Kisah Bumi, Bulan dan Bintang Ep. 3 – Kipas Angin


#Day10 #RevowriterWritingChallenge

Kisah Bumi, Bulan dan Bintang
Ep. 3 – Kipas Angin

“Kenapa sih kita jadi bahas kipas angin?” Seru Bintang yang merasa kesal karena Salsa kali ini mengungkit-ungkit tentang kipas angin. Meskipun tak ingin percaya, tapi ia merasa Salsa curiga kepadanya.


Sudah hampir 6 (enam) purnama ketika Bintang dan Salsa akhirnya diterima bekerja di PT. BJT. Bintang sebagai sekretaris pimpinan dan Salsa sebagai administrasi supervisor pemasaran.

Perdebatan hari ini bermula ketika beberapa hari yang lalu pak Bumi memberikan fasilitas kipas angin di ruangan Bintang. Salsa langsung menuduh Bintang ada “affair.”

“Ngomong tuh jangan ngaco. Kami atasan dan bawahan. Meskipun aku ga sebaik Aura Kasih. Tapi aku ga bakal ngelakuin hal kaya gitu (affair). Pak Bumi emang orang baik, itu udah cukup jadi alasan kenapa bisa ada kipas angin di ruanganku.” Dalih Bintang.

Salsa meringis, “Masalahnya cuma kamu yang dapet. Padahal ruangan lain juga panas. Coba deh pikir..”

“Kamu pikir orang kaya pak Bumi mau sama aku meskipun aku goda? Liat dia kaya apa. Aura Kasih versi cowok. Hidupnya lurus rus. Dan istrinya super sempurna, shalihah dan cantik. Aku dan mbak Bulan itu kayak hitam dan putih. Jelas??”

Salsa terdiam, bagaimanapun apa yang disampaikan Bintang adalah logika. Hanya saja tetap saja itu terasa tidak masuk akal baginya. Ketika Salsa pergi dari kamarnya, Bintang meneteskan air mata.

**

Bintang yakin seluruh kantor tau akan “kipas angin” ini, terkadang ia merasa was-was. Tapi ternyata tidak juga. Tidak ada yang berpikiran negatif seperti Salsa. Bahkan Mbak Bulan, yang dipikir Bintang juga tau tentang hal ini juga tidak memberikan komentar apa-apa. Apalagi seminggu kemudian akhirnya semua ruangan pun diberi fasilitas yang sama.

“Ah, mungkin Salsa aja yang lebay.” Bisik Bintang pada dirinya sendiri.

Melihat Bumi dan Bulan, Bintang merasa bahwa memang seharusnya kekuasaan itu dekat dengan Islam dan hanya dipegang oleh orang Islam, karena itu akan berpengaruh pada kebijakan yang akan diambil untuk mengatur siapa-siapa yang berada di bawah kepemimpinannya. PT BJT jelas adalah perusahaan yang berbeda dari yang lainnya. Mungkin di kota S, tak ada pimpinan yang begitu peduli dengan agama, akhlak dan ibadah karyawannya kecuali Bumi dan Bulan.

Bumi selalu mengajak karyawannya untuk sholat berjamaah dan mengikuti kajian. Bulan dengan sengaja mengatur jadwal untuk memberi kajian bagi karyawan-karyawan perempuan di kantor suaminya, yang ternyata tidak hanya di BJT. Dan Bintang menjadi salah satu orang yang tidak pernah melewatkan kesempatan itu. Bukan hanya karena dipaksa dan diabsen oleh Aura Kasih. Namun ada keinginan dirinya untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan ia menyakini bahwa Islam adalah satu-satunya jalan kebenaran.

Pernah suatu ketika, Bintang kedapatan makan siang berdua dengan staff laki-laki di pantri. Sebenarnya tidak sengaja, karena Bintang terlambat makan siang. Bumi datang menegur mereka, “Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaithan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad)

Sejak kejadian itu, Bumi ‘sedikit’ merenovasi kantornya. Tempat parkir diperluas, namun sebagiannya dijadikan pantri khusus laki-laki. Sementara pantri di dalam kantor, dijadikan pantri khusus karyawan perempuan.

Ketika Salsa cuti, Bintang pernah “ngojek” dengan staff laki-laki sesama karyawan untuk mengantarnya pulang. Bumi yang melihatnya pun mencegah dan tidak memperbolehkan. 

“Pada dasarnya kehidupan laki-laki dan perempuan itu terpisah kecuali ada udzur syar’i seperti muamalah, pendidikan dan pengobatan. Boleh seorang perempuan berboncengan dengan laki-laki bukan mahram jika kendaraannya memiliki pembatas tetap.” Kata Bumi.

Sejak saat itu, Bumi menambah inventaris perusahaan 1 (buah) sepeda motor untuk bebas digunakan dan dipinjam oleh karyawan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Di BJT pun karyawan tidak ada yang boleh pacaran. Bila kedapatan akan dikeluarkan alias di-PHK.

Bintang bersyukur bahwa boss di tempatnya bekerja (dan istrinya) adalah orang yang paham bagaimana seharusnya memimpin. Sehingga Bintang yang tidak tahu dipaksa menjadi tahu, dari yang tidak baik, dipaksa menjadi baik. Bahkan kini pakaian Bintang mulai berubah. Aura Kasih tidak segan lagi memberikan khimar dan jilbab untuknya, bahkan terkadang sengaja membelikan yang baru sebagai hadiah.

Ah, seandainya pemimpin seperti inilah yang juga memimpin negeri ini, yang menjadikan syariat-Nya sebagai poros membuat kebijakan. Maka peradaban Islam yang gemilang itu akan memeluk segenap negeri. 😇😇

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendeustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkanperbuatannya.” (QS. Al-A’raf : 96)

Bersambung..

=======
=======

Yeay.. akhirnya 3B is back 🤭🤭
Mayan buat ngisi challenge ya kan.. kali ini saya mau nantang Julak Farah deh (krn 1 grup di WS 🤣) buat nulis tentang poligami #eh tentang kepemimpinan di dalam Islam.. 😘😘

Jangan lupa kalo cape ngebor ke beranda saya. Bisa cek www.helmiyatulhidayati.com untuk baca kisah mereka 😉😉

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)