HIJRAH, Antara Kebutuhan dan Keinginan. Bagaimana Menjawabnya??

September 12, 2020

 


Berawal dari sebuah status hidup seseorang bisa berubah, karena terinspirasi untuk hijrah atau melakukan sesuatu yang lebih baik. Itulah kekuatan dakwah. Tinggal kita memilih akan mendakwahkan apa. Apakah Islam yang sudah PASTI BENAR? Atau hal lain yang belum tentu benar (relatif)??

.

.

Sebenarnya saya sendiri pernah berubah karena sebuah status. Status siapa? Raditya Dika. Iya, komika yang terkenal itu. Padahal saya ga nge-fans loh ama dia. Baca statusnya pun seliweran aja. Entah tahun berapa, saya sendiri lupa apakah saya sudah menikah atau belum kala itu, ketika melihat twit si komika ini di twitter. Dia bilang, “Jika kamu suka membaca, maka menulislah. Jika kamu suka menonton, maka buatlah video”

.

Wah aku banget dong, karena aku suka membaca dan menonton. Tapi kala itu memang lagi ga pernah nulis atau kepikiran buat bikin video. Terakhir kali aktif menulis itu ya pas SD. Jadilah kemudian saya belajar menulis lagi kemana-mana. Dan itu sekitar 15 tahun setelah saya hidup dalam insecure akan kemampuan menulis saya. Dengan kata lain, status Raditya Dika merobek tirai insecure itu. Haha

.

Beberapa hari lalu ada juga seorang teman yang mengisahkan hijrahnya berawal dari story whatsapp seorang teman. Storynya simple, hanya berupa foto ketika ia kajian. Allah menggerakkan hatinya agar “kepo” terhadap kajian tersebut hingga akhirnya Allah berikan ia kesempatan untuk merasakan kenikmatan dalam taman surga tersebut.

.

Kisah haru ini adalah milik Kak Distia, founder peduli.jember, yang dia ceritakan di acara kajian online "INSPIRASI HIJRAH DARI MUSLIMAH PEMBUAT SEJARAH", acara yang di inisiasi oleh Info Muslimah Jember, Daarut Tauhid dan Wardah Kosmetik. Meskipun saya tak kenal dekat dengan kak Distia, mudah-mudahan bisa menjadi sahabat dalam taat.

.

Kak Distia akhirnya aktif ke kajian dan seringkali berdiskusi dengan para guru. Dari situlah awal ia dan suami sedikit-demi sedikit lepas dari jeratan riba. Jalan hijrahnya tentu ga mulus dong, karena yang mulus itu hanya jalan tol. Butuh waktu untuk memahamkan suami, begitu pula keluarga, kesulitan menjual asset, suami resign dari bank yang otomatis harus cari sumber penghasilan lain dll

 

MAKNA HIJRAH


Sebenarnya, orang seperti saya dan Kak Distia itu ada banyak, bahkan segenap umat manusia. Yaitu orang-orang yang butuh untuk berhijrah. Kebutuhan akan hijrah ini urgent, sama urgentnya seperti memenuhi kebutuhan perut. Ga hijrah, ga hidup. Iya loh.. karena sebenarnya hijrah itu bukan tentang pindah lokasi, tapi hijrah dari apa-apa yang Rasulullah larang atasnya.

.

Karena itu dalam hijrah sebenarnya memiliki 2 (dua) poin penting yaitu pertama; pemisah antara kebenaran dan kebatilan; antara Islam dan kekufuran. Kedua; awal kebangkitan Islam dan kaum muslimin untuk pertama kalinya setelah selama 13 tahun sejak kelahirannya.

.

Sehingga lebih tepat kalo makna hijrah seperti dalam sebuah hadits, “Muslim itu adalah orang yang menjadikan Muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. dan al-Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa saja yang telah Allah larang” (HR. al-Bukhari).

.


HAKIKAT HIDUP

 

Supaya manusia menyadari akan kebutuahn untuk hijrah seperti di atas, maka dia harus paham dulu hakikat hidupnya. Tidak cukup paham, bahkan harus hakikat hidupnya juga harus benar. Kalo udah ngomongin soal hakikat hidup, maka kita diwajibkan untuk menjawab 3 (tida) pertanyaan mendasar dalam hidup :

.

Pertama, dari mana kamu berasal??

Kita tidak mungkin ada dengan sendirinya, tidak pula bisa menciptakan diri sendiri, bukan pula dari evolusi monyet, atau lahir dari batu kaya Sun Go Kong. Keberadaan kita karena ada kehendak dari Sang Maha Pencipta. Dengan kata lain kita ini adalah produk ciptaan atau makhluk.

.

Kedua, untuk apa kita hidup di dunia??

Karena udah tahu bahwa kita ini adalah makhluk, maka untuk menjawab pertanyaan kedua kita tanyakan kepada yang menciptakan kita. Dan Allah sudah menjawab pertanyaan ini di QS. Adz-Dzariyat : 56 dan Al-Baqarah : 30 yang menyatakan bahwa visi-misi hidup kit aitu adalah beribadah dan menjadi khalifatullah di muka bumi.

.
Ketiga, kemana kita setelah mati??

Waktunya ngumpulin PR. Iya setelah mati itu adalah waktu untuk kita mendapat evaluasi, apakah PR yang udah Allah kasih di pertanyaan kedua udah dilaksanakan dengan benar atau enggak. Kita akan diuji apakah kita selama hidup di dunia ini benar-benar taat atau kerjanya Cuma maksiat. Kalo hasilnya bagus kita bisa pulang ke Surga, kalo hasilnya jelek kita bakal disetrap di neraka. Iihhh..

.

Jadi, kita benar-benar butuh hijrah kan? Butuh banget..

.

INSPIRASI HIJRAH DARI PARA MUSLIMAH PEMBUAT SEJARAH

.

Dengan memahami hakikat hidup, maka standar hidup manusia hanya satu yakni meraih Ridho Allah semata. Tapi di zaman sekarang, mau jadi taat itu berat, godaan untuk maksiat lebih mencuat, karena kita berada di kolam yang salah, yakni system kehidupan sekuler-kapitalisme.

.

Salah satu cara untuk menguatkan hijrah adalah meneladani para muslimah yang telah mencatatkan namanya dalam sejarah.

.

Asma’ binti Yazid, disebut juga juru bicara wanita. Beliau mendatangi Rasulullah untuk menanyakan kedudukan wanita dalam hal pahala dan kebaikan atas lelaki. Secara lelaki kan lebih mudah beribadah dan jihad. Sementara perempuan dibatasi oleh urusan domestik. Kebanyakan dari kita di zaman sekarang, iri dengan lelaki dalam bidang jabatan, harta, kemampuan dll, beda kelas ya dengan Asma’ Hehe

.

Ada lagi Rithah binti Abdullah, wanita karir super sibuk tapi penghasilan pas-pasan, sampe-sampe dia ga memiliki waktu dan sisa uang untuk disedekahkan. Dia dan suaminya sudah bekerja keras namun rejeki tetap segitu. Kalo wanita zaman sekarang mungkin akan marah, bersikap kejam bahkan meminta cerai karena factor ekonomi. Tapi yang dikhawatirkan Rithah justru adalah apakah dia dapat pahala atau tidak dari nafkah yang ia berikan pada keluarganya.

.

Fatimah Binti Abdul Malik Bin Marwan beda lagi, dari seorang putri yang hidup dengan kemewahan menjadi seorang istri yang mendapat nafkah harian hanya beberapa dirham dari suaminya. Tapi Fatimah tetap ridha dengan itu.

.

Keren banget para muslimah di masa peradaban Islam, kollektif pengin dapet ridho Allahnya pol-polan. Semoga kita bisa meneladani. Kalo kamu, paling nge-fans sama shahabiyah atau muslimah pembuat sejarah yang mana??

.

Jember, 12 Sept 2020

You Might Also Like

12 comments

  1. Aku hijrah karena takut mati membawa dosa.

    ReplyDelete
  2. "Jika kamu suka membaca, maka menulislah. Jika kamu suka menonton, maka buatlah video”
    Betul banget, suka baca pasti jadi gatel pengen nulis. Udah hukum alam kali ya.
    Hijrah memang berat, konsisten apa lagi. Belum iman yang naik turun. Semoga istiqamah..

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Aku masih mendalami makna hijrah... semoga selalu diberi petunjuk...

    ReplyDelete
  5. Dan yg pastinya hakikat hijrah adalah kita sebagai muslim harus mengerti paham betul apa artinya hijrah karena sudah kembali ke jalan yang lurus dan tidak boleh setengah" saat sudah hijrah butuh waktu yang lama untuk hijrah

    ReplyDelete
  6. Saya suka nyanyi, jd harus buat lagu dong ya hehe
    Saya jd sering denger kata hijrah and spt "trend" tu dr artis2 yg berhijrah. Semoga istiqomah dan saya dapat hidayah untuk berhijrah ke hal2 lebih baik.

    ReplyDelete
  7. Setuju.. Hijrah memang sangat urgent. Kebayang kan ya apalagi dimasa begini umur tidak ada yang tahu ya kak

    ReplyDelete
  8. Gak hijrah, gak hidup. Keren. Sekeren pernyataan Radit juga. Pastinya kegiatan tadi banyak maknanya ya... Keren Mbak.

    ReplyDelete
  9. Artikel yang mengingatkan diri ini...bagus sekali. Hijrah antara kebutuhan dan keinginan. Semoga kita terus dikuatkan untuk istiqomah berhijrah. Dan setuju salah satu cara untuk menguatkan hijrah adalah meneladani para muslimah yang telah mencatatkan namanya dalam sejarah.

    .

    ReplyDelete
  10. hijrah itu sebenarnya bukan kebutuhan. tapi keharusan dan keinginan tiap manusia, setiap manusia secara harfiah pasti sangat menginginkan mendapatkan hidayah dari allah untuk hijrah menjadi manusia yg lebih baik

    ReplyDelete
  11. Aku jadi keinget perjalanan menemukan passion, menemukan hal2 yang disukai selagi hijrah ke arah yg lebih baik. Dulunya cuma sia siain waktu aja. Sekarang gamauuu

    ReplyDelete
  12. Fatimah RA, Asiyah sama Aisyah RA mba. Dari mereka kita belajar ikhlas dan sabar di jalan Allah

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)