Merenggut Posisi Tuhan

Merenggut Posisi Tuhan



Semakin hari, pergaulan bebas semakin menjadi. Seks bebas, hamil di luar nikah, aborsi, hingga pembuangan dan pembunuhan bayi, menjadi masalah tersendiri bagi negeri muslim terbesar ini. Bukan hanya remaja, tetapi dewasa hingga yang masih tergolong di bawah umur pun terjangkiti praktik maksiat ini.
Belum lama kita dapati, remaja SMA dari Purwokerto dengan tega dan sadis membunuh bayinya di toilet rumah sakit, begitu pula seorang wanita dari Malang membuang bayi yang baru dilahirkan di dalam kosan. Juga remaja 16 tahun dari Cirebon tega membuang bayi dalam tempat sampah. Dan masih banyak lagi kasus-kasus yang serupa.
Maa syaa Allah.. dimana hatimu wahai ibu? Sudah hilangkah rasa kemanusiaanmu? Dimana pula rasa takutmu terhadap siksa kelak yang menderu?
Kehamilan yang tak diinginkan, juga ketidak siapan memiliki anak sepertinya menjadi faktor bagi para Ibu membuang dan membunuh. Sayangnya, ketidak siapan menerima konsukensi tidak menghalangi para remaja dan remaji untuk berzina sesuka hati. Ya, kerap kita dapati pacaran menjadi trend di sana sini. Jika hamil, tinggal aborsi dan buang bayi. Lalu, mereka letakkan dimana posisi firman Tuhan yang ini?
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (al-Isra’:32)
Sesungguhnya fenomena seks bebas di negeri ini cukup membuktikan, betapa liberalisme sudah menjadi norma dan sekaligus life style. Menggantikan posisi agama yang sebelumnya cukup kental mewarnai budaya. Remaja sekarang seakan tak rela tertinggal nafas zaman bernama modernitas, yang kadung dimaknai sempit sebagai ‘kebebasan’ semata.
Merebaknya seks bebas yang menjadi trend di tengah masyarakat, tak lagi memandang masyarakat pelosok desa maupun tengah kota. Semua kalangan terjangkiti kasus yang sama. Istilah gaul pun kini identik dengan seks bebas. Selain itu, hubungan sosial laki-laki dan perempuan yang seharusnya berorientasi pada kerja sama, kini berubah menjadi pandangan seksual semata.
Liberalism (paham kebebasan) terlanjur berhasil mengubah cara pandang. Menyeret generasi muslim negeri ini dalam praktik kemaksiatan. Selain itu, hal ini juga diperparah dengan penerapan sistem sekular. Sistem ini menjadi lahan subur bagi berkembangnya liberalism di tengah masyarakat, yang semakin menjadikan mereka rusak.
Sebagaimana diketahui, sekularisme dan liberalisme keduanya sama-sama menafikan peran agama dalam mengatur kehidupan. Semua orang dibiarkan menjalani pilihan-pilihan hidup tanpa harus terikat dengan aturan Tuhan. Kalaupun agama boleh berperan, kedua paham ini telah mendistorsi peran tersebut hanya pada hal-hal yang berhubungan dengan urusan ibadah yang dianggap privat, termasuk masalah pernikahan, perceraian dan ritual kematian.
Adapun dalam tata ekonomi, pemerintahan, budaya, tata sosial dan lain-lain, sistem ini mengharamkan agama ikut campur tangan. Semua pengaturannya diserahkan pada kehendak manusia berdasarkan prinsip kebebasan (free will) yang kemudian terrumus dalam formula HAM.
Alhasil, yang muncul adalah tatanan hidup yang rusak, tata budaya yang hedonistik, tata sosial yang liberalistik, mengedepankan hawa nafsu dan merenggut posisi Tuhan.
Maka, adalah wajar jika saat ini banyak kita temukan bayi-bayi tak berdosa dibiarkan berserakan. Nasab generasi pun menjadi tidak karuan. Karena para Ibu tak mau lagi diatur dengan aturan Tuhan. Pandangannyapun bukan lagi halal dan haram, namun bagaimana biar tetap bisa senang-senang, sesuai dengan trend zaman.
Sudah. Cukup kerusakan demi kurasakan ini terjadi. Saatnya kita kembalikan posisi Tuhan, bukan sekadar sebagai Pencipta, tetapi juga Pengatur tatanan kehidupan. Hingga kesejahteraan akan kembali kita rasakan. Berjalan sesuai garis yang ditetapkan.
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Thaha:14)
Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa. (Thaha:16)

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)