In Time : Apa yang Akan Kamu Lakukan Bila Kamu Tahu Kapan Akan Mati??

January 08, 2021

 

 

Pernah dengar “Time is Money” kan? Kalimat ini dimaksudkan agar jangan membiarkan waktu berlalu sia-sia, sebisa mungkin bekerja untuk menghasilkan uang. Agar hal tersebut bisa tercapai maka seseorang harus bekerja lebih giat, lebih keras dan lebih banyak. Tapi gegara konsep ini akhirnya jadi rancu kan, sebenarnya ketika kita bekerja, kita menjual waktu atau menjual keahlian? Apapun itu saya ga akan bahas itu di sini. Hehe

 

Saya mau bahas sebuah film Hollywood yang ga bosen saya tonton lebih dari 1 (satu) kali karena mengartikan “Time is Money” dengan benar-benar lugas. Film yang tayang tahun 2011 ini diperankan oleh Justin Timberlake loh, gegara film ini, aku jadi tahu kalo dia tuh ternyata bisa main film. Kirain bisa nyanyi doang.

 

Pertama kali nonton film ini di TV, hati rasanya berdesir-desir. Bertahun-tahun kemudian setelah mengalami fase hijrah, saya nonton lagi, lebih tegang dan tertegun-tegun. Ini bukan film horror, tapi ketegangan itu muncul karena membayangkan bagaimana jika seandainya, di lengan kita ada jam hitung mundur MENUJU KEMATIAN yang bisa kita lihat sewaktu-waktu??


Baca juga : Hijrah : Antara Kebutuhan dan Keinginan. Bagaimana Menjawabnya?

 



SINOPSIS

 

Ada suatu masa dimana manusia akan berhenti menua di usia 25. Sebagai gantinya di lengan mereka akan muncul jam digital yang berhitung mundur menuju kematian mereka. Sebagai modal awalnya, setiap umur 25 tahun, manusia memiliki waktu 1 tahun untuk bertahan hidup. Bila waktu tsb sudah mencapai angka 0 (nol), maka manusia akan mati.

 

Di masa ini uang bukanlah segalanya, tetapi yang berharga adalah waktu. Semua orang berusaha bertahan hidup dari hari ke hari. Mata uang di masa ini bukan dollar atau rupiah tapi detik, menit, jam, tahun dan abad. Seseorang membeli makanan bukan dengan uang, tapi dengan waktu hidupnya. Misal membeli segelas kopi seharga 4 menit, maka hidup si pembeli kopi akan berkurang 4 menit. Bekerja seharian akan mendapat gaji waktu hidup 8 jam, maka usia si pekerja akan bertambah 8 jam dan seterusnya.

 

Dengan begitu orang miskin adalah orang yang di lengannya hanya memiliki sedikit. Sementara orang kaya adalah yang memiliki banyak waktu hidup, di lengan maupun simpanannya (semacam asset atau harta gitu, bisa ditabung di bank dsb)

 

Will Salas adalah seorang warga Dayton, sebuah kota dimana kebanyakan dari mereka hanya memiliki waktu 24 jam di lengannya. Mereka harus bekerja dari hari ke hari untuk bertahan hidup. Dengan kata lain mereka adalah rakyat miskin. Suatu ketika Will mendapat transfer waktu dari seorang kaya raya yang bosan hidup, tak tanggung-tanggung Will mendapat lebih dari 1 abad.

 

Sayangnya meski telah menjadi kaya-raya, Will mengalami kegagalan ketika berusaha menyelamatkan sang ibu yang mati di depan matanya karena kehabisan waktu. Will pun berkelana menuju kota lain yaitu New Greenwich, kota ini merupakan kota orang-orang kaya yang memiliki banyak waktu di lengannya.

 

Dalam petualangan Will, ia juga dikejar oleh Time Keeper (semacam polisi) yang mencurigai Will sebagai pencuri (karena tiba-tiba punya banyak waktu, padahal itu sebenarya transferan dari si orang kaya yang bosan hidup itu tadi). Hal ini membuat Will terpaksa menculik Sylvia sebagai sandera, putri seorang pemilik bank waktu yang kaya raya.

 

Will menunjukkan pada Silvya tentang dunia dan kesenjangan yang sangat tidak adil antara Dayton dan Greenwich, akhirnya mereka pun bekerja sama “merampok” bank waktu dan membagikan secara gratis ke orang-orang tidak mampu.




SISI LAIN

 

Siapapun yang punya ide cerita seperti ini, IMHO ini sangat brilliant! Dan sangat related dengan kehidupan kita zaman sekarang, zaman sekuler kapitalisme. Salah satu dampak buruk ekonomi kapitalisme adalah membuat kesenjangan yang sangat jauh antara si kaya dan si miskin. Tidak ada yang namanya keadilan dan kemakmuran yang merata.


System ekonomi kapitalisme berdiri berdasarkan asas sekuler (memisahkan agama dari kehidupan), tujuannya adalah mencapai manfaat atau laba yang sebesar-besarnya. Tidak mempedulikan halal-haram, apapun bisa dijual, dengan cara apapun bisa menjual, system kepemilikan berdasarkan permodalan dan dimana-mana berbalut riba.

 

Beda dengan system ekonomi Islam, dimana system kepemilikannya di atur antara milik individu, negara dan bersama sesuai hukum syara’. Di pasarnya hanya boleh memperjual-belikan yang dihalalkan oleh Allah, baik itu barang atau jasa. Islam juga mengharamkan riba dalam bentuk apapun. System Ekonomi Islam terbukti mampu menyejahterakan daripada system ekonomi kapitalisme, seperti yang pernah terjadi pada masa Umar bin Abdul Aziz ketika menjadi khalifah.


Baca Juga : Gabbar is Back : Bukan Pahlawan Kesiangan, Tapi Islam yang Akan Menyelamatkan!

 

Menjadikan waktu hidup (abad, tahun, hari, jam, menit, detik) dalam film ini sebagai komoditas mengingatkan kita betapa kematian itu sangat dekat dan waktu kita hidup di dunia ini sangat sebentar bukan? Sayangnya karena pandangan hidup Will Salas berbeda dengan pandangan kita (sebagai mukmin), berbeda pula cara menyikapi kehidupan ini.

 

Bagaimana bila kita tahu akan mati besok?? Maka pepatah ini cukup untuk menjawabnya : “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.”

 

Seorang mukmin menjalani kehidupan dengan visi-misi sebagai hamba Allah (Abdulla) dan pemimpin di muka bumi (Khalifatullah). Semua tindakannya wajib terikat pada hukum syara’, termasuk dalam memberika kesejahteraan dan kemakmuran dan merata kepada rakyat, bukan dengan jalan merampok seperti Will Salas da Sylvia, tapi dengan menerapkan syariat Islam secara sempurna dan paripurna.

You Might Also Like

60 comments

  1. Saya pernah juga mikir kayaknya enak kalau tau kapan akan mati. Tetapi, dipikir lagi, belum tentu juga. Malah kayaknya hidup bisa jadi lebih menyeramkan. Jadi pengen menonton film ini :)

    ReplyDelete
  2. Kalau kita tahu akan mati besok pasti gak ada waktu buat kita main-main. Aku termasuk yang jarang nonton film barat. Ini aja aku baru tau. Dari sinopsisnya sih seru banget ya.

    ReplyDelete
  3. Pengen nonton!
    Kayaknya abis ini deh hehehe.
    Paling suka deh ama film-film ginian :D

    Kalau tahu akan mati?
    Mungkin saya bakalan lupain dunia, langsung bebenah buat bekal akhirat nanti, berlaku dengan sebaik-baiknya, mencintai setiap menitnya.
    Duh, memang sebaiknya kita selalu mengingat kematian ya, karena itu satu-satunya yang pasti di dunia ini, hanya saja, waktunya misteri itu yang bikin kita lengah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak kalo tau kapan bakal mati, harusnya akhirat aja yg kita pikirin

      Delete
  4. Wah ini film lama banget yang pernah aku tonton part nyeseknya pas lari2an sama ibunya sedih asli aku sampe duhhh padahal yah dia punya transferan waktu yg banyak..keren sih filmnya menurut aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener. Scene itu bikin baper.. apalah arti harta (waktu) tanpa orang terkasih. Eyaa

      Delete
  5. Saya setuju banget yg bikin idenya ini hebat banget. Waktu adalah sesuatu yg teramat berharga ya. Kita bisa kehilangan dan tidak mungkin mendapatkannya lagi kalau menyia-nyiakannya. Waktu disini ibaratkan sebuah kehidupan. Beneran bagus jalan ceritanya...

    ReplyDelete
  6. Ide filmnya keren banget ya. Seseorang akan hidup sesuai dengan hitungan waktu yang ada di tangannya. Wah apa jadinya kalau sampai beneran bisa begitu ya.

    Suka banget sama pesan yang kakak sampaikan di artikel ini. Ekonomi islam yang non ribawi insya Allah lebih mensejahterakan.

    ReplyDelete
  7. Aku bakal siapin wasiat dlu deh hikss. Selain itu emang padtinya bakal banyak beribadah dan berbuat baik ya mbaa. Ya Allaah bayanginnya aja kok udah ngeri yaa huhu

    ReplyDelete
  8. seperti film yang dibintangi oleh Justin Timberlake, apapun yang dibayar dan dibeli bayarnya pakai waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya emang ini tuh filmnya Justin mbak.. tuh ada di posternya

      Delete
  9. seperti mengingatkan banget bahwa apa yang kita lakukan selama hidup harus sepenuh hati karena kita ngga pernah tahu nasib dan umur kedepan

    ReplyDelete
  10. Film ini jadi mengingatkan meninggal ya kak, kebaikan apa saja yang sudah diperbuat, rasanya hal buruk yang di lakukan yang terpampang nyata di pikiran.. semoga bisa menjadi orang yg lebih baik

    ReplyDelete
  11. Seru jugร  ya filmnya, ga kebanyak klu Kita tau kpn Kita akan mati, serem jugร  ngebayanginnya

    ReplyDelete
  12. Wah jadi pengen nonton film ini.
    Ini juga bisa jadi pengingat untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan kebaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kita cuma numpang hidup sebentar di dunia ya mbakk

      Delete
  13. Wah jadi penasaran ingin nonton filmnya nih padahal aku paling jarang banget nonton, tapi tentang kematian kayaknya bagus nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lupa mampir lagi kemari kalo sudah nonton ya mbakk

      Delete
  14. Bener-bener "bekerja untuk bertahan hidup".
    Ada beberapa film yang bertema sejenis ini ya. Di Indonesia ada, diangkat dari novel (kebetulan yang nulis novelnya itu temenku). Film Korea juga ada ya kalo gak salah.

    Tapi film yang satu ini kulihat istimewa dan "sedikit nyindir" privilege yang dimiliki orang-orang kaya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah yg Indo dan Korea ga tau aq mbak.. bisikin dong..

      Delete
  15. Hidup tidak hanya sekedar hidup ya kak? Hidup yang berkah pastinya, karena keadaan kita kelak di akhirat akan ditentukan waktu yang kita jalani sekarang. Dunia sebagai jembatannya saja untuk menulai hidup kekal di akhirat, duh tamparan ini buat saya kak. Terima kasih

    ReplyDelete
  16. Film ini kasih gambaran kalau waktu itu benar-benar berharga. Sampai-sampai ada pencurian di bank waktu supaya semua orang yang kurang mampu punya waktu yang sama dengan orang kaya. Menarik juga kisahnya.

    ReplyDelete
  17. Waaahhh jadi mau nonton ! Selain karena baca sinopsis ceritanya, aku tertarik sm pemerannya. Tp ini film lama ya ? Kira2 akan tayang di tv lg gak ya ๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  18. I would like to say that this write-up very pressured me to take a look at and do it!

    ReplyDelete
  19. Your writing style has been amazed me.

    ReplyDelete
  20. This post is very simple to read and appreciate without leaving any details out. Great work!

    ReplyDelete
  21. Took me time to read all the comments, but I really enjoyed the article

    ReplyDelete
  22. I am regular reader, how are you everybody? This paragraph posted at this site is in fact pleasant

    ReplyDelete
  23. Really a nice article. Thank you so much for your efforts. Definitely, it will be helpful for others

    ReplyDelete
  24. I am glad to discover this page. Thank you that I had a great read.

    ReplyDelete
  25. I like learning new stuff. So, thankyou for this information of yours.

    ReplyDelete
  26. Magnificent, fantastic blog layout! Your website is such an excellent work.

    ReplyDelete
  27. Some really excellent info, I look forward to the continuation.

    ReplyDelete
  28. There is no doubt that your post was a big help to me. I really enjoyed reading it.

    ReplyDelete
  29. ์•ˆ์ „ํ•œ ํŒŒ์›Œ๋ณผ์‚ฌ์ดํŠธ

    ReplyDelete
  30. The articles you write help me a lot and I like the topic

    ReplyDelete
  31. You should write more articles like this, you really helped me and I love the subject.

    ReplyDelete
  32. Nice blog, I will keep visiting this blog very often.

    ReplyDelete
  33. Great post Thank you. I look forward to the continuation.

    ReplyDelete
  34. Thank you for posting such a wonderful article. It helped me a lot and I appreciate the topic.

    ReplyDelete
  35. Hello. splendid job. I did not anticipate this. This is a impressive story.

    ReplyDelete
  36. Very nice blog post. I definitely love this site. Stick with it!

    ReplyDelete
  37. Hello there, just became alert to your weblog thru Google,
    and located that it’s truly informative.

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)