Frekuensi Kebaikan

//Frekuensi Kebaikan//


"Setiap orang akan Allah kumpulkan dengan mereka yang se-frekuensi", begitu kurang lebihnya statement saudara "Settong Dere", kak Suci W saat saya numpang menginap di rumahnya tahun lalu. Bertahun-tahun tak bertemu, waktu semalam sangat kurang rasanya untuk berbagi kisah dan menyerap ilmu branding darinya. Ntar kalo ke Jakarta lagi, in sya Allah numpang nginep lagi yaa. Biar dapat ilmu gratis 😊
Tapi status ini bukan mau membahas ukhuwah kami. Saya hanya akan fokus pada kalimat "Allah kumpulkan dengan yang satu frekuensi".
"Gara-gara" ngaji dan dakwah, Allah mempertemukan saya dengan banyak ibu-ibu hebat, adik-adik kreatif, penulis-penulis keren dan tokoh-tokoh perempuan yang saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari mereka. Juga langgeng bersaudara dengan Faiqotul Himmah sejak belum baligh.
Termasuk jadi berteman dekat dengan teman SD saya yang belasan tahun tak bertemu (Nyebut belasan tahun, koq ra mentolo. Ketahuan tuanya dahh 🙈). Meski belum lama berteman kembali, dan ketemunya pas udah menyandang predikat "Emak", ternyata kami langsung klik. Kami punya kesamaan resah dengan berbagai problem masyarakat, sama-sama jatuh cinta pada Islam, dan hobi blusukan. Meski dia blusukannya demi kesehatan masyarakat (terutama persoalan kekerasan seksual anak). Jadilah nongki-nongki kita diskusi tingkat tinggi. Mulai dari mbahas ngerinya berbagai problem negeri ini, hingga jahatnya solusi tambal sulam ala PBB. Mau ngobrol berjam-jam pun tetap terasa asik dan ga kehabisan bahan obrolan, meski dia calon doktor sekaligus dosen kesehatan masyarakat, dan saya cuma lulusan pesantren yang waktu mudanya ga 'makan' bangku kuliah, tapi 'makan' kitab-kitab kuning doang 😂. Itulah efek kesamaan frekuensi.


Ibarat frekuensi radio, walkie talky dan radio komunitas (ini generasi Z kaga bakal faham sprtinya), kita akan connect, klik dan berkumpul dengan mereka yang memiliki frekuensi sama.
Begitu pula dalam hidup, kesamaan prinsip hidup, kesamaan visi, atau hobi akan secara alami menarik kita untuk berjejaring dan berinteraksi.
Maka beradalah dalam frekuensi kebaikan, frekuensi yang positif dan produktif bagi dunia dan akhirat kita. Lalu istiqomahlah disana.In sya Allah, Allah akan mengumpulkan kita dengan orang-orang yang akan menginspirasi, menambah ilmu dan menguatkan keimanan, juga yang menjadikan kita pribadi yang lebih baik di mata Allah.
Tak hanya itu, bahkan Allah akan kumpulkan kita di akhirat dengan orang-orang yang kita cintai semasa di dunia. Sebagaimana sabda Rasul yang mulia, "Anta ma'a man ahbabta. Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai". Mari mencintai, berkumpul dan bersahabat dengan mereka yang bisa membawa kita ke Jannah 😊
Jember, 20 Januari 2018

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)