Antara Pete dan Poligami



Tidak semua orang suka pete. Entah karena merasa baunya yang tak sedap, tidak bisa mengolah atau merasa rasa pete tidak pas di lidah. Bagi saya pete itu enak, asal jangan banyak-banyak, yang di kantong bisa demo sampe sesak. #Loh

Berbeda dengan yang suka pete, di tangannya bisa menjadi olahan bercita rasa tinggi seperti teri pete buatan mbak @merygunawan ini 😊. Dibuat dengan modal cinta kali yah, padahal doi katanya modal belajar masak otodidak dari youtube.. oke deh pokoknya..

Tapi bagi yang membenci pete tidak lantas menjadi pantas bila mengatakan pete itu haram. Ya udahlah santai aja cin, ga suka pete ga usah makan. Pilihan makanan lain yang bukan pete itu banyak banget, jengkol misalnya haha 😁

Meskipun juga bagi orang yang suka atau tidak memiliki masalah dengan makan pete, tidak lantas pula menjadi pantas hingga harus sesumbar tentang pete secara berlebihan. Apalagi kalo sampe lebih lebay dari kampanye capres dan cawapres. Apa-apa sampe di solusi dengan pete. Misal nih, sakit gigi disuruh makan pete, lagi diare disuruh makan pete, kalo dah parah bisa jadi punya utang riba disolusi dengan makan pete. Oopss 🤭

Pun begitu dengan poligami yang merupakan pilihan. Ada suami yang bisa dan mau berpoligami. Ada pula yang tak. Rumah tangga apapun memiliki biduk prahara yang pasti sama-sama bikin pusing. Baik poligami maupun monogami. Tidak bisa dikatakan poligami lebih baik daripada monogami, begitu pula sebaliknya. Rumah tangga yang baik ya rumah tangga yang di dalamnya terwujud ketaatan kepada Allah SWT.

Tetapi bagi yang TIDAK suka poligami, tidak bisa juga kemudian mengatakan bahwa poligami itu HARAM. Bisa jadi kalo ada yang begini, dia kebanyakan nonton iklan absurd PSI. Toh poligami itu juga pilihan. Rumah tangga monogami juga ada contohnya dari Rasulullah SAW.

Pun begitu dengan yang sudah praktisi, tidak lantas menjadi pantas kalo sampe lebay perkara rumah tangga poligaminya. Sampe apa-apa disolusi dengan poligami. LGBT merebak disolusi dengan poligami, Palestina menjerit disolusi dengan poligami dsb. Jangan-jangan kalau kuota habis disolusi dengan poligami. Kan wadaw kalo begitu..

Khilafah itu baru solusi yess.. 😊

Baik suami maupun istri juga sebaiknya jangan petantang-petenteng dalam bersikap dan berucap tentang poligami. Salah-salah bisa menjurus pada provokasi yang tidak baik, baik itu oleh yang kontra maupun yang sudah praktisi.

Sesuatu itu (seperti poligami misalnya) bila berhasil untuk seseorang, tidak berarti akan berhasil untuk semua orang. Begitu pula bila gagal untuk seseorang, tidak berarti akan gagal pula untuk semua orang.

Udah gitu aja..

Jember, 17 April 2019
Helmiyatul Hidayati


5 comments:

  1. aku tipe yang engga suka keduanya kak tapi tetap tidak menjudge pete dan poligami hihhi. salam kenal

    ReplyDelete
  2. Aku pernah makan pete. Kemakan sebenarnya karena ibuku membuat udang cabe ijo + pete. Ternyata paiitt. Ih, nggak suka, nggak suka. Kalau poligami nggak berani menentang karena ini jelas-jelas diperbolehkan dalam Islam. Meskipun aku sendiri yaaah, iman masih terlalu lemah untuk menjadi bagian dari poligami itu, huehehe ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih pete pait kak? Setau aq enggak. Kalo cabe ijo mungkin iya.. kalo pedes bener bisa pait. Haha

      Delete
  3. Aku yang nggak bisa makan pete, tapi nggak yang bilang itu haram juga. Tinggal makannya cari yang lain aja.

    Salam
    diahestika.com

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)