Umar Ep 8 : Marah yang Membawa Pada Islam

Film (yang diklaim) Islami dan (menurut saya) paling mendekati sejarah ya Umar Series besutan MBC Grup ini. Menceritakan masa 4 tahun sebelum kenabian hingga akhir hidup Umar Bin Khattab RA.

.
Drama ini terdiri dari 30 episode dengan durasi kurleb 45 menit per episode. Dengan durasi segitu, drama ini ga bakal bikin "eneg". Yah, bila dibandingkan dengan Dirilis Ertugrul atau Kurulus Osman yang punya durasi lebih dari 2 jam per episode. Meskipun (masih menurut saya) kedua drama populer produksi Mehmet Bozdag  ini pun paling dekat dengan sejarah, apalagi kalo adegan romansanya dikurangi banyak kaya drama Umar, makin top deh..

Alhasil, kamu akan memilih menonton ulang Umar daripada Ertugrul atau Usman sebagai salah satu pilihan kala suntuk selama masa karantina. Work From Home terkadang bikin penat juga bukan?? :D

Baca juga : 4 Tips Agar Work From Home Tetap Produktif Selama Ramadan


Ketika menonton drama Umar, karena menurut saya bagus, rasanya ga pengin skip-skip. Jadi, semua adegan dan dialog saya pantengin. Biasanya kalo nonton drama saya suka skip, kalo bukan adegan pemeran utama drama biasanya saya ga nonton. Hehe

Episode 8 dengan tajuk 'Masuk Islamnya Umar bin Khattab' termasuk episode yang sukses bikin mata berkaca-kaca.


Adegan ketika Abu Hakam bin Hisyam menghina Rasulullah SAW jadi berasa pengin ninju itu muka si Abu Hakam. Untunglah adegan berlanjut terus seperti kisah yang sering kita dengar. Seorang wanita melaporkan perlakuan buruk Abu Hakam pada sang paman, Hamzah bin Abdul Muthollib.

Marah dong Hamzah, mewakili kemarahan ummat aka saya yang menonton. Dan mewakili umat juga untuk nonjok si Abu Hakam. Haha

"Apakah kau akan menganiayanya (Muhammad) jika aku masuk agamanya?" Kata Hamzah. Para pembesar Quraisyi seketika kaget dan khawatir ucapan Hamzah yang diucapkan saat marah ia wujudkan. Waktu itu pembesar Quraisyi menganggap bahwa Hamzah mengatakan itu karena tidak terima keponakan kesayangannya diganggu.

Tapi ya, Hamzah lalu memacu kudanya menuju rumah Nabi yang mulia untuk memberi perlindungan dan menyatakan keislamannya. Sweet banget deh uncle satu ini 😍


Adegan selanjutnya milik Umar. Diapun terbakar emosinya menyaksikan para pembesar Quraisyi saling tonjok. Dia sampai pada satu kesimpulan bahwa biang keladi masalah ini adalah : Muhammad. Tak tanggung-tanggung, Umar langsung bertekad untuk membunuhnya. Di siang bolong lagi. Tanpa plan cadangan, bunuh Muhammad lalu menyerahkan diri untuk dibunuh. Selesai perkara, begitu pikirnya.

Nyatanya di tengah jalan ia masih dibuat marah lagi, ketika ada yang mengadukan adiknya Fathimah binti Khattab, telah menjadi pengikut Rasulullah. 

Bayangkan, kamu akan membunuh seseorang, tp mendapati kenyataan bahwa adik kesayangan telah menjadi orang yang rela mati untuk orang yang akan kamu bunuh. Double patah hatinya, double marahnya 😲

Tapi apa yang terjadi? Umar ra keluar dari rumah hari itu dalam keadaan ingin membunuh seseorang, namun ia kembali pulang dalam keadaan ingin melindungi orang yang tadinya ingin dia bunuh, bahkan dengan segenap jiwa dan raganya. Iya, Umar ra telah masuk Islam!


Abu Jandal pun begitu, putra Suhail bin Ash ini tahu bahwa saudaranya, Abdullah telah masuk Islam dan berusaha membujuknya agar masuk Islam juga. Ia bukannya tak percaya pada apa yang diserukan adiknya, ia hanya merasa kurang yakin. Bahkan, dengan segenap daya dan upaya ia berusaha melindungi Abdullah dari "hukuman" ayahnya yang tidak terima Abdullah menjadi pengikut Rasulullah SAW.

Hingga suatu ketika, menggunakan Abu Jandal, Suhail menjebak Abdullah. Dikatakan Suhail dan kerabatnya yang lain ingin Abdullah menjelaskan tentang Islam, namun ternyata itu hanya trik untuk mengurung Abdullah. Abu Jandal tidak terima, ia merasa dijebak dan diremehkan. Saat itu pula ia menyatakan keislamannya di depan sang ayah, membuatnya dikurung pula bersama saudaranya.

Maha Besar Allah dengan Segala Kuasanya. Ia memberi petunjuk kepada sesiapa saja yang Ia kehendaki. Pada akhirnya Hamzah, Umar, Suhail, Abdullah dan Abu Jandal menjadi mukmin yang namanya tercatat dalam sejarah. Sisa hidup dan akhir hidup mereka hanyalah untuk Islam. MasyaAllah..

Film ini keren, buat kamu yang ingin tahu betapa amazing-nya Islam dan betapa umat butuh akan khilafah -sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia-

Sayangnya, drama ini tak berlanjut (sepanjang yang saya tau). Bagus sekali bila ada seri drama sahabat-sahabat lainnya. Bila ada, ingin sekali saya menonton drama tentang Salman Al-Farisi, kisah hidupnya lengkap. Pernah menjadi perantau, budak, ahli strategi perang, pedagang dan pernah pula menadi gubernur Persia. Jangan lupakan kisah cintanya yang "tak biasa" Hmm..

Nah, kalo kamu.. Drama tentang sahabat (Rasulullah) yang mana yang ingin kamu tonton??



0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)