Kisah Bumi, Bulan dan Bintang ll Ep. 1 – Takdir



“Brak..” Salsa masuk ke kamar kost Bintang tanpa mengetuk pintu, membuat si empu merengut. Dia yang sedang berusaha berdandan menjadi kesal dan kaget, lipstik di tangannya jatuh dengan lembut. Namun meski begitu, Salsa malah terkikik dan langsung tiduran di atas kasur Bintang.


“Wah udah siap aja..” kata Bintang, seketika kesalnya telah hilang.

“Iyalah.. Aku kan ga kaya kamu, ga pake dandan..” sahut Salsa.

“Ihh.. ini kan nikahan temen, masa ga ada persiapan..”

Suasana hening sejenak, Salsa tampak berpikir. “Eh beneran si Maya itu ga bunting duluan? Kita kan baru lulus SMA masak langsung nikah?”

“Husshh.. punya mulut itu dijaga.. dia nikah karena dijodohin, dia kan udah cerita jauh-jauh bulan sebelum kita lulus. Lagian tipe orang kaya Maya ga mungkin lah MBA. Dia kan ‘murid’nya Aura Kasih.”

Salsa manggut-manggut. Tampak berpikir sekali lagi, ekspresinya lucu ketika ia sedang merasa rumit, membuat Bintang tersenyum geli.

Salsa, Bintang dan Aura Kasih bukan penduduk kota S, mereka berasal dari kota M, merantau untuk menempuh pendidikan SMA. Beda dengan Maya, ia lahir, menikah dan menetap di kota S. Latar belakang mereka berbeda-beda namun mereka adalah sahabat karib.

Salsa, Bintang dan Maya berasal dari keluarga yang tidak jauh berbeda, tidak kaya meski juga tidak melarat, yang jelas keadaan keluarga mereka tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan kuliah.

“Orang kaya aku, kamu dan Maya, ketika lulus SMA cuma punya 2 (dua) pilihan. Kalo tidak bekerja ya menikah. Nah si Maya jodohnya datang lebih cepat dari kita. Karena itu dia nikah.” Kata Bintang.

“Hehe iya sih.. kita mah jangan mimpi buat kuliah ya.. “ Jawab Salsa sambil menggaruk kepalanya.
“Eh tapi kamu pilih apa? Bekerja atau menikah? Apa dua-duanya?”

Bintang berpikir sejenak, tidak pernah terlintas di benaknya ingin menikah muda. Sebenarnya ia telah membuat rencana, hanya akan bekerja setahun setelah lulus SMA, bertekad mengumpulkan uang agar bisa kuliah.

“Nikah itu ga gampang kali. Zaman sekarang susah cari cowo dengan high quality.” Akhirnya hanya jawaban itu yang muncul dari Bintang.

“Emang kamu pengin cowok kaya apa buat jadi suami?”

“Oww.. dia harus tampan, mapan, sholih, berjiwa pemimpin, penyayang sama anak dan keluarga, agamanya jempol.. terus..”

“STOP!! Jangan ngayal deh Bin, cowok kaya gitu ga ada kecuali kalo dia udah punya istri. Kamu mau dinikahi oleh pria yang sudah beristri??” kata Salsa tiba-tiba.

“Eh maksudmu poligami?” Bintang otomatis mencubit pipi Salsa dengan gemas dan keras membuat Salsa meringis meskipun masih sempat tertawa. Kelakuan mereka baru berhenti ketika Aura Kasih datang.

Aura Kasih adalah sahabat mereka juga. Bedanya Aura Kasih sudah dipastikan akan melanjutkan kuliah, ke fakultas kedokteran lagi. Aura Kasih sahabat Bintang berbeda 180 derajat dengan artis Aura Kasih. Aura Kasih yang ini selain memiliki kecerdasan, ia juga memiliki kepribadian yang religius,

“Kalian rame loh, aku sampe denger..” kata Aura Kasih.

“Iya.. kamarmu kan di sebelah.” Timpal Bintang.

Salsa segera berdiri ketika berhasil lepas dari jerat Bintang. “Auraaa.. ini loh Bintang sukanya ama cowok yang udah punya istri.” Salsa mengeluarkan jurus merajuk, namun langsung dipelototin oleh Bintang, Salsa kemudian kabur dengan alasan mencari teman-temannya yang lain.

“Jangan dengerin Ra. Masa iya aku suka sama pria beristri??” kata Bintang.

“Eh emang ada yang salah? Pria beristri itu udah teruji karena udah berpengalaman membina rumah tangga. Kamu kemakan konsep mbak-mbak feminis sih, yang katanya setia itu harus ama satu wanita..” jawab Aura, Bintang setika kaget. Tidak mungkin kan Aura Kasih yang dikenal dengan kepribadian dan kehidupannya yang lurus berbicara seperti itu.

“Tapi pria beristri itu haruslah suamimu juga. Kalo bukan ya DOSA..” tambah Aura.

“Yee.. ujung-ujungnya poligami lagi..”

**

Jodoh adalah takdir, mutlak adalah kekuasaan Allah. Ketika Allah berkehendak, bertanya pun kita ta ada hak. Ketika jodoh telah tiba, mau lari sejauh apapun pasti akan tertangkap juga. Baik dia itu pria beristri maupun pria yang singgle. Sebaliknya mau seberapa sukapun kita dengan seseorang, bila Allah tak berkehendak, kita tak akan bersama dengannya.

Untuk hal-hal yang berada pada area yang dikuasai Allah, tak ada hisab untuk itu. Jadi jangan pusingkan itu. Tapi yang harus dipikirkan manusia adalah nizham (peraturan) apa yang dipilihnya terhadap pristiwa atau perbuatan yang berasal dari dirinya atau menimpanya karena kehendaknya sendiri. Apakah dia akan memilih peraturan yang sudah Allah tetapkan atau peraturan selain dari Allah.

Kalaupun jodoh yang datang adalah pria beristri, pastikan berjodoh dengan cara yang benar, bukan dengan menikung istrinya. Bukankah Allah sudah menetapkan untuk mencari pasangan yang diridhoi akhlak dan agamanya? Yakinlah, bagi pria sholih, poligami itu juga bukan hal yang mudah.

**

Bintang terjaga dari mimpinya di tengah malam. Namun kesadarannya membawa ia terngiang-ngiat akan “petuah” Aura Kasih kemarin. Tentang takdir dan jodoh. Ahh.. dan poligami juga.

Segera ia nyalakan lampu, tertegun di meja belajar mengingat mimpinya barusan. “Apa aku bermimpi menatap punggung seorang pria di sebuah ruangan?”

Bintang menggelengkan kepalanya, ia menata kembali surat-surat lamaran kerja yang ada di meja belajarnya. Ia hitung kembali jumlahnya tidak kurang dari 10 (sepuluh). Besok, ia akan berusaha mendapatkan pekerjaan. 

Bersambung..

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)