Sistem Ekonomi Islam; Menyejahterakan Tanpa Memiliki Kelam


Ada yang pernah baca blogpost saya tentang review film Guillotines? Kalo blm, baca dong yah.. 😁

.
Kesan film ini muncul dari dialog Leng yang saya beri warna merah. Intinya makar terjadi karena pemimpin tidak bisa adil dan merata (ekonomi). Jadi, meski satu pemberontak ditumpas akan muncul pemberontakan lain karena masalah sebenarnya masih ada.
.
Bahkan, dalam drama pun tau ya bahwa masalah besar suatu negara itu ya ketimpangan ekonomi bukan radikalisme yang seenaknya saja ditafsirkan sepihak. Kesejahteraan hanya ada pada janji-janji kampanye. But in real life, impossible 😏😶
.
Gara-gara masalah ekonomi pun, bukan hanya makar yg bisa muncul. Tapi perceraian keluarga yg meroket lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi. Yap, dampaknya amat buruk bagi pertahanan dan ketahanan keluarga. Ga heran, kalo penguasa pontang-panting berusaha bikin program ini-itu untuk menyelamatkan keutuhan keluarga mulai dr sertifikasi pra-nikah, KB hingga RUU-KK.
.
Tidak ketinggalan grup feminis ikut menyumbangkan suara dan memberi solusi ala mereka. (Menurut mereka) Ketimpangan terjadi karena perempuan dianggap strata kelas kedua, sehingga kesetaraan gender menjadi solusi yang selalu dikampanyekan oleh tim satu ini.
.
Padahal pokok masalah sebenarnya ada dua : pertama, kesalahan mengartikan pemerataan dan keadilan ekonomi. Sosialis-komuniss mengartikannya sama rata-sama rasa. Padahal tidak mungkin setiap orang itu sama, kebutuhan maupun perasaannya. Saya yakin anda pun tidak mau disama-samakan dengan orang lain. Ye kan??
.
Kapitalis mengartikan ala hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang menang, siapa yang berkuasa dia yang mengendalikan. Dengan materi/harta sebagai ukuran. Istilah kerennya, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. 
.
Kedua, salah pengelolaan sumber daya. Ketahanan ekonomi suatu bangsa runtuh karena sebuah kesalahan simple but trouble : salah urus. Malangnya salah urus bisa menyebabkan segenap umat manusia berada dalam jurang kesengsaraan. Tak hanya cita yang terhempas, cinta pun bisa kandas. Aduh, malang nian hidup di dunia yang beringas!
.
Faktanya, pengelolaan ekonomi yang digunakan oleh dunia sekarang pake cara kapitalis, yang digembar-gemborkan manis, padahal sejatinya bikin nangis.

Sumber : Federasi Mahasiswa Kerakyatan

Itulah mengapa negeri yang SDA nya kaya, namun penduduknya malah lebih banyak yang miskin. Sadar gak sadar, negeri ini sedang dalam jajahan Kapitalis global. Semua kekayaan dalam negeri diangkut ke luar negeri (penjajah) atas nama investasi. Sedangkan rakyatnya sendiri, mau tak mau harus hidup mandiri (auto pilot). 
.
Negara dalam hal ini bukan lagi sebagai pelayan rakyat, tapi sekedar regulator agar kondisi rakyat sesuai narasi investor.
.
Ibaratnya, jika kita petani, kita yang memiliki tanah, bibit dan tenaga. Tapi hasil panen disetor ke negeri asing. Untuk mendapatkan hasil panen kita harus beli. Untuk bisa beli kita harus kerja keras sampe-sampe rumah tangga kandas. "Bukankah itu menyedihkan Ferguso??" 😪😪
.
Islam menawarkan solusi yang selain bikin negara lepas dari permasalahan ekonomi, urusan cinta rakyat juga bisa berjalan secara harmoni. Tentunya tanpa menabrak syariat Illahi. Sehingga, saya yakin kalo mbak-mbak feminis mau memahami ini, senyumnya pasti akan tersungging rapi.
.
Sistem ekonomi Islam sudah siap mengayomi permasalahan ruwet akibat ekonomi kapitalis. Salah satunya, merancang agar pengelolaan sumber daya alam tidak jatuh ke tangan asing, tapi wajib dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat. Bila negeri asing memakmurkan diri dari sumber daya alam kita, bukankah kita akan jauh lebih makmur bila mengelolanya sendiri?? Tapi selama kita pake sistem ekonomi kapitalis, ya kita akan tetap jalan di tempat. Menunggu lelah lalu mati. Hoh!
.
Jadi, ketidaksetaraan dan ketidakadilan (ekonomi) memang bikin hidup sengsara. Sebab Islam tak diterapkan. 
.
Wallahu a'lam bis showab..
.
Jember, 12 mar 20

#KhilafahSolusiPerempuan
#TolakFeminisme
#UninstallFeminism

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)