Peran Ayah dalam Menemukan Potensi Anak

Peran Ayah dalam Menemukan Potensi Anak
Awal bulan ini, sengaja saya minta suami untuk download film *Dangal* ini. Kata orang-orang sih recomended. Dan ternyata, setelah saya menontonnya, film ini memang bagus untuk menjadi bahan renungan dan evaluasi pendidikan orang tua kepada anaknya.
..
Bisakah anda bayangkan jika anda seorang anak perempuan, dididik oleh ayah anda sendiri untuk menjadi seorang P.E.G.U.L.A.T ???
Menjadi pegulat bagi seorang perempuan berarti menentang tradisi di desa tempat anda tinggal yang biasanya seorang perempuan itu dididik sejak kecil untuk mengurus tugas domestik dan ketika beranjak usia belia akan dinikahkan oleh ayahnya demi mengurangi beban keluarga.
Akankah perasaan anda akan berontak? 
Merasa tidak adilkah karena sang ayah memaksakan kehendaknya agar memiliki seorang anak yang akan menghadiahkan medali emas untuk negaranya dalam kejuaraan dunia? 
Itulah yang dirasakan oleh kedua anak perempuan di film ini. Keduanya sangat tertekan atas 'paksaan' ayah mereka untuk menjadi pegulat. Hingga mereka pun menyadari bahwa ayahnya begitu menyayanginya dengan memikirkan masa depan mereka dan mengoptimalkan potensi yang ada pada diri mereka.
Melihat film tersebut, saya yang sejak usia lima tahun kehilangan sosok ayah, justru menumbuhkan rasa syukur jika diberikan kesempatan dididik langsung oleh ayah saya. Diperhatikan pendidikan dan masa depan oleh sang ayah bahkan benar-benar menganggapnya sebagai anak. Bukan sebagai beban.
Meski mengalami tantangan dalam melawan tradisi, tapi sosok ayah di film Dangal ini benar-benar serius dan fokus mendidik anaknya dengan tangannya sendiri. Karena, ia yakin dan begitu jeli melihat potensi bahwa darah seorang pegulat telah mengalir dalam diri anak-anaknya.
Hingga, atas kerja kerasnya. akhirnya sang ayah dapat mengantarkan anaknya meraih medali emas ditingkat kejuaraan dunia. Persis seperti impiannya.
🌱🌱🌱
Pendidikan untuk keluarga (istri dan anak-anak) dalam bingkai Islam pastilah tak akan lepas dari sosok ayah. Bukankah dalam Al-Quran saja, banyak kisah yang menggambarkan pendidikan yang dilakukan oleh ayah? Bahkan dominan dibandingkan peran pendidikan yang dilakukan ibu.

Anak-anak yang tumbuh dengan sentuhan pendidikan ayah, akan memiliki ego yang kuat karena ego itu diajarkan dari ayah. Bukankah banyak kasus seorang perempuan yang begitu mudahnya menyerahkan keperawanannya karena ia kurang mendapat kasih sayang dari seorang lelaki? Itu juga pertanda bahwa ia memiliki ego yang lemah karena tidak dekat dan tidak dididik oleh ayahnya.
Jika kondisi saat ini begitu menguras waktu seorang ayah menjemput rizki, maka, ayah tetap harus berusaha untuk men-design pendidikan untuk anak-anaknya dan serahkan step by step perjalanannya kepada istrinya.
Ayah pun harus berusaha meluangkan waktu untuk mendiskusikan kurikulum pendidikan yang akan diberikan dengan istrinya dan tetap mengevaluasi pendidikan yang dijalankan oleh istrinya.
Wallahu a'lam
Bogor, 17 Januari 2018

2 comments:

  1. Beberapa tahun terakhir ini filmnya amir khan bagus2 y mbaa
    3 idiots
    Pk
    Yg dia jd guru, lupa judulnya
    Trus inii
    Tapi di sisi lain rada gimana gitu krn ayahny maksa ankny jd sprti yg diinginkan si ayah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang dia jadi guru itu Tare Zamen Paar ya? kalo dari segi Islam emang kurang benar mbak, karena menjauhkan anak dr fitrahnya.

      Delete

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)