dibagi oleh teman-teman. Ada yang menceritakan tetang hidroponik, kisahnya dalam mendidik anak, kisahnya dalam meraih pendidikan tinggi dsb.

Saya sendiri mengisahkan tentang rumah tangga poligami. Rumah tangga yang saya jalani sekarang. Dimana saya berperan sebagai istri kedua. Banyak orang salah paham dengan para pria berpoligami. Prasangka orang, seorang suami menikah lagi karena ada yang “kurang” dari istri pertamanya. Entah tidak bisa punya anak, tidak cantik atau sudah tua dll

Tapi kakak madu saya tidak begitu, dia cantik dan masih muda juga, dan telah memiliki 2 (dua) orang anak. Dan dialah yang merayu saya untuk menjadi adik madunya. Kisah ini seperti sinetron ya, tapi memang begitulah kenyataannya. Kisah lain di skip aja. Ooppss..

Back to the topic, tidak berharap sih, bisa seperti kak Prita atau mbak Faiq yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan speakingnya. Bisa mengatasi kecemasan, ketakutan atau tidak percaya diri itu sudah cukup. J

Jember, 20 Mei 18
Helmiyatul Hidayati

Taman Botani Sukorambi, Rekreasi Keluarga Makin Happy



Taman Botani Jember merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Jember. Meskipun begitu, selama 28 tahun hidup di Jember, saya baru 2 (dua) kali bertandang ke sana. Pertama, ketika masih muda (eh, sekarang juga masih muda yess) alias masih umur belasan kala itu. Dan sekarang saya sudah lupa saat itu pergi dengan siapa dan samar-samar mengingat seperti apa taman botani.



Kalo soal lokasi, jangan ditanya. Jangankan Taman Botani, kadang tempat tertentu yang menurut orang lain udah biasa di datangi, saya melongo aja karena ga ngerti. Duh, segitunya yaa. Mainnya kurang jauh, padahal Jember makin rame dan tempat main makin kece.
..
Tapi pada suatu hari nan cerah dan membahagiakan (karena suami lagi datang). Hehe
Akhirnya keturutan juga ke Taman Botani jaman kekinian. Pertama kali datang, hal yang terpikirkan di otak kala itu, “Oke, Taman Botani luas banget. Kira-kira kalo dijadikan perumahan bisa dapet berapa rumah nih ya?” Hihi


Secara, luas Taman Botani Sukorambi ini kebangetan, sekitar 12 hektar. (Hihi maafkan buat yang merasa saya hiperbola, maklum yang nulis excited karena baru pertama kali ke Botani, pengalaman dahulu kala diabaikan yess)


Di taman seluas itu kita bisa menikmati berbagai fasilitas dan sarana yang pasti bikin Happy kalo kita datang ke sana dengan keluarga. Ada kolam renang buat anak, restoran, muslimah area, rumah pohon, dan banyak hal lain yang rasanya ga bisa selesai kalo mau dinikmati dalam sehari. Spot-spot foto di sana juga sayang bila dilewatkan dan jangan lupakan bagaimana suasana teduh dan asri bisa terasa setiap kali kita berjalan. Apalagi di bagian belakang kita bisa melihat hamparan sawah yang indah bak lukisan.
..
Ketika kami datang ke sana (08/05), salah satu agendanya memang untuk menyenangkan anak yang pengin berenang. Meskipun bukan weekend, tapi Botani tetap tak pernah sepi para pengunjung. Bertepatan di hari itu mungkin ada rombongan sekolah yang sedang ‘rekreasi’ sehingga cukup ramai buat saya. Si Radit juga awalnya risih karena banyak anak di kolam renang, namun akhirnya ia senang dan enjoy juga. J Teman sebelah berbisik, “Kalo weekend lebih rame dari ini loh..”
Saya cuma bisa bilang “wow.. taman ini bener2 paporit”


Saya pernah membaca soal kamar mandi di Botani, katanya kamar mandi Taman Botani itu bersih. Dan bener loh, emang bersih kok. Padahal biasanya kalo tempat wisata, tempat private kaya gitu ada aja ‘ga enak’-nya.


Tiket masuk juga murah, Cuma Rp. 12.000,- di hari kerja dan Rp. 20.000,- di akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu). Hanya saja kalau datang di hari kerja, di restoran tidak ada nasi. Padahal waktu itu perut kami (saya aja kali hihi) udah keroncongan, akhirnya mie instant jadi pelampiasan.
..
Perjalanan kami hari itu akhirnya berakhir dengan perjuangan menaiki tangga berliku. Golf Cart pada waktu itu menghilang dari pandangan. Mungkin, sedang sibuk meniti kehidupan. #Eh


Sebelum akhirnya benar-benar pulang, ada kamar hidroponik yang kami kunjungi. Hijaunya sayuran mengalahkan hijaunya uang kertas lembaran, berasa pengin dipetik. Tapi ga jadi, karena ga tahu harus gimana masaknya. Akhirnya saya putuskan untuk memberi mereka kesempatan hidup lebih lama.
Bagi yang ingin ke sana, silakan meluncur ke Jln. Mujahir Sukorambi. Taman ini buka setiap hari mulai jam 17.00-16.00 kecuali hari Jumat. Saya sendiri berharap bisa kembali ke sana dan menikmati sarana dan wahana lain yang belum sempat dilirik, misalnya berkuda, memancing, flying fox, sate kelinci dll.


Oh ya, di Taman Botani Sukorambi, ada space-space yang bisa dan cocok dipake buat camping atau acara bersama misal meeting, gathering dll. Pokoknya asyik dan mendukung deh ;)
..
Kalian, udah pada kesana belum??
..
Jember, 19 Mei 2018
Helmiyatul Hidayati



======================================================
Nb. Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger.

Antara Super dan Biasa


/ Antara Super dan Biasa /

.
.
Ramadan itu bulan yang tidak biasa. Kalau saya menganggapnya luar biasa. Supaya tidak kepanjangan kita sebut saja dengan bulan super. Bukan supermie apalagi superman, superwoman aja yang rada mirip. Eh apa sih maksudnya? Padahal sebenernya biar cocok aja ama judulnya. #Halah
..
Ada banyak keutamaan Ramadan yang tidak ada di bulan lainnya. Puasa, Shalat Tarawih, Lailatul Qodar, amal sholeh yang berlipat pahala de el el.


Keutamaan lainnya, Ramadan identik dengan bulan keluarga. Bulan dimana anak rantau biasanya akan pulang kembali ke pangkuan ibu (ga pake pertiwi). Bulan dimana biasanya orang akan pergi ziarah ke kuburan keluarga.

Bulan dimana para pegawai ga hanya dapet gaji, tapi dapet doi yang selalu diidam-idamkan, si THR namanya.

Bulan dimana terkadang jam kerja karyawan dipotong. Bulan dimana para karyawan lebih mati-matian pulang lebih awal daripada bulan lainnya. Minimal pulang tepat waktu, seakan-akan lupa kalo dulu mereka sukanya mesra-mesraan ama jam lembur. Ooopss

Bulan dimana biasanya karyawan perusahaan akan berbondong-bondong cari pinjaman di koperasi. #Eh

Bulan dimana biasanya orang akan lebih rajin mengaji daripada biasanya, karena ngejar target khataman khusus di bulan Ramadan.

Bulan dimana biasanya sore hari menjadi waktu yang sangat padat dan bikin macet di setiap pasar, kampus dan jalan-jalan tertentu di kota.

Bulan dimana banyak program belanja (bonus/diskon) di minimarket maupun supermarket.

Bulan dimana biasanya para muda dan mudi curi-curi pandangnya di masjid atau jalan menuju masjid. Berharap sendal ilang, tetiba ditemukan atau dikembalikan oleh Arjuna pujaan hati. #Eyaaa
Ini bukan pengalaman pribadi. Sumpah! Saya hanya pengamat profesional. ;)
..
Lebih super lagi, Ramadan adalah bulan dimana bermunculan berbagai macam bisnis yang tidak lazim kalau muncul di bulan selain Ramadhan. Kita sering menyebutnya dengan bisnis musiman. Bahkan mungkin sebagian dari kita ambil bagian dari fenomena bisnis ini. Yang kemarin biasanya ga pernah jualan, tetiba jadi pengusaha di bulan Ramadan. Lumayan, hasilnya bisa buat nambah angpao buat “nak-kanak nik-kinik.” (baca : anak-anak kecil)
..
Bisnis itu misalnya jualan kurma; kue coklat karakter; kue paket lebaran yang isinya kue nastar, putri salju, cookies coklat dll; gamis dan kerudung; berbagai macam takjil misal petulo, kolak dll; berbagai macam minuman dingin misal es teh, es degan dll; berbagai macam kreasi amplop lebaran hingga jualan bunga desa eh kembang kuburan!
..
Hidup ini tak lengkap rasanya kalo belum pernah jadi pengusaha musiman terkhusus di bulan Ramadan. Saya sendiri pernah jualan kue paket lebaran, memoar zaman old yang tidak terlalu genting untuk dikenang. Karena yang penting hanya dirimu seorang. #Ihirrr


Ramadan sekarang, serta efek diri ini yang pikniknya kurang jauh. Saya baru tahu bahwa ada yang menjual sayur siap masak. Dalam artian, sayur sudah dipotong dan bumbu (misal bawang) sudah dikupas. Target penjualan ini adalah emak-emak yang rempong dan ga bisa masak ribet. Termasuk yang nulis artikel ini. #Eh #Peace
..
Ngomongin soal bisnis, saya juga punya rencana super nih. Suatu saat nanti pengen punya brand clothing sendiri. Apalagi ada kakak madu Enis Yuliati yang siap membantu. Mudah-mudahan kita berjalan tanpa ragu. Bersama-sama bahu-membahu, hingga tak terasa waktu berlalu. #Ciyeee
..
Apapun rencana kita, semoga Allah mempermudah urusan kita. Happy Ramadan!
.
.
Jember, 18 Mei 18
Helmiyatul Hidayati

#CatatanRamadan02
#RamadanBaper
#RamadanPenuhPerjuangan
#InspirasiRamadan







Antara Ki Hadjar Dewantara dan Pendidikan Islam


Antara Ki Hadjar Dewantara dan Pendidikan Islam
Oleh : Helmiyatul Hidayati
(Editor dan Blogger Profesional, Member Revowriter)


Hari pendidikan nasional diperingati untuk mengenang jasa seorang pahlawan yang lahir pada tanggal 02 Mei 1889 yakni Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau yang lebih kita kenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Sepak terjangnya menjadi terkenal ketika ia mengkritisi kebijakan Penjajah Belanda pada masa itu yang hanya mengijinkan anak-anak kelahiran Belanda dan anak-anak orang kaya saja yang boleh mengenyam bangku pendidikan.

Potret buram pendidikan di Indonesia memang sudah terjadi sejak dari zaman penjajahan Belanda. Bila pada masa itu terjadi ketidak-adilan dan ketidakmerataan sasaran pendidikan, dimana hanya anak-anak atau orang-orang dari kalangan tertentu saja yang bisa mengecap pendidikan, maka di zaman sekarang potret buram pendidikan kita adalah diterapkannya pendidikan berbasis #sekulerisme yang mengancam masa depan bangsa.

Pendidikan sekulerisme adalah pendidikan yang memisahkan pendidikan agama dengan pendidikan ilmu lainnya, artinya terjadi dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu terapan. Padahal seharusnya hal ini tidak terjadi, karena sumber segala ilmu hakikatnya berasal dari sang Maha Pencipta.

Sumber Foto : BerbagiDalamKemuliaan

Akibat atau hasil dari pendidikan sekuler adalah manusia yang hanya bisa bekerja atau dengan kata lain hanya menjadi buruh dengan upah murah dan manusia yang akhirnya memiliki kepribadian sekuler, bukan lagi kepribadian Islam.

Padahal, pendidikan merupakan hal penting dan hak setiap anak. Rasulullah bersabda, “Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik.” (HR. At-Tirmidzy)

Maka, tidak heran bila akhir-akhir ini kita seringkali disajikan berita-berita negatif yang bersumber dari generasi-generasi muda. Generasi dimana seharusnya kita meletakkan harapan dan masa depan bangsa.

Sumber Foto : Dream

Tersebar video viral anak SD telah berlaku tidak senonoh (berciuman) di depan teman-temannya, namun teman-temannya malah bersorak seakan-akan itu adalah sesuatu yang “romantis.” Tak ada ketakutan rasanya, atau bahkan rasa malu karena telah melakukan suatu kemaksiatan. Akan kemana jadinya bila hal seperti ini berlanjut hingga ke masa depan.

Masih belum selesai, kalau kita melakukan pencarian di google, betapa mirisnya tragedi yang terjadi pada anak-anak muda sekarang. Mahasiswi hamil di luar nikah, melakukan aborsi, melahirkan anaknya di toilet atau bahkan membuang bayinya. Entah ada berapa banyak artikel seperti itu yang ditulis oleh para reporter di berbagai belahan negeri ini.

Belum lagi sederet kisah tentang anak yang memperkosa temannya, anak membunuh gurunya, anak jadi begal, terlibat tawuran, narkoba atau menjual diri. Sungguh, output seperti ini seperti berada di daerah dimana tak ada pendidikan sama sekali. Andai Ki Hadjar Dewantara masih hidup, mungkin beliau akan mengelus dada, karena perjuangannya dulu adalah agar setiap lapisan masyarakat dapat mengecap pendidikan tanpa melihat latar belakang. Karena manusia yang terdidik harusnya lebih beradab.

Sumber Foto : HidupMahasiswaIndonesia

Bila kita melihat sejarah, maka kita akan mendapati semboyan yang terkenal dari bapak pendidikan Indonesia yakni Tut Wuri Handayani yang teks aslinya berbunyi ”Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.

Baca juga : Guru, Orang Tua, dan Masyarakat Sumber Kekuatan Dunia Pendidikan dan Kebudayaan


Arti dari semboyan ini adalah Ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik). Kemudian ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide). Dan yang terakhir, tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).

Dalam menciptakan pendidikan yang baik memang perlu dukungan dari depan, tengah dan belakang. Secara ideal kita bisa mengartikan hal tersebut sebagai sinergi antara orang tua, sekolah dan negara.


Ketika seorang anak berusia antara 1-7 tahun, maka guru terbaik adalah keluarga. Pada masa ini pendidikan keluarga sangat penting sebagai teladan dan pemberi contoh yang baik. Ayah dan ibu sama-sama memiliki tanggung jawab sebagai orang tua, karena itu penting dan utama bagi ibu untuk memiliki ilmu pengasuhan anak (parenting), selain ilmu lainnya. Bagi ayah pun begitu, perannya tidak boleh hanya sebatas memberi nafkah karena ayah sejatinya adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap keluarga.

Jika anak telah beranjak usia 7-14 tahun, peran orang tua akan mulai tergantikan oleh teman dan sekolahnya. Teman dan sekolah yang akan memberikan warna (prakarsa atau ide) kepada anak. Di sinilah, orang tua atau keluarga dituntut untuk bisa bekerjasama atau bersinergi dengan sekolah. Karena bagaimanapun, keluarga tidak boleh berlepas tangan begitu saja terhadap pendidikan sekolah anak.

Pada masa ini, juga merupakan hal yang genting atau rawan bagi keluarga agar tidak memberikan kebebasan berlebihan kepada anak seperti yang sering kita ketahui terjadi di dunia barat. Keluarga juga harus menghormati pihak sekolah dan menghargai mereka bila memberikan tindakan pada anak-anak, meskipun tidak bisa dipungkiri ada sekolah-sekolah yang memang tidak bisa dijadikan partner, yang tidak sesuai dengan standar pendidikan negara.


Ketika anak telah mulai beranjak dewasa yakni usia 14-21 tahun, maka yang menjadi sumber nilai dan sumber arahan atau dorongan bagi mereka adalah masyarakat berikut media, sekolah/universitas, teman dan segala sistem peraturan di sekitarnya. Pada masa ini, anak-anak memiliki tantangan besar dalam menghadapi dunia, sehingga terkadang kita bisa jumpai, seorang anak yang mulanya baik akhirnya terlibat dalam berbagai macam pelanggaran.

Di sinilah dibutuhkan sistem pengaturan untuk menjaga agar pendidikan anak-anak yang telah diterima pada fase pertama dan kedua tetap terjaga hingga ia sampai di fase ketiga. Jadi tak hanya keluarga dan sekolah saja yang dituntut tapi juga perlu kepedulian masyarakat, bahkan penguasa beperan sebagai pengontrol dan penjamin berjalannya fungsi keluarga, masyarakat juga media, serta memberikan sanksi jika ada pelanggaran.

Bayangkan, bila anak-anak telah dibentengi dan diberi pendidikan sedemikian rupa oleh keluarga , sekolah dan masyarakat tentang bahaya pornografi (misal), namun sistem atau aturan malah menggencarkan gerakan kondomisasi dan kurikulum seks yang justru memicu seks bebas dan sebagainya.


Dalam hal pembiayaan pendidikan pun begitu, bila ada keluarga yang tidak bisa memberikan pendidikan karena terhalang biaya, maka akan diberikan kesempatan itu kepada kerabat dan masyarakat, namun bila tidak bisa juga, maka seharusnya negara berperan dalam memberikan pendidikan gratis tanpa mengurangi kualitasnya.

Ada sebuah kisah di masa Imam Syafi’i hidup, salah seorang gurunya adalah seorang perampok. Tidak disangka bukan? Karena dengan sistem yang baik, seorang yang tidak baik akan dipaksa menjadi baik. Namun di dalam sistem yang salah atau tidak baik, seorang yang baik bisa jadi akan berubah menjadi seorang penjahat.

Dengan sinergi dan sistem berlapis antara keluarga, sekolah, masyarakat berikut media dan negara maka akan tercipta pendidikan karakter yang akan menghasilkan kepribadian berkarakter yang tidak hanya bisa menghidupi hidup, namun juga mampu menjadi pemimpin dunia dengan landasan iman dan takwa.

#SahabatKeluarga

Kotok Forest Garden; Wisata Alam Berseri Tanpa Bikin Kantong Nyeri



Manusia zaman milenial itu super sibuk, jangankan lupa tanggal dan hari. Bisa jadi kebanyakan orang lupa untuk “refresh” pikiran. Banyak memperhatikan layar komputer, tapi jarang memperhatikan kebesaran sang Maha Pencipta yang terbentang luas. Oke, sebenarnya ini nyindir diri sendiri. Why? 27 tahun hidup di Jember, tapi ga tahu seluk-beluk Jember apalagi destinasi wisata Jember yang keren. Padahal, Jember makin rame aja dari tahun ke tahun. Haha

..
Jalan-jalan itu perlu dilakukan, penting malah apabila niatnya Lillah dan agendanya tadabbur alam. Tapi ini juga ga mudah, karena butuh duit dan waktu, yang mungkin ga bisa dimiliki oleh banyak orang. Maklumlah, tuntutan kehidupan yang semakin tinggi, pula agenda mengejar dunia yang overload.
..
Etapi, bisa jadi juga karena emang ga ada wisata menarik yang bisa dikunjungi. #NgelesDotCom
Ga ada atau ga tahu ya? Emangnya di Jember ada apa? Ah, berasa hidup di gua, destinasi wisata jember aja kurang wawasan, padahal Jember makin rame, diriku saja yang mainnya kurang jauh.


Alhamdulillah, one day saya diberikan kesempatan berwisata tipis-tipis ke Kotok Forest Garden. Waduh, dari namanya kaya gimana gitu ya, masa iya hutan (forest) dan kebun (garden) bisa gandengan? Kaya beda aliran. Tapi yang namanya jodoh mah pasti ga kemana ya.. #Loh
..
Jadi, Kotok Forest Garden ini adalah wisata panorama alam jadi-jadian yang lokasinya berada di Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat , Kabupaten Jember. Bagi yang ga tahu tempat ini. Tenang.. Cuma 15 km dari pusat kota Jember. Deket kan? Mungkin, masih lebih jauh jarak hatimu dan hatinya. #Eyaaa..
..
Kenapa saya sebutnya jadi-jadian? Jangan membayangkan sesuatu yang horror dulu, karena jadi-jadian yang saya maksud, adalah karena wisata ini adalah perpaduan antara wisata alam alami dan buatan. So, keindahan dan keasrian wisata ini pun jadi-jadian asyiknya.


Lebih asyik lagi karena di Kotok Forest Garden menyajikan spot untuk berfoto selfie yang kece badai dan instagramable. Sebut aja ayunan, kupu-kupu, rumah pohon, jembatan kayu, rumah indian, payung warna-warni dsb. Selain itu juga, di Kotok Forest Garden bisa memancing ikan di kolam/danau, berkemah, belum lagi ada banyak cafe dan rumah makan yang siap menjadi pelarian pengunjung kala perut bersenandung.
..
Dan jangan lupakan, wahana permainan untuk anak-anak yang pasti bikin anak-anak betah. Saat orang tua asyik memadu kasih, eh meramu kisah, anak-anak akan asyik dengan aneka permainan mereka sendiri.
..
Serta, jangan khawatirkan kantong bakal jebol untuk datang ke sini. Buang jauh-jauh pikiran seperti itu! Karena itu tidak ada yang benar! Percaya saja padaku! (Bacanya dengan lebay ala-ala sinetron Indonesia yess, biar dramatiss) hehe


Harga tiket masuk ke wisata hutan yang menakjubkan ini, juga tak kalah menakjubkan, bukan karena mahalnya, tapi karena betapa terjangkaunya. Tiket masuk Rp. 3.000/orang; biaya parkir kendaraan sekitar Rp. 2.000-Rp. 5.000; dan tiket tiap wahana yang hanya sekitar Rp. 2.000-3.000. bener-bener harga yang bersahabat kan? Dan jelas ga bakal bikin kantong nyeri. Apalagi sakit gigi. 
..
Buat yang suka wisata murah namun ga murahan, Kotok Forest Garden cocok buat rekomendasi, apalagi kalau datangnya bersama keluarga yang terkasihi. Datang ke tempat ini bisa menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Dan jangan lupakan kalau wisata ini buka dari jam 09.00-17.00 ya. Pastikan cuaca cerah saat kamu ke sana. Secerah mentari dan hatimu yang berseri. Agar syukur tercurah tanpa ragu pada Sang Maha Kaya yang telah memberi. 
.
.
Jember, 29 April 2018
Helmiyatul Hidayati


============================================
Nb. Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger.



Memperingati Hari Kartini dengan Belajar Berdaya Bersama AlfaMart, TJI dan Para Bidadari Jember


Di korea selatan, April itu nama salah satu girl group di sana. (#Eh ) Tapi di Indonesia, bulan April itu bisa dikatakan bulannya perempuan. Kenapa? Konon katanya, ibu Kita Kartini lahir di bulan April tepatnya tanggal 21 April 1879. Maaf saya bilang katanya, belum pernah liat akte beliau. Hihi


Umumnya kalo sudah memasuki bulan April, semuanya berbau Kartini. Perjuangannya diceritakan, ciri khas dandanannya di-karnaval-kan, timeline medsos berseliweran ‘merayakan’ ulang tahun beliau, ada yang bikin gambar, iklan, giveaway, kisah, tulisan inspirasi dsb.

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat memang patut di apresiasi, ia tak takut untuk menjadi berbeda dengan adatnya yang sudah terlanjur mapan. Ia juga menginspirasi gurunya, Kyai Sholeh Darat untuk menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa, agar lebih mudah dipelajari, sehingga orang-orang tidak hanya belajar mengaji tapi juga mengkaji.


Meskipun malang, hanya 13 Juz yang selesai diterjemahkan, mulai dari surat Al-Fatihah hingga surat Ibrahim, sebelum akhirnya Kyai Sholeh meninggal dunia. Andaikan ibunda Kartini khatam mengaji, tentu ia tak segan untuk menerapkan ajaran islam dan menjadi inspirasi wanita shalihah masa kini, agar menjadi calon bidadari-bidadari surga kelak nanti. #Eyaaa

Agar kekinian juga, dan berdaya seperti Kartini, AlfaMart bekerjasama dengan The Jannah Institute menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat –Khusus Perempuan-. Acara yang dilaksanakan di Rumpi-Rumpi RESTO Home and Caffe pada Kamis, 19 April 2018 ini juga didukung oleh komunitas emak-emak kece badai di Bidadari Jember.

Pidato pembuka dari Yosia Andika, Branch Manager jaringan toko swalayan milik PT. Sumber Alfaria Trijaya Rayon Tapal Kuda, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan tangung jawab sosial perusahaan, atau istilah kerennya CSR (Coorporate Social Responsibility). Harapannya AlfaMart menjadi semakin dekat di hati masyarakat Indonesia pada umumnya, dan Jember pada khususnya.


Karena namanya pelatihan pemberdayaan, maka tentu ada simulasi membuat suatu karya, dimana sesi ini dipimpin oleh Dewi Uje, seorang pengusaha HandCraft undangan unik dari serbuk kayu. Doi merupakan owner dari Mayar Shopping. Wah, contoh undangan yang diperlihatkan oleh pengusaha yang baru pindah di Jember sejak tahun 2011 ini bikin mupeng, bikin pengen nikah lagi. Dengan orang yang sama tapi.. hihi

Ternyata membuat undangan unik dari serbuk kayu itu menyenangkan dan ga susah-susah amat. Mungkin masih lebih susah soal UNBK yang bikin pusing jagat dunia pendidikan Indonesia. Tapi ga kebayang juga kalo dapet pesanan banyak, pasti bikin lelah hayati, karena yang namanya karya handmade harus dibuat dengan teliti one by one. Etapi yang namanya usaha dan kerja keras emang ada yang mudah? Pengen masuk surga aja jalan terjal menghadang dan menghalangi. Iya ga sih? Iya banget lahh..

Sesi selanjutnya diisi oleh seorang yang akhir-akhir ini sering ketemu dengan saya. Sepertinya kalo ga ketemu dengan saya, dia bakal kangen. /Haha/ Kak Prita HW memberikan materi tentang menulis caption yang menarik untuk media sosial, khususnya instagram.
Dapet materi ini, saya berasa kaya ikan baru ketemu ama air. Dari dulu emang pengin bisa ‘meracik’ instagram biar lebih kece, karena pengen punya online shop serius.


Pada kesempatan kali ini, mamah muda yang baru melahirkan 3 bulan lalu ini memberikan wawasan bagaimana seharusnya postingan yang bagus atau sempurna pada akun instagram kita. Dia juga memberikan beberapa tips menulis caption di isntagram misalnya :
1.)    Penggunaan konsep dengan matang;
2.)    Caption dengan nafas soft selling;
3.)    Image dan caption memiliki keterkaitan (benang merah);
4.)    Menggunakan bahasa sehari-hari dan
5.)    Terdapat kata-kata interaktif yang bisa menimbulkan komunikasi dua arah.

Tak kalah kecenya, materi ketiga disampaikan oleh tim AlfaMart, yakni Vina, yang merupakan seorang Manager Merchandising berpengalaman di sana. Pada kesempatan ini, kita jadi tahu kalo ada visi AlfaMart untuk masyarakat Indonesia yang patut untuk disambut baik, yaitu mewadahi produk lokal. Hal ini telah dilakukan pada beberapa produk yang tidak asing di telinga kita, misalnya Kripik MAICIH Bandung, Krupuk Kemplang Palembang dll.

Tentunya kalo mau produk kita ‘mejeng’ di AlfaMart, ada beberapa kriteria yang menjadi maharnya, misalnya :
1.       Kesesuaian segmen AlfaMart
2.       Ketersediaan tempat
3.       Potensi permintaan pasar
4.       Tren penjualan barang
5.       Keterkaitan kategori barang
6.       Dukungan atas ketersediaan barang.


Nah, susah ga sih supaya produk kita bisa mejeng di sana? Sebenarnya kita ga bakal tahu itu susah atau enggak kalo belum dicoba. Adanya kesempatan-kesempatan seperti ini tentu sangat membantu untuk para bunda atau calon bunda shalihah yang ingin menuntaskan tugas domestiknya dengan sempurna. Karena kesempurnaan kita dalam melakukan tugas domestik akan mempengaruhi tugas negara. Ciyeee penulisnya baru pulang dari seminar parenting, jadi masih kebayang-bayang pelajaran dari pemateri.

Dan acara ini seru pake banget! Kenapa? Karena saya pulang dengan mambawa 2 (dua) bingkisan. Yang satu dapet karena jadi 1 (satu) dari 5 (lima) penulis caption terbaik di instagram, isinya lumayan loh ada kerudung, mug, aqua botol dan gula. Lumayan, kata suami si gula biar daku makin manis.. Eyaaa..

Seperti yang saya bilang di instagram, kita belajar berdaya hari ini, semoga bermanfaat bagi ummat. Dan bisa membuat kita pantas menjadi bidadari yang sesungguhnya nanti. Setuju yess..

Jember, 22 Apr. 18
Helmiyatul Hidayati

Bak Film : Tagar Khilafah Ajaran Islam dan Return The Khilafah Mengudara di Dunia Maya


12 jam sebelum tagar Khilafah Ajaran Islam dan Return The Khilafah mengudara di Dunia Maya, saya adalah seorang yang berusaha melawan kantuk setelah tidur beberapa jam. Perut lapar sedikit terobati oleh sate kambing buatan nenek. Yes, sang nenek di jam 01.00 dini hari menyalakan tungku untuk membuat sate kambing supaya cucunya bisa makan dan berpetualang di hari itu. Alasannya cuma satu, karena cuma ada daging kambing saat itu. :D


Lalu semuanya terasa begitu cepat, tetiba saya sudah ada di mobil yang akan membawa saya ke Pesantren Al-Hamidy Al-Islamiyah di Pasuruan. Lebih dari 3 jam perjalanan dan hanya beberapa jam mendapat jatah tidur, membuat saya merem melek di dalam mobil, alias sebentar tidur dan sebentar bangun.

Sebenarnya banyak yang tidak tahu kalau kemarin adalah tanggal 27 Rajab merupakan Isra’ Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW. Kebanyakan orang akan tahu bahwa hari itu adalah peringatan Isra’ Mi’raj karena kalender berwarna merah dan sudah ada keterangannya.

Padahal 14 abad yang lalu Isra’ Mi’raj merupakan momen spesial bagi Nabi Muhammad SAW. Pada waktu itu nabi SAW menerima titah kewajiban shalat serta pengukuhannya sebagai pemimpin di seluruh dunia.  Hingga menjadikannya sebagai imam para nabi dan rasul yang terdahulu.

Selain itu, kecanggihan yang terlibat pada momen itu melampaui pemikiran pintar masa depan. Apa maksudnya? Pada waktu itu, sang Rasul menggunakan alat transportasi super kilat extra ekspress, Buroq. Kemudian menembus 7 (tujuh) lapis langit hingga melihat 3 (tiga) sungai surga. Semuanya terjadi dalam 1 (satu) malam. Udah deh, pikiran manusia kalo lawan kekuasaan Allah itu emang ga ada apa-apanya, “remah-remah rengginang” aja masih enak. #Eh

Singkat cerita, perjalanan saya ke Pasuruan memang akan menghadiri acara Isra’ Mi’raj yang membahana badai. Special ga pake telor. Selain lokasinya yang ‘unik’, berada di bumi Allah dengan hamparan sawah dan sungai yang mengalir, dan sedikit tanjakan menghiasi. Membuat suasana asri semakin tercipta di hati, meskipun terik matahari tak berhenti menyinari, seiring siang yang mengisi ruang hari.

Eh iya, Kyai yang merupakan tokoh dalam acara hari itu macam pendekar pilih tanding di antara para jawara, karena sukses membuka pemikiran dan mengoreksi pengetahuan yang terkelam. Terutama tentang yang sekarang tak boleh disebut namanya : #KhilafahAjaranIslam. Padahal, menurut Gus Wahid, akibat tidak adanya khilafah bisa membawa ke-berabe-an tingkat tinggi dalam berbagai bidang.


Misal, di bidang pendidikan, sistemnya jadi pendidikan sekuler, artinya memisahkan agama dari kehidupan. Adanya pelajaran agama jadi hanya ‘sekedar tahu’ saja. Di bidang ekonomi, negara menerapkan sistem ekonomi kapitalisme-neoliberal. Di bidang sosial, negara mengadopsi HAM Barat, sehingga zina dan LGBT dibiarkan dan tidak dianggap kriminal.

Sehingga, tidak salah bila Kyai Syamsudin Al Wahidah mengatakan bahwa dunia saat ini sedang sakit, yang merasa bahwa dunia sekarang ini sedang baik-baik saja hanyalah orang yang tidak waras. Dan satu-satunya obat untuk menyembuhkan sakit tak tertahankan ini hanya dengan penerapan Islam secara Kaffah dalam bingkai Khilafah, bukan bingkai pigura yess.

Eh iya (2), ada banyak lagi Kyai yang menyampaikan ‘jurus’ –ceramah- jitunya, tapi karena terik panas yang bergelora membuat saya yang fakir ilmu ini tidak konsentrasi dan 2 (dua) kali memindahkan pantat demi mendapat sedikit naungan. Ah, tak terbayang bila sudah tiba masa kita berjumpa di akhirat, bagaimana kita akan bisa lari dari panas api neraka ya? Siapakah yang akan memberi naungan pada kita nanti? Tiket ke surga ga ada yang murah sist, apalagi di jaman sekarang. Beraaatt.. Kamu ga akan sanggup kalo hanya berdiam diri. Makanya #YukNgaji :D

Setelah acara (di dunia nyata) berakhir, arena pun berpindah ke dunia maya. Bak potongan film office box, tagar #KhilafahAjaranIslam dan #ReturnTheKhilafah jadi primadona alias trending topik numero uno. Emang ya, kalo namanya kebenaran sulit banget untuk bisa dibendung. Secara, kebenaran Islam itu tak akan pernah sama dengan air bah yang lebih mudah dibendung dengan membangun waduk. Hihi

Perjalanan kembali pulang ke Jember memakan waktu lebih lama, mungkin karena kebanyakan hang out. Tapi begitu sampai rumah, laptop jadi lebih menggoda daripada kasur yang memanggil. #Eh

Intinya sih, kalo soal Islam itu hanya perkara “tak kenal maka tak sayang” kok. Maka dari itu taaruf-lah. Dan yang namanya ta’aruf itu butuh orang ketiga loh say, ga boleh asal main nyosor dan nyelonong aja. Orang ketiga kalo mau taaruf dengan Islam, tidak lain dan tidak bukan adalah guru.

Jadi, sudahkah kamu update status ig dan twitter kamu (kemarin dan) hari ini dengan #KhilafahAjaranIslam dan #ReturnTheKhilafah ??

Jember, 28 Rajab 1439
Helmiyatul Hidayati