Ulama Dianiaya

Ulama Dianiaya



Sungguh miris dan tragis peristiwa tadi pagi yang menimpa K.H. Umar Bisri di Mesjid Al-Hidayah Santiong Cicalengka Bandung. Kejadian bermula saat K.H. Umar Bisri selesai melaksanakan shalat subuh dan dilanjutkan dengan dzikir lalu melihat orang yang sedang tiduran dan membangunkannya maka dengan seketika orang tersebut penganiaya. Terlepas motivasi yang melatarbelakangi perbuatan tersebut tetaplah tidak bisa diterima akal sehat.
Perbuatan yang biadab dan tak beradab ini tentulah mengundang kemarahan umat dan aksi simpatik umat hingga rela mengantri untuk memasuki R.S. Al-Islam tempat dirawatnya K.H. Umar Bisri. Aksi pelaku ini pun tak mencerminkan sikap terpuji apalagi d sandarkan pada hadist Rasulullah yakni " Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyanyangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama"(H.R. Ahmad dan di Sahihnya al-bani dalan kitab al-jami).
Aksi keji dan tidak terpuji pelaku harus dipertanggungjawabkan. Dalam hukum Islam apa yang dilakukan pelaku berupa tidak penganiyaan terkategori qishas. Qishas dalam istilah hukum Islam di definisikan pembalasan ( memberi hukuman yang setimpal). Ketika keluarga korban memaafkan maka berlaku diyat yakni berupa denda atau tebusan atau ganti rugi. Secara istilah diyat dimaknai pemberian berupa uang/barang kepada keluarga korban untuk menghilangkan dendam dan meringankan beban korban sebagak ganti qishos dan sebagai tanda permintaan maaf.


Adapun aturan diyat penganiyaan terhadap anggota badan maka berlaku ketentuan sebagai berikut; 
a).100 ekor unta untuk badan yang terpasang, 
b). 50 ekor unta untuk badan yang berpasangan apabila salah satu terpotong, 
c). 33 ekor unta untuk luka kepala sampai otak dan badan yang sampai perut, 
d). 15 ekor unta untuk kulit diatas tulang, e). 10 ekor unta apabila melukai jari tangan/jari kaki sampai putus,
f). 5 ekor unta apabila meruntukan gigi. Seandainya diambil diyat yang paling ringan terhadap penganiyaan yang menimpa K.H. umar Bisri maka apabika harga unta sekarang Rp. 25 juta dikali 5 unta maka minimal pelaku harus membayar sekitar Rp. 125 juta. Dan inilah sebagai salah satu bukti atas keagungan hukum Islam yang bersifat jawabir dan jawazir. Hanya dalam tatanan kehidupan Islamlah hal ini bisa diterapkann. Maka sungguh kami merindukan penerapan hukum islam yang berkeadikan dan semoga harapan itu segera terealisasi. Amin


0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)