Tiga : Kamu, Aku dan Pagi


Mungkin kita telah terlalu lama bermain kata,
Hingga lelah datang menghampiri tiba-tiba.

Pikir dan jiwa yang terkadang merenung dalam sendiri,
Berdiskusi tentang apa keinginan hati.

Apakah kita terlalu ribut memikirkan cinta?
Hingga mencemaskan segala rasa dan asa.

Cinta manakah yang sedang menggema?
Akankah sesuatu yang diperjuangkan bersama
ataukah kesemuan yang tak tahu akan kemana?

Tak akan ada asap bila tak ada api
Tak akan ada cemas bila ada pasti
Ah, hati memang selalu berhati-hati!

Kamu dan aku terkadang tak menyadari
Bahwa tak ada batas dalam mencari
Semu tak pernah selesai untuk dicari
Maka sepantasnyalah kita mengejar yang sejati

Cinta sejati membuat kita mengerti,
Akan sebuah tujuan yang hakiki,
Nyata, tak terbantahkan dan abadi,

Hidup tak pernah untuk sendiri,
Menjalani bersama teman sejati,
Memakanai hidup di Bumi,
Hanya dengan peraturan dari Illahi.

Kaki-kaki kita akan tersandung duri,
Karena tak semua akan mau berbagi,
Sebagiannya bahkan menolak untuk diberi,
Lalu larut dalam selisih tiada henti.

Yang baik akan berteriak menasihati,
Yang jahat akan menggonggong dan menutup hati,
Sebagian dari kita tak peduli dan menutup diri,
Sebagian lainnya hanya menganggap kita bermimpi.


Namun yang berani akan memperkuat barisan dan berdiri,
Berusaha mengambil peran agar memiliki arti
Agar berkurang beban ketika di hari penghakiman nanti.

Aku ingin melihat kau tak gentar dan tak berhenti.
Mendendangkan cinta sejati hanya pada Illahi Robbi
Dan Rasul-Nya, yang pertemuan dengannya kau nanti.

Maka, aku di sini bersama pagi.
Mengikutimu menapak tujuan hingga nanti.

Jember, 03 Januari 2018
Helmiyatul Hidayati

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)