Sewa Rahim = Ketika Kaum LGBT Bermimpi di Siang Bolong


Kalau bicara soal sewa rahim, jadi inget film India Chori-Chori Chupke-Chupke. Film ini bercerita tentang pasangan suami istri (Salman Khan dan Rani Mukerji) yang menyewa rahim seorang wanita (Pretty Sinta) melahirkan anak untuk mereka karena Rahim Rani Mukerji tidak bisa hamil lagi.
..
Antara suami dan wanita yang menyewakan rahimnya memang terjadi proses intim agar mereka mendapatkan buah hati. Namun, perjanjian di antara mereka mengharuskan sang ibu yang melahirkan harus memberikan bayi itu pada mereka ketika bayi telah lahir.
..
Dulu, rasanya film ini romantis dan bikin termehek-mehek, demi cinta sang istri rela suaminya memiliki anak dari wanita lain. Ternyata hal ini salah di dalam Islam. Saya lupa apakah suami dan wanita penyewa rahim itu menikah dulu atau tidak, tapi kalau tidak kan namanya sama dengan zina. Kalaupun menikah, niatnya udah ga bener, meninggalkan suami dan anaknya begitu melahirkan.


Intinya, film ini happy ending (kala itu saya menganggapnya begitu) dengan wanita yang menyewa rahimnya pergi dari keluarga tersebut tanpa membawa sepeserpun uang yang telah menjadi haknya. Hanya membawa selembar foto keluarga dimana ada dia di dalamnya. Sekarang, saya tahu bahwa ini sangat amat tidak adil untuk si wanita tersebut, sudahlah dia hamil dan sekarat sewaktu melahirkan, kemudian berpisah dengan bayinya. Kebahagiaan keluarga yang dia dambakan pun tak ia dapat.
..
Padahal Islam telah mengatur pernikahan sebagai suatu cara untuk melangsungkan keturunan. Dan ada syariat poligami yang bisa dilakukan bila istri memang tidak bisa hamil lagi. Baik istri pertama atau istri kedua akan mendapat hak dan kewajiban yang sama. Kehormatan mereka pun terjaga. Nah loh, jadi ngomongin poligami. Haha
..

Baca juga : Fakta Keagungan Pernikahan yang Terlupakan

..
Tapi, lain film, lain pula di kehidupan nyata. Jangankan suami istri yang tidak bisa memiliki keturunan ingin memiliki anak melalui sewa rahim, sekarang keinginan ini dimiliki pula oleh kaum LGBT.
..

Mungkinkah itu???

..
Dalam pelajaran biologi, kita pernah belajar mengenai proses penyerbukan pada bunga sempurna. Hal ini merupakan proses penting dari reproduksi tumbuhan. Proses ini melibatkan benang sari sebagai alat reproduksi betina dan putik sebagai alat reprodusi jantan. Bila penyerbukan berhasil, akan tumbuh buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju ‘bakal biji.’

Bunga Matahari. Contoh Bunga Sempurna

Teknis penyerbukan sendiri adalah ketika benang serbuk sari jatuh pada kepala putik. Tidak pernah ada penyerbukan berhasil, jika hanya melibatkan satu jenis kelamin, misalnya hanya benang sari dicampurkan dengan benang sari, atau putik ditempelkan dengan putik. Tidak akan pernah ada bakal biji yang terjadi.
..
Itu di dunia tumbuhan (bunga), di kalangan manusia juga berlaku hal yang sama. Kelangsungan keturunan tidak akan bisa terjadi jika alat reproduksinya sama. Pasangan laki dan laki (Gay) serta perempuan dan perempuan (Lesbian) tidak akan menghasilkan keturunan. Itu karena laki-laki hanya memiliki sperma dan perempuan hanya memiliki sel telur/ovum. Sementara pembuahan pada proses reproduksi manusia adalah bila sperma bertemu dengan sel telur/ovum.
..
Kaum LGBT kemudian berusaha mencari solusi demi mempertahankan eksistensi nafsunya dan mencari pembenaran tentunya. Berusaha membuktikan bahwa mereka normal (sekalipun jelas abnormal). Maka ide ‘sewa rahim’ pun menjadi pembicaran, wacana dan rencana yang mereka tampilkan.


Sewa rahim adalah ketika pasangan LGBT ingin memiliki keturunan namun mereka sendiri sadar tidak akan bisa memiliki anak. Sehingga mereka membayar rahim wanita lain dan mengganjarnya dengan uang. Dengan kejamnya dan tidak manusiawi sekali mereka menganggap rahim wanita lain sebagai komoditi bisnis yang bisa disewakan dan dinilai dengan uang.
..
Sewa Rahim atau Surrogate Mother adalah perjanjian anatara seorang wanita yang mengikatkan diri melalui suatu perjanjian dengan pihak lain (suami-istri) untuk menjadi hamil terhadap hasil pembuahan suami istri tersebut yang ditanamkan di dalam rahimnya dan setelah melahirkan diharuskan untuk menyerahkan bayi tersebut kepada pihak suami istri berdasarkan perjanjian yang telah dibuat (Dr. H. Desriza Ratman, MH. Kes). Sekalipun kontroversial, di beberapa negara praktek ini sudah di legalkan seperti India, Yunani, Portugal dll. Para ibu pengganti mendapatkan uang sebagai imbalan dalam jumlah fantastis sekitar 700jt – 1,5 M.
..
Beberapa selebritis terkenal melakukan praktek ini, misalnya Christiano Ronaldo, Kim Kadarshian dan suaminya, atau pasangan gay Ryan Murphi dan David Miller.
..
Menjadi ibu, sekalipun ibu pengganti sama-sama mengandung si janin selama 9 bulan dalam keadaan yang berat. Seorang wanita terkadang mengalami reaksi yang berbeda terhadap kehamilannya. Ketika seorang wanita hamil maka ia membutuhkan dukungan agar fisik dan psikisnya tidak terganggu. Dan sudah naluri-nya seorang wanita yang mengandung bahwa akan tercipta ikatan batin antara ia dan anaknya yang di dalam kandungan.
..
Di Indonesia, sewa rahim menjadi perbincangan hangat ketika Jeremy Tetty menyebut hal ini sebagai solusi bagi para pasangan LGBT yang ingin memiliki anak sekitar akhir tahun 2016 lalu. Padahal keberadaan LGBT sendiri seharusnya tidak ada karena sesungguhnya merupakan bentuk kerusakan moral. Prilaku ini muncul sebagai bentuk penyaluran gharizah nau’ (naluri berkasih sayang) secara salah karena pemikiran yang salah. Pemikiran yang jauh dari Islam ini terjadi karena penerapan sistem kapitalisme dalam tatanan negara yang memisahkan agama dari kehidupan dengan jargon kebebasan-nya yang masif digencarkan.
..

Baca Juga : LGBT yang Menyebar bak Virus : Sebuah Catatan FGD

..
Sekalipun praktek sewa rahim di Indonesia dilarang di Indonesia sesuai pasal 6 UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan No.72/Menkes/Per/II/1999 tentang Penyelenggaraan Teknologi Reproduksi Buatan. Dipertegas dengan adanya sanksi pidana bagi yang mempraktikkannya (pasal 82 UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan)


Namun, bukan tidak mungkin undang-undang ini akan diutak-atik hingga sesuai untuk kepentingan tertentu suatu hari nanti. Karena bagaimanapun juga, hukum yang dibuat manusia bersifat fleksibel, penafsirannya tergantung oleh siapa yang bertahta. Sehingga tidak ada gunanya berharap pada hukum karangan mahluk yang akan mati.
..
Apalagi, proyek mendukung LGBT di beberapa negara salah satunya Indonesia mendapat dukungan dan kucuran dana dari UNDP (United Nations Development Programme) sebesar total US $ 8 juta (108 milliar).
..
Kerusakan moral akan terus terjadi : LGBT terus melenggang, dan sewa rahim bisa jadi akan menjadi salah satu angin segar bagi mereka bila tidak ada solusi tuntas menyelesaikan ini. Untuk mengatasi permasalahan ini, tidak cukup hanya dengan menanamkan ketakwaan pada setiap individu agar memiliki kewaspadaan, namun sangat membutuhkan kontrol masyarakan dan aturan negara yang bukan sekedar karangan manusia. Tapi langsung berasal dari sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur.
.
.
Jember, 24 Maret 2018
Helmiyatul Hidayati


11 comments:

  1. Aku baru tau istilah sewa rahim. Nggak bisa berkata-kata. Menakutkan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pas denger JT ngomong ttg sewa rahim yg viral itu, langsung emosi bgt! Pas lg hamil gede pula. Dikira pengorbanan ibu cuma sebatas perutnya jd wadah, hiks

      Delete
  2. Kita doakan bersama mbak, semoga kaum LGBT mendapatkan hidayah.

    ReplyDelete
  3. Ngeri mbak Helmi, bukan hanya perempuan yg terhina karena dijadikan komoditi bisnis. Nyatanya, anak yg dilahirkan pun pasti jadi korban. Kebingungan membedakan mana bapak mana ibu --, secara psikis pun bakal terganggu pastinya. Apalagi soal nasab hadeeh malah merambat banget ya problemnya.n tar nikah walinya siapa. Hasil anaknya gimana deuhh.. *senewen

    Miris mbak ngomongin lgbt ini. Nauzubillah. Apalagi kaum mereka Uda pada pede menunjukkan eksistensinya. T.T

    Semoga keluarga dan keturunan kita dijauhkan dr kebrobokan jaman now..

    Semoga kaum LGBT bisa segera taubat dan mendapatkan hidayah dr Alloh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wiihh mantap analisanya mbak.. Iya Aamiin mbak, Semoga hukum Islam segera tegak. Biar kita aman dunia akhirat :)

      Delete
  4. terus udah sewa rahim pas lahiran anaknya ga mau diserahin karna naluri ibunya udah muncul ...terus si sejoli gugat ke pengadilan kira2 yang menang siapa ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini kayanya perlu ditanyakan ke ustad Shidiq Al Jawi hehe

      Delete
  5. Sewa rahim, justru jadi bukti kalo mereka butuh perempuan untuk punya anak.

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)