TUKANG GORENG ABAD INI

Saya bukan pecinta gorengan sih, biasa aja. Kalo lagi ada dan pengen ya di makan. Kalo ga ada ya ga sampe dicari-cari banget.
.
Dulu, gorengan itu kayanya murah banget, 1000 perak bisa dapet 4 atau 6. Sekarang 2000 bisa cuma dapet 3 biji. Padahal gorengan itu ya bentuknya itu-itu aja : pisang goreng, tahu (isi) goreng, tempe goreng, dll
.
Meskipun begitu, jangan meremehkan gorengan, ini makanan sejuta ummat. Emak-emak yang bingung mau ngasih hidangan apa pas arisan, ujung-ujungnya di solusi pake gorengan. Adek-adek yang ngumpul-ngumpul pas lagi bokek, ujung-ujungnya di solusi pake gorengan. Jadi gorengan ini tetiba bisa jadi 'super hero.'
.
Dan jangan tanya soal penjual gorengan. Rame sist, bisa lebih rame dari penjual onlineshop kekinian. Mereka biasanya udah open order mulai dari sore sampe menjelang larut, di tambah menu aneka kopi di warung kecil mereka.
.
Itulah yang ada di kepala saya kalo dengar gorengan, penjualnya kita sebut tukang goreng ya, karena mereka juga umumnya menggoreng gorengan di tempat. Biar masih dan tetap hangat kalo gorengan di bawa pulang.
.
Tapi, zaman sekarang tukang goreng pengertiannya udah geser dikit. Tukang goreng abad ini termasuk emak-emak kece badai yang pegangannya gadget sambil mantau urusan dalam dan luar negeri.  Apalagi yang jarinya ketak-ketuk masalah kekinian : #SaveRohingya.


Emak-emak yang biasanya ngeribetin jerawat dan rempong ama baby mereka ternyata bisa kesel dan sebel juga. "Jangan membangunkan naga yang sedang tidur" pas banget jadi pepatah buat mereka saat ini. Khususnya emak-emak pengajian yang mulai matiin tontonan sinetron absurd hare gini.
.
Kesampingkan dulu soal berita Raisa yang menikah. Udahlah doi dah sold out, ga usah diributin, ga dapet pahala juga. Ada barisan emak-emak yang patah hati berat ngeliat penderitaan saudara Rohingya, yang ditutup media, dan diacuhkan sana-sini termasuk oleh penguasa negeri.
.
Rohingya dan deritanya mengetuk hati emak-emak, seakan-akan kepepet tetiba ambil action aja bersuara serempak di media sosial. Jadi trending topic, sampe bikin gerah, jadilah emak-emak dibilang menggoreng isu. Selamat ya mak, situ udah jadi tukang goreng abad ini.
.
Tapi, ini sedikit membantu emak-emak, apalagi yang punya balita. Biasanya si kecil suka tanya dan pertanyaannya bakal disambung2. Pas kita pegang gadget, si kecil nyamperin dan tanya, "Bunda lagi apa sih?"
Jawab aja "Bunda lagi goreng-goreng." paling sambungan pertanyaannya cuma sekitar "Kok ga di dapur bund?"; " bahannya mana?" dll
.
Bayangin kalo dijawab gini : "Bunda lagi menyuarakan keprihatinan untuk saudara Rohingya kita, supaya pemerintah kita mendengar dan kirim tentara atau ngasih satu pulau kecil buat tinggal mereka."
Mungkin, mereka akan tanya, "Rohingya siapa? Kenapa mereka bisa ada di laut? Emang mereka ga punya presiden? Kenapa mereka di bunuh? Mereka muslim juga kan bunda? Bla bla bla.."
.
Hehehe itu ilustrasi aja yah..
Silakan goreng-menggoreng ya bund..
.
Jember, 11 September 17
YHH
.
NB. Tukang goreng abad ini, sebenernya bukan cuma emak-emak aja kok :)

2 comments:

  1. Sekalipun bukan emak-emak, seorang penyu alias perjaka unyu boleh komen kan? Hehhe

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)