Hidup dan Menghidupkan Literasi

October 05, 2021

 



Kalo dengar kata literasi, apa nih yang terlintas di benak kita? Kalo aku sih, membaca dan buku. Simple banget kan? Sesimple ilmuku tentang dunia literasi. Haha

 

Kalo menurut Wikipedia, Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari

 

Di jaman canggih macam sekarang ada pula istilah literasi digital, yakni pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

 

Luas ya ruang lingkup literasi ini. Sebagai bloger bisa pula kita dikatakan pelaku literasi. Memproduksi, menyebarkan dan memanfaatkan informasi udah jadi makanan sehari-hari dalam banyak perspektif.

 

Lebih jauh lagi, ternyata dunia literasi pun memberikan banyak peluang dan kesempatan yang berbeda. Hal ini dirasakan dan dimanfaatkan oleh seorang kawan yang aktif meniti jalan literasi sebagai jalan ninjanya. Dialah Saad Pamungkas. Segala hal yang perlu kalian tahu tentang dia dan dunia literasinya bisa nih diulik ke MEDIA PAMUGKAS.

 

Main-main ke weblog beliau, jadi lebih melek literasi nih, ternyata tidak sebatas membaca dan buku seperti yang selama ini saya pahami. Tapi banyak banget aktifitas literasi lainnya. Seperti mediator percetakan, komunitas kepenulisan, kerja sama penulis dan atau translator, inovasi dalam literasi, sharing ilmu kepenulisan dan media support literasi.


 


Seseorang yang ingin menulis buku, pasti butuh mediator percetakan. Pastikan bukunya nanti bakal dapat ISBN (International Standard Book Number). Untuk ini perlu mediator percetakan terpercaya.
 

Juga kalo butuh komunitas penulisan atau sharing sesama pegiat literasi buat jaga “ghirah” menulis dan saling sharing ilmu kepenulisan ke teman-teman yang lain. Hal ini sangat diperlukan, terutama dalam mengasah skill kepenulisan. Semakin banyak teman literasi, juga akan semakin menambah wawasan.

 

Siapa butuh translator, desain grafis?? Atau pengin banget bisa ngetik pake 10 (sepuluh) jari? Jujur deh, meski udah tahunan jadi blogger dan pegangannya laptop, aku sendiri ga bisa ngetik pake 10 jari, bisanya max 7 jari. Hehe. Bisa banget ini kalo belajar ama Kang Saad Pamungkas.

 

Dunia literasi yang luas, juga punya banyak pernak-perniknya, bisa jadi ajang mencipta dan menumbuhkan inovasi.

 

Dunia literasi juga makin berkembang dengan mulai banyaknya kelas-kelas kepenulisan, baik oleh komunitas literasi maupun oleh tim penulis ternama dengan jam terbang tinggi. Ada yang pernah ikut training kepenulisan seperti ini??

 

Media support literasi juga diperlukan sebagai mediator bagi orang yang ragu akan menerbitkan karya perdananya.

Dan pas banget, 6 (enam) hal di atas merupakan layanan literasi yang bisa diberikan oleh Saad Pamungkas. Bagi yang berkecimpung di dunia literasi juga, pasti ga asing dengan semua aktifitas-aktifitas tersebut.

 

Ngomongin tentang literasi dan kepenulisan saya jadi ingat kata Raditya Dika, “Jika kau suka membaca, maka menulislah. Jika kau suka menonton, maka buatlah video.” Saya rasa ini 11-12 dengan quotes Kang Saad Pamungkas yang ada di weblognya, “untuk menjadi seorang penulis, yang diperlukan adalah praktik mencintai kegiatan membaca. Karena cinta itu membuahkan.”

 

Membaca dan menulis, biasanya tak bisa dipisahkan. Orang yang suka membaca, biasanya juga akan suka menulis. Banyak wawasan yang ia dapat dari buku akan mudah menari di atas pena.

 

Semangat berkaya, Pegiat Literasi!

 

You Might Also Like

0 comments

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)