Belajar Decoupage di Pelatihan Pemberdayaan Bersama Alfamart


Zaman sekarang kayanya hampir tidak mungkin kalau ada yang tidak tahu dengan minimarket yaa.. di Indonesia sendiri keberadaan minimarket ini bejibun. Coba saja ukur jalan di dekat rumah kita, sedikit-sedikit pasti akan kita temui itu minimarket pada berbaris rapi kaya tentara lagi apel.

Keberadaan minimarket ini bagi banyak orang memiliki makna tertentu, ada yang merasa “happy” karena menjadi mudah dalam menemukan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Meskipun ada juga yang merasa bahwa keberadaan minimarket ini mematikan usaha lokal yang serupa misalnya toko kelontong, warung kopi dll.

Kebetulan beberapa hari yang lalu atau tepatnya tanggal 26 Desember 2018, saya memiliki kesempatan ikutan acara alias Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan yang digagas oleh teman-teman dari Alfamart. Itu tuh salah satu minimarket terkenal di Indonesiah tercintah.


Namanya juga pelatihan, ada juga dong sesi prakteknya. Sesi yang digawangi oleh mbak Mira Christina ini unik loh, yakni mengubah sesuatu yang ‘zero’ menjadi ‘hero’. Maksudnya mengubah sampah menjadi sesuatu yang menghasilkan.

Iya sampah itu kan udah ga ada nilainya, doi adalah barang-barang tidak terpakai yang ga boleh ditumpuk, apalagi dikoleksi. Tapi oleh mbak Mira dari komunitas Bank Sampah ini ternyata sesuatu yang tidak berharga itu bisa berubah menjadi duit pemirsah.




Adalah Decoupage yang waktu itu menjadi “materi kuliah” kita. Itulah pertama kalinya saya tahu jenis kerajinan ini. Aslinya saya kurang terampil terhadap hal-hal yang ‘keperempuan’, masak aja ga bisa gitu ya. Di sini kadang saya merasa sedih.. (eh kok jadi curhat ya??)
Tapi untungnya waktu itu saya ditemani oleh cowok ganteng, dan dia dengan senang hati mengerjakan ‘tugas’ saya. Meskipun harus dengan bayaran di bawa maen ke Mall sebelah. Hehe

Decoupage sendiri adalah seni menghias dengan sebuah tissue. Ini juga pertama kalinya saya tahu ada tissue bergambar, bikin sayang kalo buat nampung ingus. #Eh
Kebetulan tissue bergambar ini kita tempel atau hias di atas sampah berupa kaset CD, yang nantinya CD ini nanti bisa digunakan sebagai hiasan dinding atau gantungan yang manis di rumah. Nah, kalo udah manis, maka diapun jadi memiliki harga jual, bukan lagi sampah. Asyik kan??

Sebenarnya kalo kita kreatif, teguh, ulet, rajin dan disiplin dari sampah pun kita bisa mencari sumber penghasilan. Ini memberi kita pelajaran bahwa sebenarnya tidak ada alasan untuk bermalas ria, apalagi buat cowok ya, dimana mencari nafkah untuk keluarga merupakan kewajiban.



Beranjak di sesi kedua, masih di Rollas Cafe pada waktu itu. Taufik Hidayanto dari Alfamart membagikan info mengenai manajemen ritel modern ke pasar kelontong. Pada sesi ini, beliau meluruskan bahwa persepsi masyarakat tentang ‘terbununhnya’ kios-kios kecil karena kehadiran mereka itu tidak benar.

Singkatnya Alfamart memiliki semacam program ‘bedah warung’atau yang disebut Store Sales Point yakni toko yang support kebutuhan barang melalui transaksi penjualan ke member dengan harga khusus serta pembinaan pedagang mikro, kecil dan menengah di sekitar toko Alfamart.

Jadi, bukan hanya stasiun televisi atau pemerintah yang punya program bedah rumah buat rakyat. Program bedah warung yang dilakukan oleh Alfamart ini bertujuan untuk membantu kios-kios kecil agar lebih berdaya dan mampu bersaing dengan usaha ritel lainnya.

Emang sih kalo dipikir-pikir terkadang kios-kios kecil itu menjadi ‘tenggelam’ karena beberapa hal. Misalnya karena pelayanannya kurang bagus baik dari segi keramahan dan keahlian pegawai toko juga masalah jam buka. Ada toko yang kadang buka, kadang juga tutup. Bahkan hingga tersedianya duit receh sebagai kembalian itu kadang bisa menjadi penilaian tersendiri bagi pelanggan.

Di sesi ketiga dan terkahir, bu Vina selaku Manager MD dari Alfamart menjelaskan bahwa produk-produk UMKM sebenarnya banyak memiliki peluang untuk masuk Alfamart. Alias kita diajak menjadi pemasok di Alfamart. Pas di sesi ini nih saya kepikiran banget buat masukin produk Bross Pita-nya @hijabmalika_ kayanya cucok. Huhu

Tapi ya tentu ga semua barang bisa kita masukin Alfamart ya, karena mereka punya syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya barang tersebut tidak boleh sama dengan yang sudah ada di Alfamart, juga barang itu harus memiliki ketersediaan stok yang aman dsb.


Akhirnya acara itu pun berlalu dan berakhir dengan makan siang. Nasi gorang di cafe ini enak loh, meskipun porsinya dikit sih, mungkin emang begitu kali ya kalo di cafe, beda ma warung. Hehe Untunglah saya lagi masa diet, jadi ga merasa kurang. #Halah

Btw, Alfamart ini sering loh mengadakan acara seperti ini, kalo aku sih berharapnya pelatihan kaya gini gak hanya khusus perempuan, boleh tuh buat cowok juga. Apalagi kalo belum memiliki pekerjaan, siapa tahu bisa menjadi jalan mencari nafkah.

Perempuan?? Boleh aja dong berkarya, tapi tetap ingat bahwa hukum asal perempuan adalah ummun wa rabbatul bait alias menjadi ibu sekaligus manajer keluarga.

Udah gitu aja. J

Jember, 03 Jan 18
Helmiyatul Hidayati



8 comments:

  1. mb helmi jangan diet, hihi... udh body goal๐Ÿ˜Ž.nice mb. baru tahu saya

    ReplyDelete
  2. mb helmi jangan diet, hihi... udh body goal๐Ÿ˜Ž.nice mb. baru tahu saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Habisnya mau program gemuk ga berhasil terus mbak, akhirnya saya diet dah wkwkwkwk

      Delete
  3. Barang bekas yang di daur ulang bisa juga jadi barang yang bernilai seni dan berharga ya. Kreatif banget!

    ReplyDelete
  4. Bros pita masuk Alfamart? Mungkin aja sih ya. Next, Alfamart bs kali jual fashion ya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe soalnya aq pernah tahu di alfa mana gitu ada aksesorisnya mbak, waktu itu jepit rambut dan karet sih.. hehe

      Delete
  5. sangat praktis dan mantap! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘

    ReplyDelete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)