Demokrasi, Pilpres dan Pil Pahit Untuk Rakyat

Demokrasi, Pilpres dan Pil Pahit Untuk Rakyat


Perhelatan pesta demokrasi 2019 setahun lagi akan dilaksanakan. Tapi hawa panasnya sudah terasa sejak sekarang. Digadang gadang pesta ini akan menjadi penentu masa depan indonesia lima tahun kedepan, hingga dana jor-joran pun sudah disiapkan pemerintah.
..
Di Indonesia sendiri pemilu sudah terhitung 11 kali diadakan, mulai dari tahun 1995 hinga 2014. Yang awalnya hanya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan seperti DPR ,DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.
..
Namun setelah amendemen keempat UUD 1994 pada 2004 pilpres yang semula dilakukan MPR disepakati dilakukan langsung oleh rakyat yg kemudian tahun 2007 disusul dengan pilkada langsung. Pilkada dan pilpres secara langsung diklaim representatif dengan sistem demokrasi. Artinya pemimpin yang terpilih merupakan pilihan atau keinginan rakyat serta akan bekerja untuk rakyat.
..

Benarkah demikian??
..
Realitanya dalam demokrasi yang konon memiliki jargon dari, oleh dan untuk rakyat, suara rakyat hanya diperhitungkan saat pemilu saja. Selebihnya bak habis manis sepah dibuang, rakyat hanya jadi tumbal keserakahan penguasa. Setelah terpilih rakyat harus siap dengan "pil pahit" kebijakan yang menyengsarakan. Meskipun mayoritas suara rakyat menolak kebijakan-kebijakan itu. 
Entah menguap kemana janji janji manis saat kampaye??



Pesta demokrasi untuk siapa??
..
Jika berbagai kebijakan yang lahir tidak pro rakyat maka jelas dalam demokrasi rakyat yang dimaksud adalah para kapital/pemilik modal. Pemilik modal inilah yang telah menyuntikan dana besar saat kampanye, sehingga wajar ketika terpilih lahirlah UU yang pro pengusaha. Karena bagi pengusaha berotak sekuler, tidak dikenal istilah makan siang gratis.
..

Kembali kesistem Islam adalah solusinya.
Jika demokrasi telah gagal dan merusak maka tidak ada pilihan lagi saatnya kembali pada sistem Islam yang terbukti saat diterapkan 14 abad lamanya mampu menjaga dan mensejahterakan umat manusia baik muslim dan non muslim.
..
Jember, 15 Januari 2018

0 komentar:

Selamat datang! Berikan komentar yang nyaman dan semoga harimu menyenangkan :)