Sejarah yang Hilang


#Refleksi3Maret1924
Sejarah yang Hilang
Oleh Helmiyatul Hidayati

Masih ingat momen 212 akhir tahun 2018 kemarin? Aksi super massa dan super damai itu senyap pemberitaan. Hanya TVOne saja kala itu, media nasional yang rasanya masih memiliki akal sehat. Hingga tak salah juga kalau Rocky Gerung menyebutkan bahwa sedang ada upaya penggelapan sejarah.

Berbicara soal penggelapan sejarah. 3 Maret 1924 mengingatkan kembali betapa banyak umat yang menjadi korban penggelapan sejarah.

Tidak percaya? Coba saja generasi X, Y, Z hingga generasi milenial periksa buku pelajaran sejarah masing-masing. Adakah ditulis tentang 3 Maret 1924?? Padahal kita membahas sangat banyak tentang Revolusi Industri.

3 Maret 1924 adalah hari naas hilangnya Khilafah. Namun akibat penggelapan sejarah, bahkan hingga detik ini masih banyak orang yang belum tahu apa itu Khilafah. Masih banyak pula yang menentang Khilafah. Padahal Khilafah itu ajaran Islam.

Penggelapan sejarah itu terjadi dengan pelabelan penuh manipulasi pada Khilafah. Stigma negatif melekat pada Khilafah, disebutlah ia sumber perpecahan, penyebab perang, intoleran, radikal, anarkis bla bla bla.

Belum cukup sampai di situ, bahkan umat atau sekelompok umat yang menyeru penegakan Khilafah seringkali mengalami diskriminasi-persekusi. Tanda betapa butanya banyak orang akan Khilafah yang sesungguhnya.

Khilafah adalah satu kepemimpinan yang menyatukan dunia Islam berlandaskan syariat Islam. Sejarah telah mencatat bahwa Khilafah telah berdiri selama 13 abad dan menguasai 2/3 dunia hingga akhirnya runtuh 95 tahun lalu.

Banyak kegemilangan yang tercatat selama masa kejayaan Islam. Salah satu yang terkenal adalah di masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, dimana rasanya rakyat tak ada yang miskin. Berbeda dengan zaman sekarang, dimana bahkan 1 (satu) negara bisa mengalami krisis kelaparan parah.

Khalifah Umar Bin Khattab tercatat memberikan guru gaji yang sangat tinggi. 

Penemuan-penemuan besar banyak terjadu di dunia Islam. Al-Khawarismi penemu algoritma. Maryam Asturlabi penemu kompas (navigasi).

Az-Zahrawi mengarang sebuah buku tentang ilmu bedah yang berjudul at-Tashrif Liman Ajiza an Ta'lif. Buku ini dijadikan dasar-dasar ilmu bedah di Eropa hingga 5 abad lamanya antara abad ke-12 hingga abad ke -16.

Bahkan selama Khilafah berdiri, kriminalitas atau kejahatan yang terjadi bisa dihitung dengan jari tiap tahunnya (sangat sedikit sekali). Berbeda dengan kehidupan di sistem kapitalisme, dimana bahkan kejahatan per hari sudah tak terhitung jumlahnya.

Tapi sekali lagi, karena sejarah yang 'hilang' jarang sekali orang mengenal nama-nama atau fakta-fakta tsb. Seakan-akan Khilafah (dibuat) tidak ada beserta sederet kegemilangannya. 

Untuk apa? Untuk mengubur bukti, agar kita menganggapnya sebagai mimpi di siang bolong. Dan melanjutkan tidur, sementara musuh sedang menyedot darah kita.

#MenolakLupa bahwa #KhilafahAjaranIslam

Sekian dan terima kasih. #SelamatMalam 😊

#Revowriter #WCWH6 #MenyalaBersamaRevowriter #OPEy2019Part6 #Day07 #SosmedForDakwah #Gemesda #GerakanMedsosUntukDakwah #DakwahTakMeluluCeramah

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)