Antara M dan R




Antara M dan R
.
.
Adik trainee (ceileh sebutan rada K-Pop yess, buat adik-adik kuliahan yang ikutan ngaji) bila ditanya seperti apa kriteria cowok yang diinginkan oleh mereka untuk menjadi suami, mereka akan menjawab 3 (tiga) hal : tampan, mapan dan sholih. Langsung aja saya nyeletuk, “Berharap Lee Min Ho jadi muslim yaa??” Hehe
.
Jawaban mereka adalah jawaban komplit spesial pake telor, bahkan kalo disuruh memberi penilaian, maka jawaban mereka mendapat skor 99 dari 100. Yah, di dunia ini tak ada yang sempurna bukan? Biarlah nilai 100 milik Sang Maha Sempurna saja.
.
Sebenarnya, kebanyakan wanita memiliki jawaban yang hampir sama, terutama di bagian mapan dan tampannya, sementara bagian sholih bisa saja berganti menjadi baik, perhatian, penyayang, penyabar dsb.
.
Tidak ada yang salah dengan harapan wanita yang seperti itu. Berharap seorang pria yang akan memiliki mereka adalah adalah yang bisa menopang hidupnya, menyenangkan hati dan pandangannya, juga menentramkan hidupnya. Sejatinya, ini adalah bagian dari ikhtiar mereka untuk mempertahankan hidup dan memperbaiki keturunan. Bahkan, terlepas dia itu seorang muslimah ataupun bukan.
.
Lalu, bagaimana nasib pria tidak tampan dan tidak kaya? Jawaban seperti ini memang terasa mengintimidasi pria, karena tidak semua rezeki manusia itu sama. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Meskipun begitu tak lantas kita memberi cap materialistis pada wanita yang menginginkan pria mapan dan tampan sebagai pasangan hidupnya.
.
Seorang muslimah yang baik bila diminta hanya menyebutkan 2 (dua) kriteria saja yang boleh dipilih, maka mereka pasti akan membuang (tidak lagi memilih) antara mapan dan tampan. Bahkan jika harus memilih 1 (satu) saja, pasti kriteria pria ‘sholih’ akan menjadi yang terakhir bertahan.
Dalam sebuah hadits berbunyi, Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung. –Dan ini berlaku pula bagi wanita ketika memilih pria-
.
Dalam hadits yang lain disebutkan, “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian
ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
(HR. Tirmidzi)
Jadi, hendaknya memang memilih pasangan yang diridhai agama dan akhlaknya, bukan harta dan atau tampangnya.
.
Sebenarnya pria pun berharap bisa memiliki wanita yang cantik dan seksi, ahli mengurus anak dan keluarga serta pintar mengurus rumah dan keuangan (kurang lebihnya seperti ini, tidak bisa menemukan kata yang lebih ringkas).
.
Keinginan laki-laki yang seperti itu tidak salah. namun, di dunia ini tak ada wanita yang benar-benar sempurna, karena itu Islam pun memberi pengaturan agar memilih wanita shalihah sebagai pendamping hidup. Allah berfirman, Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…” [An-Nisaa : 34]
.
Jadi, tidak masalah bagaimana kriteria calon pria dan wanita yang ingin dijadikan pasangan hidup. Selama itu tidak melanggar perintah Allah maka itu sah-sah saja. Rumah tangga tidak bisa dibangun tanpa cinta, untuk itu perlu kecenderungan hati dari kedua belah pihak. Karena harapannya pernikahan adalah sekali untuk seumur hidup.
.
.
Jember, 15 Sept 2018
Helmiyatul Hidayati

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)