Ada Cinta di Kelas Bahasa Arab



Ada Cinta di Kelas Bahasa Arab
.
.
Dulu, bahasa adalah mata pelajaran spesialisasi saya. Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, kecuali bahasa daerah, selalu dapat nilai yang bagus. Kalau dipikir-pikir saya bisa begitu karena memiliki cinta. Cinta pada bahasa, meskipun ga cinta-cinta amat karena ga sampe mempelajari bahasa sampai tingkat kuliah. 
..
Sampai sekarang kemampuan bahasa Inggris saya lumayan. Lumayan bisa buat nonton drama korea dengan subtitle bahasa Inggris maksudnya. :-D
Kemampuan bahasa Indonesia juga lumayan. Lumayan buat nulis di blog pribadi maksudnya.
Kemampuan bahasa daerah (Madura) juga lumayan. Lumayan memahami nenek saya bicara dan membalasnya dengan bahasa Indonesia. Haha


Dalam rangka menghadapi berbagai kemelut hidup, belajar jadi urusan kesekian. Padahal menuntut ilmu itu wajib ya, ilmu agama maksudnya. Bahasa juga ilmu penting untuk dipelajari. Kalo kata ustadzah sebagai alat untuk berdakwah. Karena penguasaan pada bahasa adalah kunci sukses komunikasi bisa berjaya.
..
Setelah sekian lama melupakan soal bahasa dan bahasa, kali ini saya sampai pada masa dimana harus belajar bahasa lagi. Bahasa yang dulu tidak pernah terbayangkan di otak saya nan sempit. Tidak ditetapkan sebagai bahasa internasional seperti bahasa Inggris namun sebenarnya berada sangat dekat dengan kita, bahkan merupakan bahasa asing pertama yang kita pelajari. Ingat umur berapa kita pertama kali naik ke musholla untuk belajar IQRO’? Ya, itulah pertama kali kita belajar bahasa Arab.
..
Minggu yang lalu, akhirnya saya masuk juga ke kelas bahasa Arab pada seorang ustadzah. Sebelum masuk pada pelajaran, mentor kami menyampaikan kenapa kita harus belajar bahasa Arab. At that moment, saya merasa terkejut.
..
Kenapa Bahasa Arab??
1.       Bahasa Arab adalah bahasa surga.
Surga tentu harapan siapa saja. Jangankan kaum muslimin, yang atheis sekalipun pasti ingin masuk surga, meskipun persepsi kita dan mereka tentang surga itu berbeda. Surga adalah negeri kekal di akhirat. Sebaik-baiknya tempat kembali. Di sana kita akan berkomunikasi dengan bahasa Arab loh, siapapun dia, berasal dari suku atau bangsa apapun.
2.       Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an
Sebuah perusahaan elektronik misal hape biasanya mengeluarkan atau menjual produknya include buku panduan, supaya si produk bisa digunakan dengan baik dan benar. Al-Qur’an juga sebenarnya buku panduan bagi manusia agar menjalani kehidupan dengan baik dan benar, sesuai dengan tujuan penciptaan Yang Maha Kuasa. Karena Al-Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, maka penting bagi kita untuk mempelajarinya.
3.       Belajar bahasa Arab hukumnya wajib
“Barang siapa belajar bahasa Arab, ia akan bisa menguasai seluruh ilmu tsaqofah Islam.” (Imam Syafi’i)
4.       Belajar Bahasa Arab berarti berusaha menjaga agama dan ibadah serta beramal dengan benar
Terkadang kita sudah merasa cukup ketika bisa membaca bahasa Arab atau menghafal suatu bacaan (doa), padahal belum tentu kita tahu artinya. Bisa jadi juga pembacaan yang salah akan menyebabkan perbedaan arti yang fatal. Apalagi jika bacaan itu menyangkut bacaan sholat. Pasalnya sholat adalah suatu amalan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun (kecuali haid dan nifas bagi perempuan)
..
Selain itu bahasa Arab juga memiliki banyak ‘kekayaan’ makna, dalam 1 (satu) huruf hijaiyah bisa saja memiliki belasan makna. Sesuatu deh..
..
Pada akhirnya ini memang tentang cinta. Bila memiliki cinta maka kita akan memiliki sikap yang tulus untuk mempelajari. Namun cinta terkadang tidak bisa tumbuh begitu saja hanya karena ingin bukan?


Jadi, asal muasal cinta itu ada dua. Pertama, cinta yang bisa hadir sendiri tanpa perantara (karena naluri), misalnya cinta ibu pada anaknya. Kedua, cinta yang dibangun karena pemahaman, misalnya cinta Umar Bin Khattab pada Rasulullah SAW. Awalnya Umar adalah orang yang paling ditakuti dan sangat menentang dakwah Rasul, namun itu sebelum dia memiliki pemahaman Islam. Ketika ia telah memilikinya maka benci itupun berubah menjadi cinta.
..
Begitu juga dengan pemahaman kita akan Al-Qur’an. Mungkin banyak yang tahu bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW. Namun apakah sejatinya mukjizat itu?
..
Mukjizat sebenarnya memiliki arti ‘melemahkan.’ Pada zaman Nabi Musa, kala itu menjadi penyihir adalah trending topik dan keren pake banget. Karena itu nabi Musa diberi mukjizat tongkat yang bisa berubah menjadi ular sungguhan dan memakan ular-ular hasil sihir para penyihir yang lain. Sebenarnya sihir para penyihir pada masa itu hanya sebatas mampu mengelabui pandangan orang, seakan-akan tongkat mereka berubah menjadi ular, padahal sebenarnya tidak. Karena itu para penyihir itupun langsung beriman karena tidak mungkin sihir Nabi Musa adalah sihir manusia, pasti karunia dari Allah. Mukjizat itu melemahkan penyihir-penyihir itu dan mengakui kebesaran Yang Maha Kuasa.
..
Pada zaman Rasulullah yang menjadi trending topik adalah penyair. Pada masa itu belajar membaca dan menulis justru suatu kemunduran, karena orang-orang memiliki daya ingat LUAR BIASA untuk menghafal banyak syair. Dan Al-Qur’an adalah karya sastra yang tidak pernah bisa dibuat oleh penyair Arab paling hebat sekalipun. Bagi orang-orang yang berpikir, akan menyadari bahwa Al-Qur’an tidak mungkin buatan manusia, pasti itu buatan Tuhan.
..
Maka, bila kita menyadari Al-Qur’an adalah mukjizat, seharusnya itu melemahkan kita dan mengagungkan Tuhan Yang Esa. Membuat kita menjadi lebih taat dan mencinta dalam ketaatan. Salah satu cara menjaga cinta adalah berusaha memahami Al-Qur’an dan mempelajarinya bahasa di dalamnya (bahasa Arab), kemudian menerapkannya dengan benar dalam seluruh aspek kehidupan kita.
.
.
Jember, 08 Mar 2018
Helmiyatul Hidayati

12 comments:

  1. Wahhh, aku dulu pernah belajar bhs arab pas SD apa SMP ya, dan faktanya memang lbh susah dr bhs Ing �� Jadi penasaran belajar lagi. Bagi2 cerita belajarnya ya,hehe

    ReplyDelete
  2. Kalo aku lihainya bahasa jember mba...mara jok ngunu...mak tager raaahh..😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahasa jember itu bahasa campuran jawa dan madura ya mbakk hehe

      Delete
  3. Tak kira ada cinta ini ada yang cinlok di kelas Bahasa Arab mbak wkwk biasa ya remaja~

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak ineess.. aku juga nyangkanya gitu, hahahaha Ternyataaa salah besar. Malu aku ;D

      Delete
    2. hahaha ines emang dah, minta di ta'arufin hihi

      Delete
  4. Bahasa Arab kunci kesuksesan umat Islam . Semangat mbaaa

    ReplyDelete
  5. Mau dong mbak diajarin bahasa arab.. aku bisanya cuma bahasa cinta hehe����

    ReplyDelete
  6. Waah, keren mba Helmi. Saya juga lagi belajar tamyiz nih, mba. Seru!
    Btw, no wonder ya mba helmi tulisannya bagus2. Ahli bahasa ternyata ��

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)