Istri Jaman Now

Istri Jaman Now
..
Ternyata di kalangan warganet ada istilah istri jaman now. Saya pikir itu istilah untuk istri muda, sebagai kebalikan dari istri jaman old. Wah, kalo ngomongin istri muda dan tua, jangan-jangan ini menjurus ke arah poligami. Bapak-bapak akan kegirangan dan emak-emak akan sensitif.
..
Ternyata bukan itu, istri jaman now adalah sebutan untuk istri yang menekuni online shop sebagai pekerjaan sampingan dan atau sebagai pekerjaan utamanya. Dan mereka omsetnya TIDAK sedikit!


Saya rasa pun, dengan kecanggihan teknologi dan betapa media sosial bisa memberikan pengaruhnya –yang sangat besar- hampir setiap wanita pernah ‘menjual’ sesuatu secara online. Jujur, tidak terkecuali saya. Hehe
..
Pertama kali mengenal online shop, pada waktu hamil Radit. Waktu itu jualan tas branded –alias KW-. Hasilnya pada bulan-bulan awal saya ingat dapat keuntungan sekitar 300rb per bulan. Sekali pernah kejadian rugi jual tas KW ini ketika supplier lama sekali kirim barang (entah kosong atau suppliernya emang lupa), customer meminta refund. Ketika di refund, supplier kirim barang. Namun, ketika dana saya minta kembali, customer pun lari.
..
Sejak saat itu jualan tas branded udah kerasa tidak enak, supplier susah dihubungi alias lelet merespon bbm (waktu itu bbm masih trending ya), saya pun beralih menjual barang lain yang suppliernya ‘lebih asyik’
..
Pilihan pun jatuh pada baju import (dari Thailand dan Korea). Omset saya lebih besar daripada jualan tas branded loh. Cuma yang bikin kesal, karena dia import, barang selalu PO (Pre Order). Kedatangan barang tidak bisa ditentukan secara pasti. Bisa lama, bisa cepet. Kalo cepet asyik, kalo lama mati. Jadi, soal dikomplain customer karena kelamaan dan customer membatalkan pemesanan itu sudah sering terjadi semasa jual baju import ini. Padahal kalo pesan ke supplier ga boleh dicancell!
..
Emang sih bisa minta DP untuk barang PO, tapi tetap aja kalo customer udah minta cancell karena barang tak kunjung tiba, ya harus dikembalikan.
..
Kemudian saya pun pindah lapak, jual baju yang ready aja, waktu itu khusus busana muslimah dan kerudung. Supplier saya orang Solo yang baik hati. Saat ini omset mulai menurun, karena harga umumnya lebih mahal dari baju import atau mungkin pasar saya kurang tepat. Pada akhirnya supplier saya sendiri –entah kenapa- berhenti menjadi pemasok.
..
Selanjutnya saya pun terjun bebas jual produk kecantikan. Apalagi mulai tahu dan bisa main marketplace. Marketplace itu kaya tokopedia, shopee, OLX dll. Di marketplace semuanya itu ada, barang apa aja. Bahkan kita bisa pilih harga paling murah. Saya suka jual produk kecantikan karena untungnya bisa sangat banyak. Hehe
..
Pada masa ini omset saya sebulan bisa sampai 20jt. Tapi hati lama-lama terusik juga, karena saya ga tahu semua produk yang saya jual. Entah itu baik atau buruk, halal atau haram, resmi atau tidak dll. Alhamdulillah, blackberry saya pada waktu itu rusak parah dan saya tidak pernah berniat untuk memperbaikinya kembali.
..
Apakah saya menyesal berhenti? Ga juga. Karena ada banyak ‘ganti’ yang saya dapat.
Ada yang pengalamannya sama atau mirip dengan saya? Yang –dulu- suka jualan apa aja secara online. Bahkan ada singkatan atau istilah PALUGADA = aPA yang LU cari GuA aDA. Jadi, semua-mua dijualin. Haha
..
Sekarang sih sebenarnya belum berhenti total jadi pedagang online, hanya saja produk yang saya jual bukan PALUGADA lagi, cuma satu atau dua macam, dibawah 5 jenis lah. Dan main di marketplace bukan lagi sebagai pembeli, tapi sebagai penjual. Dan tidak semua media sosial saya, saya buat untuk jualan. Cuma 1 akun instagram yang saya bikin jualan. Kalo mau tahu apa yang saya jual kepoin ig saya @mutiara_shalihah_ #AwasMengandungIklan.
..
Btw ya, ternyata istri jaman now itu pinter jualan karena ada yang ngajarin loh. Tidak lain dan tidak bukan adalah penguasa sendiri, yang suka jualin aset negara apa aja yang bisa dijual.


Infrastruktur baru dibangun, diperintahkan untuk dijual. Alasannya untuk membangun infrastruktur di daerah lain yang ‘tertinggal’.
..
Utang Negara terus meroket juga katanya untuk membangun infrastruktur. Kalo udah jadi infrastrukturnya terus dijual? Kalo infastruktur sudah lagi bukan milik negara, kira-kira dapat darimana uang untuk membayar utang ya?


Tanggung jawab itu akhirnya ada di pundak kita sebagai rakyat. Rakyat yang ditugaskan bayar utang. Caranya, menaikkan tarif listrik, pajakin apa yang bisa dipajakan bahkan mahar nikah mungkin ntar ada pajaknya juga, harga bbm dinaikkan dsb dsb.
..
Adilkah ini untuk kita? TIDAK! Terus apa kita tidak peduli dengan pembangunan di daerah pedalaman sana? Ya ga bisa begitu juga menghakiminya. Itu memang tugas negara untuk mengurus SEMUA rakyatnya. Ingat ya SEMUA! Jadi emang ga boleh kalo memperhatikan rakyat perkotaan aja sementara yang di pedalaman ditelantarkan. Namun juga tidak benar mengurus daerah pedalaman dengan memeras rakyat yang lain.
..
Tapi penguasa kan bukan Tuhan yang bisa melakukan semuanya?
Lah sudah tahu bukan tuhan, kenapa bertindak dengan hukum selain yang dibuat Tuhan. Adanya kekacauan ini karena salah membaca manual book (AlQuran dan AsSunnah) dengan benar.
..
Fyi, sekarang biaya listrik di rumah saya bahkan lebih mahal daripada biaya sekolah anak saya yang masih TK. Saya sih ngerasanya ceklit-ceklit di dalam hati. Ga tahu deh kalo masih ada yang merasa semuanya mash kondusif. Saya pikir selain buta mata dia juga buta hati.
..
Seandainya nih, semua infrastruktur dijual one by one. Hingga akhirnya tak ada yang tersisa untuk kita. Apa lagi yang akan kita jual? Bisa jadi pulau kosong kita pun akan dijual (atau memang udah kejadian ya?), bisa jadi nama INDONESIA pun akan dijual, pembeli menggantinya dengan nama lain. Mungkin saat itu kita sudah tidak berbentuk negara lagi. #NangisBerjamaah
..
Apalagi kalo pas ngaji, dikasih tahu bahwa seharusnya kebutuhan-kebutuhan rakyat yang pokok itu diberikan secara GRATIS! Dalilnya ada dan jelas. Sejarahnya pun banyak. Aduh, tambah ceklit-ceklit di hati.
..
Itu artinya, harusnya kita bisa menikmati jalan dengan gratis tanpa dipajakin, listrik bisa jadi ga pake bayar, sumber daya alam seperti emas dikelola sendiri, pendidikan dan kesehatan gratis tanpa pajak ini dan itu.


Rasanya memang negeri yang seperti itu hanya ada dalam teori. Mau dibilang hipotesa juga ga bisa, karena fakta empiris membuktikan berbeda. Tapi karena itu teori, berarti ada kemungkinan terjadi selama faktor-faktornya memungkinkan. Dan saya memilih untuk tidak menyerah mempercayai bahwa suatu saat negeri seperti akan kembali.
..
Jember, 21 November 2017
Helmiyatul Hidayati

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)