Perlukah Memiliki Sahabat Akrab??




Kuantitas pertemanan dalam dunia maya memiliki jumlah yang lebih tinggi daripada kuantitas pertemanan di dunia nyata. Coba saja tengok berapa jumlah akun media sosial kita dan berapa jumlah teman atau followers di tiap-tiap akun tersebut. Yang jelas, seluruh jari akan “kemeng” kalo disuruh menghitungnya.
.
Tapi, karena manusia zaman sekarang memang hidup di antara dua dunia, memiliki teman di kedua dunia tersebut memang mutlak adanya.
.
Namun, bila berbicara kualitas, rata-rata pertemanan di dunia nyata memiliki rating yang lebih tinggi daripada pertemanan di dunia maya. Hal itu karena ada satu kelebihan yang tidak ada pada pertemanan di dunia maya dan hanya dimiliki oleh pertemanan di dunia nyata, yaitu interaksi fisik dan pertemuan. Meskipun tidak jarang, siapa saja bisa menyeberang dari dunia maya menuju dunia nyata. Begitu pula sebaliknya.
.
Yang penting tidak melibatkan dunia gaib aja.. #Haha
.
Pertemanan ini merupakan salah satu proses dalam menjalani kehidupan. Suka tidak suka, mau tidak mau, interaksi kita akan menimbulkan pertemanan, meskipun ada yang ‘asli aja’ dan ada pula yang ‘asli tapi palsu’. #Eaaaa
.
Teman asli biasanya disebut sahabat akrab, teman aspal biasanya disebut ‘si penusuk dari belakang.’ Macam judul novel thriller saja yaa.. #Hihi

Ilustrasi. Sumber : Ar-Risalah

Definisi sahabat akrab pun ternyata tidak tunggal. Bisa berbeda antara persepsi satu orang dengan orang lainnya. Ada yang menganggap sahabat akrab adalah yang selalu bertemu setiap hari entah karena bekerja di kantor yang sama atau menuntut ilmu di institusi yang sama. Frekuensi interaksi yang tinggi memiliki potensi terciptanya saling membutuhkan yang lebih kental daripada dengan orang lain. Kemana-mana pun bareng, jogging bareng, nongkrong bareng, lunch bareng, shopping bareng meskipun bayar sendiri-sendiri.
.
Namun sahabat akrab macam begini adalah tipe rapuh yang bisa meluruh dengan mudah. Tak selamanya orang bisa jogging, nongkrong, lunch atau shopping bareng. Pemanfaatan hubungan hanya untuk kepentingan-kepentingan ini tidak lebih dari ikatan kemaslahatan yang akan memudar seiring berjalannya waktu.
.
Ada juga yang mengatakan sahabat akrab itu adalah yang menemani di saat suka dan duka. Ini tidak sepenuhnya salah. Namun, jika hanya menemani tanpa ada tujuan yang jelas, maka hubungan seperti ini mirip seperti hubungan balas budi, yang akan berakhir bila telah selesai urusannya.
.
Islam menawarkan konsep persahabatan yang dapat mengikat manusia dalam kehidupannya, bahkan mengajak bersama-sama menuju kebangkitan dan kemajuan. Persahabatan seperti ini memiliki ikatan akidah yang kuat.


Memaknai akidah, berarti memaknai hidup. Mengerti akidah (Islam) nya sendiri berarti mengerti tentang hakikat hidupnya, darimana – untuk apa – dan akan kemana diri kita dalam putaran kehidupan ini.
.
Sehingga sahabat akrab di dalam Islam tidak hanya sebatas kemasalahatan di dunia, atau menemani di saat suka dan duka. Lebih dari itu, sahabat akrab di dalam Islam adalah yang sama-sama mengerti hakikat hidup dan bersama-sama dalam perahu perjuangan menggapai Ridho Illahi.
.
Sahabat akrab di dalam Islam adalah yang mengingatkan di kala kita salah (melanggar perintah Allah) dan selalu mengajak kita kepada kebaikan-kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah.
.
“Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. (QS. AZ-Zukhruf : 67)
.
.
Jember, 04 Jul 2018
Helmiyatul Hidayati

1 comment:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)