Poligami : Ikuti Sunnah Rasul Jangan Setengah-Setengah

Poligami masih jadi topik yang ‘bully-able’, tapi saya tergelitik saja, suatu ketika membaca sebuah artikel tentang poligami yang ditulis oleh seorang kawan blogger. Tak usahlah disebut siapa dia atau alamat web-nya. Saya membacanya dengan cermat dan beberapa kali agar ingat dan mendapat penegasan.

..
Fakta, memang dia sampaikan. Kita mengenal sosok Aa Gym, seorang ulama tersohor di negeri ini. Kemudian salah satu pengusaha yang usahanya cukup dikenal dimana-mana, pemilik resto ayam bakar wong solo. Atau Opick, penyanyi lagu tombo ati yang melegenda. Almost everybody know them!
..
Tapi, ‘rejeki’ mereka turun drastis begitu publik mengetahui mereka poligami alias menikah lagi. Pengajian AA Gym (katanya) sepi, salah satu usaha penginapan milik beliau pun kemudian menjadi tak seramai biasanya.
..
Yang terjadi pada pengusaha ayam bakar wong solo pun begitu, setelah ‘menggembar-gemborkan’ rumah tangga poligaminya, beberapa gerainya gulung tikar.
..
Opick?? Setelah istri pertama menggugat cerai, diragukan masa depan karirnya oleh sebagian netizen. Karena poligami dianggap ‘skandal’ yang menurunkan popularitas penyanyi lagu religi ini.
..
Itu bukan kata saya yess, itu yang saya baca di artikel tersebut. Saya tak terlalu mengikuti perkembangan mereka. Bukan pula orang dekat untuk tahu ‘perekonomian’ mereka.
..
Banyak orang yang mengambil pendapat bahwa hukum poligami itu sunnah, banyak juga yang berpendapat mubah. Terserah deh yang mana, yang menurut masing-masing adalah pendapat terkuat. Kalo saya pribadi lebih cenderung pada mubah.
..
Balik lagi ke topik, eh judul aja. Judul tersebut adalah judul dari artikel yang saya baca tsb. Judul itu memberikan pesan kepada kaum Adam, bahwa mereka bisa berpoligami bila istri pertama meninggal? Loh kok??
..
Ternyata dalilnya adalah kisah rumah tangga Rasulullah, dimana istri pertamanya adalah ibunda Siti Khadijah yang mulia. Setelah ibunda Khadijah meninggal dunia, barulah kemudian (setelah waktu yang lama) Rasulullah memulai rumah tangga poligami.
..
Padahal, dua rumah tangga yang Rasul jalani harusnya menjadi contoh bagi ummatnya, tidak mengapa memilih rumah tangga monogami, maka teladanilah rumah tangga Rasul ketika beristrikan ibunda Khadijah.


Tidak mengapa pula memilih rumah tangga poligami, maka teladanilah rumah tangga Rasul ketika beristrikan Siti Aisyah, Hafsah, Safiyyah, dll. Tentu saja batasan istri untuk suami hanya sampai 4 (empat) istri saja.
..
Tidak dipungkiri memang, kita sering dipertontonkan dengan kehancuran rumah tangga karena wanita idaman lain, atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan pelakor. Namun salah besar bila mengaitkan hal ini dengan poligami. Fenomena kehancuran rumah tangga karena adanya pelakor terdapat faktor pelanggaran pada syariat Allah SWT. Namun, poligami adalah kebalikannya. Tidak ada istilah pelakor di dalam Islam, karena seharusnya pria tidak bisa disetir oleh wanita.
..
Makna mencintai karena Allah pun adalah tidak rela bila pasangan atau orang yang kita sayangi terlibat dalam kemaksiatan atau terdekap dalam buaian setan. Mencintai karena Allah artinya mencintai dia selama ia taat pada-Nya.
..
Aduh, banyak sih yang harus dibahas atau ditulis kalau sudah membicarakan poligami. Tentang apa itu adil? Bolehkah suami menikah lagi tanpa izin istri pertama? Apakah ada syarat dalam berpoligami? Dsb dsb.
..
Tapi kali ini rasanya ingin membahas singkat tentang rezeki saja. Benarkah seorang suami yang berpoligami akan mengurangi ‘rezeki’ keluarga? Di zaman sistem kapitalistik seperti sekarang ini, memang benar rasanya kalau menghitung rezeki berdasarkan materi dan matematika manusia. Dengan pendapatan sekian dan dari sumber tertentu, bertambahnya anggota keluarga akan membuat pengeluaran lebih banyak. Otomatis hasil yang didapat pun lebih sedikit.
..
Supaya datanya valid, maka pertanyaan ini memang wajar dan pantas bila ditujukan kepada praktisi poligami, yang tak lain dan tak bukan adalah suami saya sendiri.
..
Untunglah jawaban beliau adem, “Yang jelas tambah istri, tambah rejeki.” #Eyaaa
..
Dulu, memang pernah terbersit pikiran, apakah dengan masuknya saya ke rumah tangga poligami dengan menjadi istri kedua, akan membuat suami bekerja lebih keras, apakah kakak madu saya akan tetap merasa sama tanpa perubahan karena harus berbagi dengan saudarinya.
..
Tapi matematika Allah SWT ternyata berbeda, setiap manusia telah diciptakan lengkap bersama rezekinya, Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya(QS. Huud: 6).

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”
..
Suami yang takut pada Allah dan memilih berpoligami, maka ia harusnya telah memiliki pengukuran sendiri terhadap kemampuannya dan memiliki rencana-rencana untuk masa depan dunia hingga akhirat bagi keluarganya.
..
Dan rejeki memiliki cakupan yang luas, bukan hanya berdasarkan materi seperti anggapan kebanyakan manusia materialistik. Anak yang sholih-sholihah, istri yang shalihah, kesehatan dll juga merupakan rejeki dari Yang Maha Kuasa.
..
Orang lain mungkin melihat, AA Gym; Pengusaha Ayam Bakar Wong Solo (maaf lupa namanya); atau Opick kehilangan banyak hal karena pemberitaan rumah tangga poligami-nya. Tapi kita tak akan pernah tahu seberapa banyak rejeki lain yang diberikan oleh Allah dari jalan lainnya.
.
.
Jember, 27 Jun 18

Helmiyatul Hidayati

2 comments:

  1. Moga bertemu dengan suami dan kakak madu di surga-Nya mbak. Nggak berani komentar selain doa. Aamiin.

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)