Kunci Kebahagiaan




Kebahagiaan adalah sesuatu yang diinginkan oleh setiap orang. Namun tak banyak yang tau arti kebahagiaan itu sendiri. Kesalahan pemberian makna bisa jadi akan membuat manusia salah pula dalam mengambil langkah guna menggapai impian.


Kebahagiaan sejati hanya akan digapai bila setiap manusia mengenali dirinya sendiri sebagai hamba Allah. 

Karena itu bisa dikatakan bahwa dengan mengenal siapa sejatinya diri kita, maka kita akan mengenal siapa Pencipta kita. Inilah kunci kebahagiaan.


Allah mengeluarkan kita dari rahim ibu kita, dalam keadaan alpha akan ilmu. Belum mengenal apapun. Tapi kemudian Allah beri perangkat-perangkat untuk mengenal jati diri kita. Allah beri akal untuk berpikir. Allah beri penglihatan, pendengaran, hati agar kita bersyukur.

Hari ini tidak lepas dari Kisah Ibrahim AS. Keimanan dan ketakwaan beliau seharusnya mampu menjadi teladan agar kita menyadari jati diri kita, Abdullah.

Ditinggalkannya Hajar dan Ismail di padang nan gersang tanpa adanya tanda-tanda kehidupan. Tetap tak membuatnya memiliki alasan untuk melanggar perintah-Nya.

Bunda Hajar pun mengenal hakikat dirinya dan mengenal diri suaminya. Maka ketika Hajar bertanya, "Apakah ini perintah Allah?" Kemudian Nabi Ibrahim pun mengiyakan.

"Kalau ini perintah Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan kami." kata Siti Hajar.

Di bukit Tsaniyah Ibrahim memanjatkan doa, "Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Ibrahim: 38).

Ketika akhirnya Ibrahim kembali berkumpul dengan Ibunda Hajar dan Ismail. Allah memberi perintah untuk menyembelih putra kesayangannya tsb. Sedih tentu saja, tapi takwa di atas segalanya. Dan Allah selalu akan memberi pertolongan di waktu yang tepat.

Maka, kita mengenal ibadah kurban di hari raya Idul Adha.

Begitulah seharusnya. Ketika diberikan sebuah perintah atau larangan, maka langkah hamba hanya sami'na wa atho'na.

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)