Napak Tilas 212


// Napak Tilas 212 //

Tak dapat dielakkan, 212 kali ini memiliki banyak makna bagi siapa saja. Ada yang ketakutan hingga sembarang menuduhnya makar. Ada yang menganggapnya sebagai peluang bisnis, kesempatan mengenalkan produknya kepada ummat yang datang dari segala penjuru dunia.

Mungkin, ada pula yang merasa diuntungkan secara politik. Tapi yang jelas bagi saya, ini adalah moment Bela Kalimat Tauhid, Bela Islam, Bela Agama. 😍😘

Gegara 212 kali ini ada beberapa hal yang baru pertama kali saya lakukan. Yah, orang bilang memang akan selalu ada hal untuk pertama kalinya kan..

Pertama kalinya saya safar dengan waktu terlama. Meskipun tak selama menunggu datangnya cintamuu.. (Ooppss, tolong ini disensor, ditulis pas ngantuk2 gmn gituu 😁).

Perjalanan Jember-Jakarta memakan waktu lebih dari 20 jam cukup membuat jumpalitan bertingkah di dalam kereta. Untung ada yang menemani.. 😋

Pertama kalinya juga, jalan kaki terjauh setelah jalan kaki terakhir kali ketika pelajaran olahraga zaman masih imut dulu.. 😂

Jalan kaki dari stasiun pasar senen menuju Monas yang mengharu-biru. #Eyaaa
Berasa napak tilas sepanjang jalan kenangan. Ada banyak moment yang terekam, terutama moment ketika melirik babang-babang penjual makanan, diliat doang tapi gak dibeli. Hehe

Eh bukan ding, tapi bagaimana kami dan orang lain yang tidak pernah bertemu atau saling mengenal tiba2 berbaur menuju tujuan yang sama. Sebuah moment persatuan yang jarang sekali terjadi di dunia selain ibadah haji. Setuju kan gaess?? Haha

Yah meskipun sayang tidak bisa merangsek lebih dekat ke Monas karena memang kami datang kesiangan.

Sayang sekali selama aksi berlangsung internet tidak bisa digunakan. Alhasil, batal nyamperin temen-temen revowriter 😁😊. Tapi tak apalah, meskipun kita tak berjumpa, tapi hati kita terpaut ke Masjid, eh ke persatuan ummat 😊

Pertama kalinya juga saya naik commuter line. Kereta cepat satu ini udah berasa mirip ama yang ada di drama2 Korea sana, kecuali bagian harus "sumpel-sumpelan" nya. Sebenernya agak bikin risih karena laki-laki dan perempuan campur. Baru tahu kalo ada gerbong khusus wanita setelah masuk 😅, begini deh ya pentingnya berilmu sebelum beramal. Cieee.. 😊

Pada akhirnya 212 juga bermakna bagi dunia. Suatu pesan bagi dunia, bahwa Islam bisa bersatu tanpa memandang perbedaan harakah, organisasi, mazhab, kalangan, negara, suku dan bangsa. 8 juta orang bro!! Islam bersatu tak kan terkalahkan!! Semangat melanjutkan perjuangan hingga tegaknya hukum Allah!!

Nb. (1) Ketika acara telah selesai senang melihat banyak foto-foto tentang indahnya momen 212 ini, berseliweran di media sosial menutup media2 mainstream yang tetiba hilang sinyal.

02 Des 18
Ditulis di dalam kereta menuju Purwokerto.

Artikel ini bisa dibaca pula di https://www.helmiyatulhidayati.com/2018/12/napak-tilas-212.html?m=1

#ReuniAkbar212 #BelaTauhid212 #Spirit212

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)