MENENTUKAN MENU

MENENTUKAN MENU

Menu bukan hanya soal makanan bagi perut yang kosong, melainkan juga menu bagi pikiran yang melompong. Nutrisi bagi tubuh itu penting, tapi jauh lebih penting lagi nutrisi bagi akal yang hasilnya nanti akan melahirkan sebuah tulisan sebagai buah dari hasil pemikiran atau belajar
.
Tidak mudah memang mengatur menu makanan, terkadang seorang mamah muda juga mengalami yang namanya syndrom "Bingung" saat memilih menu bagi keluarga, ditambah kondisi keuangan negeri ini yang lumayan menguras kantong bagi kebutuhan perut
.
Biasanya seprang ibu rumah tangga awalnya hanya jadi pengkoleksi menu masakan, semua menu disimpan dalam laptop dan tidak jarang juga hingga ditulis tangan. Tapi hanya sampai itu saja, tidak sampai ke meja eksekusi, walhasil jauh dari kata "mahir" memasak
.
Lama kelamaan pengkoleksi ini jadi menyimak satu-satu bahan-bahan menu, mulai mengumpulkan bahan dan dilatih ke meja eksekusi. Hasilnya? Bisa ditanyakan kepada suami sebagai kelinci percobaan hasil masakan.
.
Itu adalah salah satu pentingnya menu masakan. Agar para newbie atau pendatang baru bisa berlatih memasak dengan mudah karena terpadu dengan baik dalam sebuah menu. Bisa terbayang ya jika kita tidak pandai mengolah menu maka masakan yang akan kita konsumsi monoton dan tidak beragam. Membuat nafsu makan juga kurang karena bosan dengan menu yang tidak varian


Begitu juga ketika mengikuti 'challenge' ODOP (One Day One Posting) part 1 atau sekarang yang part 2 berganti nama jadi OPEy (One Posting EveryDay) Alga Biru Full dan Helmiyatul Hidayati mempermudah para penggiat nya dengan menjadwalkan menentukan menu harian bagi tulisan yang akan dibuat
.
Salah satu contohnya adalah menu mingguan ini:
Senin : Political View
Selasa : Family Story
Rabu : Literacy
Kamis : Random
Jumat : The History
Sabtu : The Prophet
Minggu : Lapak Story
.
Bagi kebanyakan penulis newbie biasanya jadi ciut membaca menu-menu harian yang menggunakan istilah keren ini. Karena kebanyakan para penulis adalah tipikal orang yang "ngalir" alias bisa menulis ya apa yang terlintas dipikiran saja, sehingga dengan adanya menu bisa jadi malah sebagai penjara bagai kotak yang membuat tidak bisa bebas berkreasi didalamnya
.
Namun dengan seiring waktu kita akan mulai menyadari dan merasakan tanpa menu jadi kurang terarah. Kemudian kita akan mulai menemukan arti penting menentukan menu. Maka dari itu bagi para penulis mulailah mengatur menu harian bagi tulisan yang akan diposting. Tujuannya, agar lebih terarah dan terjadwal bahwa hari ini harus ada tulisan yang diproduksi.
.
Dengan begitu selain mempermudah dalam menulis juga bisa mendorong, karena tertuntut untuk memenuhi menu yang sudah ditentukan tadi. Selain agar para pembaca tidak bosan membaca apa yang kita tulis. 
.
Begitu juga dengan jadwal waktu menulis. Penting agar timbul konsistensi dan kontinuitas dalam menulis. Menemukan waktu yang pas dan menjadikannya jadwal rutin untuk menulis. 
.
Terkadang kesibukan kita sebagai full mother time atau apalah itu yang kerjanya tidak habis-habis, bablas-lah semua rencana tulis-menulis. Tidak ada kesempatan untuk menulis dikarenakan tidak punya jadwal tetap. Maka tidak sempat-sempat jika tidak menyempatkan. Begitu mungkin hasilnya
.
Jadi bagi yang tertarik ingin menulis bersama penggiat OPEY, yuk gabung dengan saya kami dalam tim #KompakNulis. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan hanya sekedar mengisi waktu luang. Karena sejatinya menulis itu adalah aktivitas orang-orang besar
.
.
Hany Handayani P
Tangerang, 16 Januari 2018
.

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)