TUKANG GORENG ABAD INI (2)

Gawat! Pernah suatu malam ketika akan menjemput Radit dari mengajinya, setidaknya ada 3 tempat penjual gorengan yang saya lewati, tapi semuanya tutup! Ga mungkin kan mereka tutup karena gorengan mereka ga laku, padahal gorengan lagi viral!
.
Di Indonesia, ada 3 macam tukang goreng yang terkenal saat ini.  Pertama, tukang goreng normal yang biasa kita temui di sekitar kita, mudah mengidentifikasi mereka, yang mereka jual adalah tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, jagung goreng dll.
.
Kedua, tukang goreng isu #Rohingya, yang mereka jual adalah simpati dan empati, atas dasar cinta, iman, kepedulian, perikemanusiaan dan perikeadilan. Berharap gulungan suara kepedulian ini berhasil membuka pintu-pintu hati orang berwenang untuk melakukan tugasnya dan merepresentasikan tindakan seorang yang begitu menjungjung tinggi sila ke-2 dalam Pancasila : Kemanusiaan yang adil dan beradab.
.
Tukang goreng ketiga, sebenarnya yang paling tua, tapi kadang muncul kadang gak, tergantung situasi dan kondisi. Atau tergantung orderan, made by order gitu deh, namanya tukang goreng fitnah. Yang mereka jual adalah dusta dan asumsi tanpa pembuktian. Parahnya, tukang goreng ini punya alat penggorengan paling mutakhir : kekuasaan dan media.
.
Tukang goreng ketiga agak istimewa, yang berkunjung ke lapak mereka memiliki dua kemungkinan, jika mau selamat harus mau direkrut jadi tukang goreng juga, kalau tidak mau, bersiap jadi bahan gorengan.
.
Bagi sebagian orang/pihak menjadi salah satu tukang goreng jenis ketiga adalah sesuatu yang menjijikkan, maka beralihlah mereka jadi bahan gorengan. Salah satu bahan gorengan heboh dari sejak beberapa bulan lalu adalah ormas Islam, terkhusus yang dibubarkan tanpa pengadilan.
.
Ada aja bumbu yang dilempar kepada mereka : dilarang berdakwah, persekusi mantan anggota, kajian dibubarkan dan terbaru dikait-kaitkan dengan kriminalitas.  
.
Tapi, mari kita pahami bahwa tukang goreng jenis ketiga lagi patah hati, dikiranya bahan gorengan yang mereka (kira) sudah diputuskan, nyatanya malah bertemu orang lain (rakyat) yang semakin hari semakin banyak melirik. Kalo mereka sampe menikah, mampuslah tukang goreng jenis ketiga ini.
.
Mereka (tukang goreng jenis ketiga) boleh jadi memiliki alat penggorengan super, tapi mereka lupa bahwa alat penggorengan itu tidak akan bertahan lama. Mungkin alat penggorengannya tidak akan berubah, tapi operatornya pasti akan berubah, karena massa terus berjalan dan dakwah tak kan berhenti.


Akhirnya, saya jadi berpikir, kalo saya enaknya goreng apa ya?? Ah goreng hati kamu aja.. Iya kamu.. Kamuuu.. hahahaha
.
Jember, 15 September 17
YHH

2 comments:

  1. Replies
    1. Mudah2an indah yg dimaksud itu sama dengan baik atau bagus. Krn kalo itu nama berarti salah alamat haha

      Delete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)