Pengaruh Utang pada Tabiat Manusia


Ini cerita lama, tentang gak enaknya punya utang, yang terjadi pada teman saya. Kalau cerita tentang utang saya (dulu) itu lain cerita, akan dibagi di lain kesempatan. InsyaAllah :D haha
..
Teman saya cuma ber-utang sedikit : Rp. 1.500.000,- pada tahun 2015 di sebuah koperasi NUSA INDAH Jember dengan jaminan BPKB sepedanya. Bagi karyawan kalau utang segitu pasti ga banyak-banyak amat. 3-4 bulan kemungkinan udah lunas.
..
Tapi dia bukan orang berada. Akhirnya sampe tahun ini (beberapa bulan lalu) belum lunas. Dari pihak koperasi pun diam-diam aja, ga nagih ga apa. Tapi perhitungan bunga dan denda jalan terus tanpa henti. Hasilnya bikin ngeri !!


Dalam 3 tahun berlalu, bukan berarti teman saya diam saja. Kalau punya uang pasti dibayar. Sebulan bisa dibayar 30rb-100rb. Pokoknya kalo ditotal pembayaran yang dia lakukan sudah sebesar Rp. 570.000,- Saya turut membantu pencatatan waktu itu. Akhirnya ketika ada rejeki dan diniatkan melunasi, teman saya datang dan menanyakan berapa yang harus dia bayar. Betapa terkejutnya dia ketika tahu kalo untuk melunasi butuh uang Rp. 1.450.000,-
..
Baginya uang Rp. 570,000,- itu sangat besar, ternyata dengan semena-mena hanya dihargai 50rb oleh koperasi. Rasanya gregetan setengah mati. Jujur ketika mendengar hal itu, waktu itu saya menangis. Bukan karena sedih atau marah. Tapi karena takut!


Saya telah belajar tentang RIBA dan mengingat hukuman pelaku riba itu bisa kekal di Neraka. Sekalipun dia muslim! Seharusnya dia hanya membayar sisa utang sebesar Rp. 930.000,- tapi mereka tidak mau menghapus bunga laknat alias riba itu sebesar Rp. 530.000,- Membayangkannya saja saya merasa betapa panas rasanya uang itu. Panas Api Neraka! Akhirnya yang saya bisa lakukan hanya memberikan booklet anti riba. Semoga ada hati yang terusik setelah itu.
..
Saya yakin, cerita tentang teman saya ini banyak juga terjadi di masyarakat. Koperasi-koperasi seperti itu biasanya memberikan pinjaman dengan mudah, dengan kuota kecil-kecil tapi bunga-nya bisa mencekik leher. Sekitar 4% per bulan. Ah, tapi namanya riba, besar-kecil ya tetap haram, tetep dosa. Jangan dekat-dekat deh.
..
Emang bener ya kalau punya utang riba itu bisa mempengaruhi sikap dan memunculkan tabiat buruk. Saya perhatikan teman saya itu kurang terjaga rasa amanahnya, kelihatan banget kalo gelisah sekalipun lagi nyantai. Kalau diminta tolong melakukan sesuatu, selalu menyanggupi tapi tidak pernah selesai. Orang lain pun kecewa!


Nah ini masih di tingkat masyarakat kelas menengah ke bawah. Utang segitu aja baru selesai setelah lebih dari 2 tahun, itupun karena ada hibah. Selama itu juga teman saya menghadapi hari-hari yang tak tenang, kerja pontang-panting, kesehatan terganggu, dan masih banyak lainnya lagi. Ga sanggup rasanya kalo ditulis semua.
..
Kalo mau mengacu pada tabiat buruk utang di bawah ini, mungkin teman saya udah nyampe no. 19.

TABIAT BURUK UTANG DI DUNIA

1. Membuat kecanduan
2. Selalu Bertambah
3. Menambah Beban kehidupan
4. Beban pikiran
5. Gelisah di malam hari
6. Terhina di siang hari
7. Bertindak kriminal
8. Berbuat syirik
9. Berdusta kalo bicara
10. Ingkar kalo berjanji
11. Memutus tali persaudaraan
12. Sakit sakitan
13. Hilangnya kemesraan
14. Daya fikir lemah
15. Kreatifitas menurun
16. Gagal fokus
17. Menyeret ke jalan buntu
18. Hilang akal sehat
19. Stresss
20. Bunuh Diri
..
Nah, sekarang ayo kita bayangkan betapa tragisnya utang negara kita yang mencapai 7000 Triliun itu. Kira-kira kalo melihat dari list tabiat buruk utang itu, udah nyampe no. Berapa ya?
..
Udahlah punya utang riba itu sengsara di dunia, di akhirat belum tentu selamat.
.
.
Jember, 22 Maret 2018
Helmiyatul Hidayati

2 comments:

  1. Assalamualaikumwrwb, alhamdulillah mo ngetes via hp,jzk khair ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumussalam.. silakan di tes semua.. hehe

      Delete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)