New Normal Life Versi Gaje VS Versi Kece

June 06, 2020

Wacana new normal life udah menggema beberapa hari ini. Singkatnya sih, ini "pembebasan" kembali masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa, setelah sekian lama terpasung PSBB karena corona. Pemberlakuannya sih bertahap, tapi efek penderita positif corona sepertinya bertingkat berkali-kali lipat.


Sebenarnya new normal life yang dimaksud adalah adanya perubahan gaya hidup. Semisal orang-orang jadi lebih peduli dengan kebersihan dan kesehatan, sosial distancing, memakai masker, home education, work from home dll yang sebenarnya (lagi) 1400-an tahun lalu semua itu, udah diajarkan oleh Rasulullah SAW loh.


VERSI GAJE


(Half) Normal Life itu ibarat kehidupan bujang laki-laki. Saat ia masih sendiri, ia menikmati masa mudanya, perjuangan kesendiriannya. Hingga akhirnya masa bujang berakhir dan ia memiliki tanggung jawab kepada seorang wanita yang menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anaknya.


Kehidupan pernikahan tak semudah dan seindah kala dibayangkan. Bahkan tak jarang yang merindukan masa (half) normal life ketika masih bujang. Kalo ini, sama sih antara cowok dan cewek. Merasa kehidupan lampaunya lebih baik, atau mengandai-andai jikalau pilihannya berbeda.

Pernikahan bisa pula diibaratkan masa pandemi (pontang-panting demi istri). Tak hanya soal mencari nafkah, tapi juga memahami karakter masing-masing pasangan. Jangan lupa pula tantangan mendidik anak-anak yang tak mudah.

Di dunia ini tak ada yang abadi.. Dalam pernikahan juga ada perubahan fase. Ada kalanya pasangan dalam fase madu, fase repot, fase kritis lalu fase mapan/stabil. Selengkapnya baca juga RSP Berbanding Lurus Dengan SMR yaa. Kehidupan rumah tangga yang stabil bisa dibilang "normal life"

Sayangnya kemudian hadir pandemi gelombang kedua (new wife). Perubahan fase jadi tak karuan. Effort buat pontang-panting naik level sampe naik emosi. Tapi nasi udah jadi bubur, kebijakan apapun yang dibuat, entah bertahan atau bubar, tak akan mengembalikan keadaan ke normal life sebelumnya.

Akhirnya mau tak mau, bikinlah terobosan "new normal life". Menerima, merasa dan menjalankani kehidupan dengan yah begitulah 🤣 kapan kondisi ini akan berakhir?? Pertama, Kalo udah pindah ke alam barzah alias mati. Kedua, menerapkan kehidupan Islam Kaffah 😊

Intinya?? Kalo kamu 1 (satu) wag dengan saya jangan pernah ngomongin "new normal life" versi gaje dengan saya. Uhuk.. uhuk.. 😁🤣🤣

**

VERSI KECE


Sebenarnya kata-kata "hidup normal" tuh jadi beken udah beberapa kali. Salah satunya adalah ketika trending topik wacana radikal. Iyah, radikal kerap kali diidentikkan dengan yang berbau Islami. Ada akhwat kerudungnya panjang dan pake kaos kaki kemana-mana, dibilang radikal. Ada yang anti riba, ngadain pernikahan infishal (terpisah laki-laki dan perempuan) ya dibilang radikal, anti pacaran, anti tabarruj, ngomong akhi-ukhti, tiap minggu pergi kajian dsb. Mereka dianggap masyarakat, “tidak hidup normal."


Anggapan hidup normal yang dianut masyarakat biasanya bisa kita lihat dari drama-drama yang berseliweran di televisi kita atau platform lain. Kebanyakan penuh dengan romansa bukan? Pacaran sebelum nikah udah biasa, maka itulah normal. Wanita berkarir dari pagi sampai malam itu udah biasa, maka itulah normal. Mode pakaian publik figure kita seperti apa? Itulah normal. Love is everything; Love is blind. Itulah normal. Dan sebagainya.

Padahal sebenarnya sedang ada drama kehidupan "maling teriak maling" Tau yah idiom ini? Maling teriak maling adalah usaha penyelamatan diri ketika seorang maling tertangkap dengan berusaha melemparkan kesalahan pada orang lain.

Kehidupan ala kapitalis demokrasi itu sebenarnya bukan kehidupan yang normal bagi segenap manusia. Karena tidak sesuai fitrah, tidak memuaskan akal dan tidak menentramkan hati. Lihat aja bagaimana mereka mengatur sistem perekonomian, kalo sistemnya lagi bagus, terjadi kesenjangan sosial. Kalo sistemnya lagi loyo timbul krisis moneter. Dunia politik mah gitu juga, demokrasi lagi sehat, rakyat tetap dicekik pajak. Demokrasi lagi ga sehat, korupsi mengggurita bikin rakyat diinjak-injak. Ada yang enak gitu??

Hidup normal tuh sebenarnya adalah ketika kita hidup "happily ever after", ama dunia tuh biasa, kagak gimana-gimana, tapi peduli ama perdamaian dunia jadi skala utama. So, hidupnya santuy karena ga diburu dunia, tapi produktif memupuk amal kebaikan skala dunia. Terus, kalo mati masuk surga. Bukankah hidup kita abnormal karena terlalu bernafsu memburu dunia?? Hingga segala cara dilakukan sekalipun melanggar perintah Yang Kuasa??

Aturan yang kita (manusia) buat sendiri tidak mampu mengembalikan kehidupan normal manusia yang sesuai fitrahnya. Karena, aturan yang dibuat manusia memiliki peluang salah dan benar. Sesuatu yang tak pasti. Fyi, "Dimana hukum syara' diterapkan, pasti akan mendatangkan kemasalahatan (membawa kemanfaatan, mencegah kerusakan” Naah..

“New Normal Life” itu ketika penjajahan dihapuskan di atas muka bumi, darah kaum muslim terselamatkan. Setiap orang di penjuru dunia ini mendapatkan haknya untuk beribadah. Distribusi kekayaan adil dan merata. Kalo ada wabah, ga akan menyebar ke banyak wilayah. Hidup pun penuh berkah.

Ini bisa disebut mimpi atau OMDO (omong doang), tapi jelas kece kan??

Jember, 06 Juni 20

Salam,

You Might Also Like

16 comments

  1. stay safe and stay healthy ya kak :D

    ReplyDelete
  2. Tulisan ini ibarat permen blaster. Saya terhibur dengan versi gajenya sekaligus tercerahlan dengam versi kecenya. Terima kasih tulisannya kak

    ReplyDelete
  3. Betul banget mbak, hidup normal itu biasa-biasa saja terhadap dunia tapi peduli sama perdamaian dan tetap produktif berbuat kebaikan. Terima kasih banyak atas sharenya.

    ReplyDelete
  4. "Dimana hukum syara' diterapkan, pasti akan mendatangkan kemasalahatan (membawa kemanfaatan, mencegah kerusakan”..setuju dengan kalimat ini kak. Itulah kenapa sebenarnya kita kemarin diam diri di rumah saja, karena sebenarnya aturan zaman Khalifah umarpun seperti itu agar wabah yang menyebar dan bisa segera teratasi.

    ReplyDelete
  5. Aku jg masih versi gajenya mba huhu.
    MasyaAllah masih terus berproses menuju versi kece. Semoga dimudahkan, aamiin

    ReplyDelete
  6. Istilah 'New Normal' ini memang susah diterima akal sehat. Kenapa harus disebut berdamai dengan kehidupan new normal? Bukannya berdamai dengan kehidupan yang tidak normal. Nggak normal ya jangan disebut normal begitu kan seharusnya? Kalau dibalik kan jadinya seperti memaksa kita meyakini bahwa kehidupan yang sekarang ini tuh udah normal. Nggak usah minta macam-macam.

    ReplyDelete
  7. Buat saya new normal itu GAK NORMAL. Saya rindu kehidupan lama saya tiga bulan yg lalu. Wkwkwk. Meski demikian, selalu ada pelajaran berharga bisa kita petik dari kejadian ini.

    ReplyDelete
  8. Intinya memang harus beradaptasi ya mbak.. Dalam situasi apapun.. Bersyukur palinh pentinh

    ReplyDelete
  9. Buat new normal jadi dua versi jadi unik ya. Apalagi yang versi gajenya sampe menghubungkan seperti pernikahan.

    ReplyDelete
  10. Uh kece banget emang, kalo soal hayal menghayal, mengimpikan sesuatu pastinya yang kece-kece dong, hehehe

    ReplyDelete
  11. new normal ya sekarang. mudah-mudahan kita bisa lebih baik lagi dari segala aspek ya mbak miaaa

    ReplyDelete
  12. nohok banget soal ini "Bukankah hidup kita abnormal karena terlalu bernafsu memburu dunia?? Hingga segala cara dilakukan sekalipun melanggar perintah Yang Kuasa??" Ahh, terima kasih Mbak.

    ReplyDelete
  13. Normal dan new normal tiap orang beda. Pun memaknainya berbeda juga. Pastinya masing2 akan menyesuaikan dengan gayanya sendiri. Selama hidup di dunia, kita ga akan puas akan hal2 disekitar kita yg menurut kita mreka ga normal dan orang pun nilai kita ga normal. Ke pak RT juga jd ga ideal gitu, ke bu dosen dulu idela skrg jd ga ideal.. terus mencari kenormalan dengan patokannya ideal. Hingga akhirnya kiamat.
    Gaje juga kan versi saya haha 😀🙏

    ReplyDelete
  14. Saya udah lama hidup new normal. Baru pulih dari sakit asam lambung atau gerd yg menyiksa setahun. Bagi saya new normal itu berdamai dg penyakit. Kurang lebih sama kan ya haha.. Tulisannya mengalir.. Sipp..

    ReplyDelete
  15. mari kita bersatu dengan hidup new normal agar bisa melangsungkan ekonomi menjadi lebih baik lagi.. hidup berdamai pasti seru

    ReplyDelete
  16. Semoga kita sehat semuanya apapun sebutannya nanti.. pandemi ini berakhir dan bisa beraktivitas nantinya...

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)